<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>ASaFN2</title>
	<atom:link href="http://adiwarsito.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://adiwarsito.wordpress.com</link>
	<description>&#34;Berhentinya Seseorang Dari Aktivitas adalah Kelalaian. Kekosongan Adalah Musuh Mematikan &#38; Kesenggangan Adalah Kemalasan. Orang Yang Gundah &#38; Cemas Dalam Hidupnya Adalah Mereka Yang Banyak Waktu Senggangnya&#34;</description>
	<lastBuildDate>Fri, 27 Jan 2012 15:56:48 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='adiwarsito.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://1.gravatar.com/blavatar/1b4eb4ba76b22da3fe416fe88c3d9ccd?s=96&#038;d=http%3A%2F%2Fs2.wp.com%2Fi%2Fbuttonw-com.png</url>
		<title>ASaFN2</title>
		<link>http://adiwarsito.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://adiwarsito.wordpress.com/osd.xml" title="ASaFN2" />
	<atom:link rel='hub' href='http://adiwarsito.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>Catatan Akhir Tahun 2011 : Belajar Profesionalisme Dari Pekerja Bangunan</title>
		<link>http://adiwarsito.wordpress.com/2011/12/31/catatan-akhir-tahun-2011-belajar-profesionalisme-dari-pekerja-bangunan/</link>
		<comments>http://adiwarsito.wordpress.com/2011/12/31/catatan-akhir-tahun-2011-belajar-profesionalisme-dari-pekerja-bangunan/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 31 Dec 2011 14:51:48 +0000</pubDate>
		<dc:creator>adi</dc:creator>
				<category><![CDATA[1]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://adiwarsito.wordpress.com/?p=2246</guid>
		<description><![CDATA[Ada duabelas- an orang pekerja yang sudah sekitar hampir 4 bulan tinggal di lingkungan kami untuk melakukan rehab bangunan di kampus kami. Sasarannya adalah penggantian konstruksi atap/plafon dari kayu, tripleks dan asbes diganti total dengan konstruksi atap baja ringan, seng dan gift. Terbagi menjadi 4 tim, tim pembongkar atap/plafon serta membereskannya, tim pemasang kerangka baja [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=adiwarsito.wordpress.com&amp;blog=8265480&amp;post=2246&amp;subd=adiwarsito&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;">Ada duabelas- an orang pekerja yang sudah sekitar hampir 4 bulan tinggal di lingkungan kami untuk melakukan rehab bangunan di kampus kami. Sasarannya adalah penggantian konstruksi atap/plafon dari kayu, tripleks dan asbes diganti total dengan konstruksi atap baja ringan, seng dan gift. Terbagi menjadi 4 tim, tim pembongkar atap/plafon serta membereskannya, tim pemasang kerangka baja dan atap, tim pemasang plafon serta pengecatannya dan tim instalasi listrik. Beberapa blok bangunan besar terdiri atas dua blok asrama dua lantai, 7 unit perumahan pembina/pengasuh telah selesai. Sementara sedang dikerjakan ruang makan putra/putri, dapur dan auditorium (aula) dan akan menyusul masjid serta kompleks perkantoran dan ruang pembelajaran berlantai dua.</p>
<p style="text-align:justify;">Fokus saya pada tim pemasang konstruksi rangka baja ringan dan atap. Luar biasa semangat kerja mereka. Totalitasnya utuh ! Hujan rinti-rintik bukan halangan, kecuali hujan mulai deras mereka akan turun perlahan dari atap untuk istirahat sejenak sambil menunggu redanya hujan. Begitu hujan reda mereka mulai naik ke atap untuk melanjutkan kerja. Padahal proyek rehab ini tidak diburu waktu penyelesaian walaupun juga bila dikerjakan lamban juga mengganggu proses pembinaan di Kampus.</p>
<p style="text-align:justify;">Mereka terbilang sabar dan tegar. Cobaan sempat juga menemani sesekali pada mereka. Salah satu pekerja yang semangat melanjutkan kerja terlupa kalau kondisi tangannya basah dan saat memasang stekker ke stopkontak tersengat listrik 1300 Watt. Beruntung kecekatan temannya yang segera mencabut kabel dari sumber tegangan sehingga selamat wakaupun sempat jatuh dari ketinggian 3 meter. Setelah sehari semalam istirahat, sang pekerja menyatakan siap kembali bekerja.</p>
<p style="text-align:justify;">Suatu sore di saat hujan turun saya hampiri mereka yang sedang istirahat. “ Hujan lagi, mas “, sekalimat sapaan untuk membuka pembicaraan. Bukan kalimat tanya, bukan juga kalimat penegasan karena kita semua sudah mengetahui bahwa air yang turun dari langit di musim sekarang ini yang hujan namanya.</p>
<p style="text-align:justify;">“Ya, mas. Yaa..disyukuri saja keadaan, sabar”, jawab salah seorang dari mereka.</p>
<p style="text-align:justify;">Luas atap keseluruhan yang mereka akan tangani sekitar 6500 m<sup>2 </sup>dan 50%nya hampir selesai. Sekitar 3 bulanan lagi, bahkan lebih mereka masih akan tinggal. Jauh dari keluarga, menikmati konsumsi seadanya bahkan seringkali tidak sesuai dengan selera lidah mereka kesehariannya. Maklum mereka berada di  daerah yang memang berbeda menu kesehariannya.</p>
<p style="text-align:justify;">Walaupun berat pekerjaan mereka, rupanya masih ada keselarasan antara ucapan dan tindakannya. Kalimat ‘disyukuri’ yang sempat mereka ucapkan mereka implementasikan dalam aktivitas kesehariannya, karena mereka sering terlihat mengikuti shalat berjama’ah di masjid.</p>
<p style="text-align:justify;">Ada sebuah pertanyaan saya lontarkan kepada mereka disebabkan rasa penasaran saya atas ketrampilan, kecekatan, kesabaran, totalitas dan kualitas semangat kerjanya. Bagaimana mereka dulu mendapatkan ilmunya, jawab mereka mereka sudah mendapatkan sertifikat sebagai pemasang konstruksi rangka baja !</p>
<p style="text-align:justify;">Dan, &#8230;bagaimana dengan kita yang berprofesi sebagai pendidik ? Sudahkah profesional atau akan berusaha profesional setelah mendapatkan sertifikat ?</p>
<p style="text-align:justify;">Menjadi profesional adalah salah satu kompetensi yang memang harus dimiliki oleh pendidik, jadi tidak harus menunggu ada sertifikasi. Begitu kita sudah profesional kemudian mendapatkan sertifikat, kita tidak harus belajar menjadi profesional, karena kita sudah profesional ! Insya’Allah</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/adiwarsito.wordpress.com/2246/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/adiwarsito.wordpress.com/2246/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/adiwarsito.wordpress.com/2246/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/adiwarsito.wordpress.com/2246/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/adiwarsito.wordpress.com/2246/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/adiwarsito.wordpress.com/2246/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/adiwarsito.wordpress.com/2246/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/adiwarsito.wordpress.com/2246/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/adiwarsito.wordpress.com/2246/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/adiwarsito.wordpress.com/2246/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/adiwarsito.wordpress.com/2246/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/adiwarsito.wordpress.com/2246/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/adiwarsito.wordpress.com/2246/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/adiwarsito.wordpress.com/2246/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=adiwarsito.wordpress.com&amp;blog=8265480&amp;post=2246&amp;subd=adiwarsito&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://adiwarsito.wordpress.com/2011/12/31/catatan-akhir-tahun-2011-belajar-profesionalisme-dari-pekerja-bangunan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		<georss:point>0.000000 0.000000</georss:point>
		<geo:lat>0.000000</geo:lat>
		<geo:long>0.000000</geo:long>
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/4cf9917edd9a8f74686e1105ef67a553?s=96&#38;d=wavatar&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">adi</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Berat Di Kayu, Ringan Di Baja.</title>
		<link>http://adiwarsito.wordpress.com/2011/10/20/berat-di-kayu-ringan-di-baja-dan-tersendatnya-tulisan-di-blogku/</link>
		<comments>http://adiwarsito.wordpress.com/2011/10/20/berat-di-kayu-ringan-di-baja-dan-tersendatnya-tulisan-di-blogku/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 20 Oct 2011 12:51:23 +0000</pubDate>
		<dc:creator>adi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Info Fistik]]></category>
		<category><![CDATA[Baja ringan]]></category>
		<category><![CDATA[kayu]]></category>
		<category><![CDATA[menulis di blog]]></category>
		<category><![CDATA[pohon dan hutanku]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://adiwarsito.wordpress.com/?p=2239</guid>
		<description><![CDATA[Terperas habis kayu-kayu yang berasal dari pohon yang merupakan paru-paru dunia karena pepohonan mendaur ulang polusi-polusi yang dihasilkan oleh manusia sendiri. Seringkali kita jumpai lahan yang dulunya lebat oleh pepohonan menjadi gundul karena sebagian besar kayu-kayunya dipakai sebagai bahan dasar konstruksi rumah, furniture, mebel serta aksesoris. Harga kayu yang bagus sekarang sudah demikian mahal karena [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=adiwarsito.wordpress.com&amp;blog=8265480&amp;post=2239&amp;subd=adiwarsito&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;"><a href="http://adiwarsito.files.wordpress.com/2011/10/baja.jpg"><img class="alignleft size-thumbnail wp-image-2240" title="baja" src="http://adiwarsito.files.wordpress.com/2011/10/baja.jpg?w=150&#038;h=97" alt="" width="150" height="97" /></a>Terperas habis kayu-kayu yang berasal dari pohon yang merupakan paru-paru dunia karena pepohonan mendaur ulang polusi-polusi yang dihasilkan oleh manusia sendiri. Seringkali kita jumpai lahan yang dulunya lebat oleh pepohonan menjadi gundul karena sebagian besar kayu-kayunya dipakai sebagai bahan dasar konstruksi rumah, furniture, mebel serta aksesoris. Harga kayu yang bagus sekarang sudah demikian mahal karena pohonnya juga semakin jarang. Sekarang, dengan perkembangan teknologi terbangun perubahan yang baik dan benar terhadap kemajuan di bidang konstruksi dan pembangunan infrastruktur. Maka kita dapat sedikit bersyukur bahwa beberapa tekologi baru dapat membantu mengurangi penggundulan hutan. Hal ini terlihat pada perkembangan penggunaan bahan konstruksi atap yang saat ini lebih banyak menggunakan rangka atap dengan bahan dasar baja ringan dan bukan lagi menggunakan bahan dasar kayu.</p>
<div style="text-align:justify;" align="center">
<hr align="center" size="2" width="100%" />
</div>
<p style="text-align:justify;">Perkembangan pada bidang ini sebenarnya sudah lama dilakukan oleh para ahli konstruksi, tetapi pada waktu sebelumnya masyarakat belum mengenal atau belum memperdalam pengetahuan akan konstruksi baja ringan yang ternyata mempunyai sifat lebih efisien daripada menggunakan bahan dasar rangka kayu sebagai penopang konstruksi atap rumah mereka. Setiap bahan konstruksi yang digunakan pada rumah anda pasti mempunyai kelebihan dan kekurangannya baik dari kekuatan, estetika bentuk atau hal lainnya. Seperti halnya dalam penggunaan rangka atap baja pada rumah anda. Konstruksi baja ringan ini sudah mengalami uji coba dan penelitian yang dilakukan oleh para ahli bertahun-tahun dan telah lolos uji kekuatan serta lolos pengujian hal-hal lainnya yang berhubungan dengan keselamatan manusia.</p>
<p style="text-align:justify;">Kelebihan dan kekurangan bisa berbeda dari segi cara pandang setiap penggunanya, bisa dikatakan tergantung akan lokasi dan biaya produksi untuk mendatangkan material tersebut atau estetikanya. Sedangkan kelemahan atap baja ringan dibandingkan dengan konstruksi atap kayu seperti dalam hal terhadap suhu yang cenderung menyerap panas lebih banyak dibandingkan dengan kayu dan hal itu juga bergantung terhadap lokasi rumah, yaitu pada daerah iklim tropis atau bukan tropis dan bagaimana konstruksinya.</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Tulisanku Tersendat</strong></p>
<p style="text-align:justify;">Kita berjumpa lagi ini&#8230;., sebentar ya ..entar dilanjut ceritanya</p>
<p style="text-align:justify;">
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/adiwarsito.wordpress.com/2239/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/adiwarsito.wordpress.com/2239/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/adiwarsito.wordpress.com/2239/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/adiwarsito.wordpress.com/2239/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/adiwarsito.wordpress.com/2239/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/adiwarsito.wordpress.com/2239/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/adiwarsito.wordpress.com/2239/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/adiwarsito.wordpress.com/2239/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/adiwarsito.wordpress.com/2239/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/adiwarsito.wordpress.com/2239/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/adiwarsito.wordpress.com/2239/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/adiwarsito.wordpress.com/2239/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/adiwarsito.wordpress.com/2239/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/adiwarsito.wordpress.com/2239/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=adiwarsito.wordpress.com&amp;blog=8265480&amp;post=2239&amp;subd=adiwarsito&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://adiwarsito.wordpress.com/2011/10/20/berat-di-kayu-ringan-di-baja-dan-tersendatnya-tulisan-di-blogku/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		<georss:point>0.000000 0.000000</georss:point>
		<geo:lat>0.000000</geo:lat>
		<geo:long>0.000000</geo:long>
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/4cf9917edd9a8f74686e1105ef67a553?s=96&#38;d=wavatar&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">adi</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://adiwarsito.files.wordpress.com/2011/10/baja.jpg?w=150" medium="image">
			<media:title type="html">baja</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Selamat Hari Raya &#8216;Idul Fitri 1432 H</title>
		<link>http://adiwarsito.wordpress.com/2011/08/30/selamat-hr-idul-fitri-1432-h/</link>
		<comments>http://adiwarsito.wordpress.com/2011/08/30/selamat-hr-idul-fitri-1432-h/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 30 Aug 2011 08:13:04 +0000</pubDate>
		<dc:creator>adi</dc:creator>
				<category><![CDATA[It&#039;s Amazing]]></category>
		<category><![CDATA[penentuan idul fitri 1432 h]]></category>
		<category><![CDATA[sidang istbat]]></category>
		<category><![CDATA[wujudul hilal]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://adiwarsito.wordpress.com/?p=2229</guid>
		<description><![CDATA[Penentuan Tarikh 1 Syawal 1432 H sudah diumumkan. Dari Muhammadiyah 1 Syawal 1432 H  bertepatan  hari senin petang (matahari tenggelam) sehingga berlebaran pada Selasa, 30 Agustus 2011 sedangkan Pemerintah dari sidang Istbat  hilal belum memenuhi syarat masuk bulan baru sehingga puasa digenapkan dan berlebaran pada Rabu, 31 Agustus 2011. Kenapa bisa berbeda ya ? Di [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=adiwarsito.wordpress.com&amp;blog=8265480&amp;post=2229&amp;subd=adiwarsito&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;"><a href="http://adiwarsito.files.wordpress.com/2011/08/hilal1.jpg"><img class="alignleft size-thumbnail wp-image-2233" title="hilal" src="http://adiwarsito.files.wordpress.com/2011/08/hilal1.jpg?w=148&#038;h=150" alt="" width="148" height="150" /></a>Penentuan Tarikh 1 Syawal 1432 H sudah diumumkan. Dari Muhammadiyah 1 Syawal 1432 H  bertepatan  hari senin petang (matahari tenggelam) sehingga berlebaran pada Selasa, 30 Agustus 2011 sedangkan Pemerintah dari sidang Istbat  hilal belum memenuhi syarat masuk bulan baru sehingga puasa digenapkan dan berlebaran pada Rabu, 31 Agustus 2011.</p>
<p style="text-align:justify;">Kenapa bisa berbeda ya ?</p>
<hr />
<p style="text-align:justify;">Di media elektronik ramai perdebatan tentang perbedaan penentuan 1 Syawal 1432 H. Masing-masing mengeluarkan dasar penentuan untuk memperkuat argumentasinya. Ada yang cukup berdasarkan Hisab dengan wujudul hilalnya, ada yang menggunakan Hisab dan Rukyah dan sering terdengar istilah Wujudul HilalRukyatul Hilal,Imkanur Rukyat MABIMS dengan 2 derajatnya. Tentu masyarakat awam yang menyaksikan perdebatan yang terus berkelanjutan pada siaran berita pada pagi, siang, sore dan petang bahkan sampai malam menambah jam perdebatan. Ada seorang pengusul dalam sidang Istbat, agar disepakati bersama kriteria baku yang menjadi pegangan oleh semua ormas dan yang berkewenangan dalam penentuan kalender Islam untuk menghindari perbedaan. Setuju !!!</p>
<p style="text-align:justify;">Lebaran bersamaan tentu keinginan semua keluarga, masyarakat. Terasa lebih semarak, ramai, gembira bersama dan bisa saling mengunjungi tanpa menunda hari karena ada perbedaan. Tetapi kalaupun terjadi perbedaan tentu ada hikmahnya. Ada hadits yang sangat populer dikalangan penceramah, aktivis dakwah, penulis bahkan masyarakat luas   اخْتِلاَفُ أُمَّتِيْ رَحْمَةٌ  yang artinya &#8220;Perselisihan umatku adalah rahmat&#8221; walaupun ada pendapat ahli hadits bahwa hadits ini &#8216;tidak ada asalnya&#8217; dan belum mendapatkannya baik dengan sanad shahih, dha’if (lemah), maupun maudhu’ (palsu).</p>
<p style="text-align:justify;">Tulisan yang sedang pembaca simak itupun salah satu sisi positip dari perbedaan penentuan 1 Syawal 1432 H. Dari perdebatan sidang Istbat dan kelanjutannya di acara berbagai station televisi saya jadi ingin lebih tahu tentang  Wujudul Hilal, Rukyatul Hilal dan Imkanur Rukyat MABIMS dengan 2 derajatnya bahkan yang terkait dengan ilmu astronominya sendiri. Sungguh menarik apa yang dipresentasikan pakar dari BOSSCA Observatory, LAPAN yang menyatakan tidak mungkin melihat hilal untuk kawasan Saudi, Malaysia, Singapura dan Indonesia berada digrafis putih sehingga kemungkinan belum masuk 1 Syawal 1432 H. Tetapi berita televisi tadi pagi di Saudi, Malaysia, Singapura dan Brunei sudah berlebaran&#8230;naah, menarik bukan ? Atau di negara -negara tersebut juga banyak ormas sehingga masing-masing memiliki perbedaan dasar penentuan tarikhnya ?<span id="more-2229"></span></p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Hisab, Rukyah, Wujudul Hilal, Rukyatul Hilal dan Imkanur Rukyat MABIMS</strong></p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Hisab</strong> adalah perhitungan secara matematis dan astronomis untuk menentukan posisi Bulan dalam menentukan dimulainya awal bulan pada Kalender Hijriyah.</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Rukyat</strong> adalah aktivitas mengamati visibilitas hilal, yakni penampakan bulan sabit yang nampak pertama kali setelah terjadinya ijtimak (Bulan Baru).</p>
<p style="text-align:justify;">Rukyat dapat dilakukan dengan mata telanjang, atau dengan alat bantu optik seperti teleskop. Rukyat dilakukan setelah matahari terbenam, hilal hanya tampak setelah matahari terbenam (maghrib), karena intensitas cahaya hilal sangat redup dibanding dengan cahaya matahari, serta ukurannya sangat tipis. Apabila hilal terlihat, maka pada petang (Maghrib) waktu setempat telah memasuki bulan (kalender) baru Hijriyah.Apabila hilal tidak terlihat maka awal bulan ditetapkan mulai magrib esok harinya</p>
<p style="text-align:justify;">Perlu diketahui bahwa dalam Kalender Hijriyah, sebuah hari diawali sejak terbenamnya Matahari waktu setempat, dan penentuan awal bulan (kalender) tergantung pada penampakan (visibilitas) Bulan (satelit). Karena itu, satu bulan kalender Hijriyah dapat berumur 29 hari atau 30 hari.</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Hisab</strong></p>
<p style="text-align:justify;">Secara harfiyah bermakna ‘perhitungan’. Di dunia Islam istilah ‘hisab’ sering digunakan dalam ilmu falak (astronomi) untuk memperkirakan posisi matahari dan bulan terhadap bumi. Pentingnya penentuan posisi matahari karena umat Islam untuk ibadah shalatnya menggunakan posisi matahari sebagai patokannya. Sedangkan penentuan posisi bulan untuk mengetahui terjadinya hilal sebagai penanda masuknya periode bulan baru dalam Kalender Hijriyah. Ini penting terutama untuk menentukan awal Ramadhan saat orang mulai berpuasa, awal Syawwal saat orang mangakhiri puasa dan merayakan Idul Fithri, serta awal Dzul-Hijjah saat orang akan wukuf haji di Arafah (9 Dzul-Hijjah) dan ber-Idul Adha (10 Dzul-Hijjah). Dalam al-Qur’an surat Yunus (10) ayat 5 dikatakan bahwa Tuhan memang sengaja menjadikan matahari dan bulan sebagai alat menghitung tahun dan perhitungan lainnya. Juga dalam Surat Ar Rahman (55) ayat 5 disebutkan bahwa matahari dan bulan beredar menurut perhitungan. Karena ibadah-ibadah dalam Islam terkait langsung dengan posisi benda-benda astronomis (khususnya matahari dan bulan) maka umat Islam sudah sejak awal mula muncul peradaban Islam menaruh perhatian besar terhadapa ilmu astronomi (disebut ilmu falak). Salah satu astronom Muslim ternama yang telah mengembangkan metode Hisab modern adalah Al Biruni (973-1048 M), Ibnu Tariq, Al Khawarizmi, Al Batani, dan Habash.</p>
<p style="text-align:justify;">Dewasa ini, metode hisab telah menggunakan komputer dengan tingkat presisi yang jauh lebih tinggi dan akurat. Berbagai perangkat lunak (software) yang praktis juga telah ada. Hisab seringkali digunakan sebelum melakukan rukyat (pengamatan). Salah satu output hisab adalah penentuan kapan waktu ijtimak yaitu saat matahari, bulan, dan bumi berada dalam posisi sebidang, atau disebut pula konjungsi geosentris, yakni peristiwa dimana Matahari dan Bulan berada di posisi bujur langit yang sama jika diamati dari bumi. Ijtimak (dari Bulan Baru ke Bulan Baru berikutnya) terjadi setiap 29,531 hari sekali, atau disebut pula satu periode sinodik.</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Rukyat</strong><br />
Rukyat adalah aktivitas mengamati visibilitas hilal, yakni penampakan bulan sabit yang pertama kali tampak setelah terjadinya ijtimak. Rukyat dapat dilakukan dengan mata telanjang, atau dengan alat bantu optik seperti teleskop.</p>
<p style="text-align:justify;">Aktivitas rukyat dilakukan pada saat menjelang terbenamnya matahari pertama kali setelah ijtimak (pada waktu ini, posisi Bulan berada di ufuk barat, dan Bulan terbenam sesaat setelah terbenamnya Matahari). Apabila hilal terlihat, maka pada petang (Maghrib) waktu setempat telah memasuki tanggal 1.</p>
<p style="text-align:justify;">Namun demikian, tidak selamanya hilal dapat terlihat. Jika selang waktu antara ijtimak dengan terbenamnya matahari terlalu pendek, maka secara ilmiah/teori hilal mustahil terlihat, karena iluminasi cahaya Bulan masih terlalu suram dibandingkan dengan “cahaya langit” sekitarnya. Kriteria Danjon (1932, 1936) menyebutkan bahwa hilal dapat terlihat tanpa alat bantu jika minimal jarak sudut (arc of light) antara Bulan-Matahari sebesar 8 derajat.</p>
<p style="text-align:justify;">Dewasa ini rukyat juga dilakukan dengan menggunakan peralatan canggih seperti teleskop yang dilengkapi CCD Imaging. namun tentunya perlu dilihat lagi bagaimana penerapan kedua ikllmu tersebut</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Kriteria Penentuan Awal Bulan Kalender Hijriyah</strong></p>
<p style="text-align:justify;">Penentuan awal bulan menjadi sangat signifikan untuk bulan-bulan yang berkaitan dengan ibadah dalam agama Islam, seperti bulan Ramadhan (yakni umat Islam menjalankan puasa ramadan sebulan penuh), Syawal (yakni umat Islam merayakan Hari Raya Idul Fitri), serta Dzulhijjah (dimana terdapat tanggal yang berkaitan dengan ibadah Haji dan Hari Raya Idul Adha).</p>
<p style="text-align:justify;">Sebagian umat Islam berpendapat bahwa untuk menentukan awal bulan, adalah harus dengan benar-benar melakukan pengamatan hilal secara langsung. Sebagian yang lain berpendapat bahwa penentuan awal bulan cukup dengan melakukan hisab (perhitungan matematis/astronomis), tanpa harus benar-benar mengamati hilal. Keduanya mengklaim memiliki dasar yang kuat.</p>
<p style="text-align:justify;">Berikut adalah beberapa kriteria yang digunakan sebagai penentuan awal bulan pada Kalender Hijriyah, khususnya di Indonesia:</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Rukyatul Hilal</strong></p>
<p style="text-align:justify;">Rukyatul Hilal adalah kriteria penentuan awal bulan (kalender) Hijriyah dengan merukyat (mengamati) hilal secara langsung. Apabila hilal (bulan sabit) tidak terlihat (atau gagal terlihat), maka bulan (kalender) berjalan digenapkan (istikmal) menjadi 30 hari.</p>
<p style="text-align:justify;">Kriteria ini berpegangan pada Hadits Nabi Muhammad:</p>
<p style="text-align:justify;">Berpuasalah kamu karena melihat hilal dan berbukalah kamu karena melihat hilal. Jika terhalang maka genapkanlah (istikmal)”.</p>
<p style="text-align:justify;">Kriteria ini di Indonesia digunakan oleh Nahdlatul Ulama (NU), dengan dalih mencontoh sunnah Rasulullah dan para sahabatnya dan mengikut ijtihad para ulama empat mazhab. Bagaimanapun, hisab tetap digunakan, meskipun hanya sebagai alat bantu dan bukan sebagai penentu masuknya awal bulan Hijriyah.</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Wujudul Hilal</strong></p>
<p style="text-align:justify;">Wujudul Hilal adalah kriteria penentuan awal bulan (kalender) Hijriyah dengan menggunakan dua prinsip: Ijtimak (konjungsi) telah terjadi sebelum Matahari terbenam (ijtima’ qablal ghurub), dan Bulan terbenam setelah Matahari terbenam (moonset after sunset); maka pada petang hari tersebut dinyatakan sebagai awal bulan (kalender) Hijriyah, tanpa melihat berapapun sudut ketinggian (altitude) Bulan saat Matahari terbenam.</p>
<p style="text-align:justify;">Kriteria ini di Indonesia digunakan oleh Muhammadiyah dan Persis dalam penentuan awal Ramadhan, Idul Fitri dan Idul Adha untuk tahun-tahun yang akan datang. Akan tetapi mulai tahun 2000 PERSIS sudah tidak menggunakan kriteria wujudul-hilal lagi, tetapi menggunakan metode Imkanur-rukyat. Hisab Wujudul Hilal bukan untuk menentukan atau memperkirakan hilal mungkin dilihat atau tidak. Tetapi Hisab Wujudul Hilal dapat dijadikan dasar penetapan awal bulan Hijriyah sekaligus bulan (kalender) baru sudah masuk atau belum, dasar yang digunakan adalah perintah Al-Qur’an pada QS. Yunus: 5, QS. Al Isra’: 12, QS. Al An-am: 96, dan QS. Ar Rahman: 5, serta penafsiran astronomis atas QS. Yasin: 39-40.</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Imkanur Rukyat MABIMS</strong></p>
<p style="text-align:justify;">Imkanur Rukyat adalah kriteria penentuan awal bulan (kalender) Hijriyah yang ditetapkan berdasarkan Musyawarah Menteri-menteri Agama Brunei Darussalam, Indonesia, Malaysia, dan Singapura (MABIMS), dan dipakai secara resmi untuk penentuan awal bulan Hijriyah pada Kalender Resmi Pemerintah, dengan prinsip:</p>
<p style="text-align:justify;">Awal bulan (kalender) Hijriyah terjadi jika :</p>
<p style="text-align:justify;">Pada saat matahari terbenam, ketinggian (altitude) Bulan di atas cakrawala minimum 2°, dan sudut elongasi (jarak lengkung) Bulan-Matahari minimum 3°, atau<br />
Pada saat bulan terbenam, usia Bulan minimum 8 jam, dihitung sejak ijtimak</p>
<p style="text-align:justify;">Di Indonesia, secara tradisi pada petang hari pertama sejak terjadinya ijtimak (yakni setiap tanggal 29 pada bulan berjalan), Pemerintah Republik Indonesia melalui Badan Hisab Rukyat (BHR) melakukan kegiatan rukyat (pengamatan visibilitas hilal), dan dilanjutkan dengan Sidang Itsbat, yang memutuskan apakah pada malam tersebut telah memasuki bulan (kalender) baru, atau menggenapkan bulan berjalan menjadi 30 hari. Prinsip Imkanur-Rukyat digunakan antara lain oleh Persis</p>
<p style="text-align:justify;">Di samping metode Imkanur Rukyat di atas, juga terdapat kriteria lainnya yang serupa, dengan besaran sudut/angka minimum yang berbeda.</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Rukyat Global</strong></p>
<p style="text-align:justify;">Rukyat Global adalah kriteria penentuan awal bulan (kalender) Hijriyah yang menganut prinsip bahwa: jika satu penduduk negeri melihat hilal, maka penduduk seluruh negeri berpuasa (dalam arti luas telah memasuki bulan Hijriyah yang baru) meski yang lain mungkin belum melihatnya.<br />
Metode penentuan kriteria penentuan awal Bulan Kalender Hijriyah yang berbeda seringkali menyebabkan perbedaan penentuan awal bulan, yang berakibat adanya perbedaan hari melaksanakan ibadah seperti puasa Ramadhan atau Hari Raya Idul Fitri. Di Indonesia, perbedaan tersebut pernah terjadi beberapa kali. Pada tahun 1992 (1412 H), ada yang berhari raya Jumat (3 April) mengikuti Arab Saudi, yang yang Sabtu (4 April) sesuai hasil rukyat NU, dan ada pula yang Minggu (5 April) mendasarkan pada Imkanur Rukyat. Penetapan awal Syawal juga pernah mengalami perbedaan pendapat pada tahun 1993 dan 1994. Namun demikian, Pemerintah Indonesia mengkampanyekan bahwa perbedaan tersebut hendaknya tidak dijadikan persoalan, tergantung pada keyakinan dan kemantapan masing-masing, serta mengedepankan toleransi terhadap suatu perbedaan.</p>
<p style="text-align:justify;">Para Ulama dan Pakar Pengetahuan (Astronomi) harus bersinergi tanpa memandang asal Organisasinya, Partainya, kepentingan pribadi, kepentingan golongan atau yang lainnya sehingga masyarakat luas yang merindukan kesejahteraan, keamanan, persaudaraan dan kebahagiaan terpenuhi.</p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#008080;">Selamat Hari Raya &#8220;Idul Fitri 1432 Hijriah</span><br />
<span style="color:#008080;"> &#8220;Taqabbalallhu Minna Wa Minkum</span><br />
<span style="color:#008080;"> Minal &#8216;Aidin Wal Faidzin</span><br />
<span style="color:#008080;"> Mohon Ma&#8217;af Lahir &amp; Batin</span></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/adiwarsito.wordpress.com/2229/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/adiwarsito.wordpress.com/2229/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/adiwarsito.wordpress.com/2229/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/adiwarsito.wordpress.com/2229/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/adiwarsito.wordpress.com/2229/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/adiwarsito.wordpress.com/2229/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/adiwarsito.wordpress.com/2229/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/adiwarsito.wordpress.com/2229/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/adiwarsito.wordpress.com/2229/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/adiwarsito.wordpress.com/2229/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/adiwarsito.wordpress.com/2229/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/adiwarsito.wordpress.com/2229/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/adiwarsito.wordpress.com/2229/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/adiwarsito.wordpress.com/2229/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=adiwarsito.wordpress.com&amp;blog=8265480&amp;post=2229&amp;subd=adiwarsito&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://adiwarsito.wordpress.com/2011/08/30/selamat-hr-idul-fitri-1432-h/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		<georss:point>0.000000 0.000000</georss:point>
		<geo:lat>0.000000</geo:lat>
		<geo:long>0.000000</geo:long>
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/4cf9917edd9a8f74686e1105ef67a553?s=96&#38;d=wavatar&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">adi</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://adiwarsito.files.wordpress.com/2011/08/hilal1.jpg?w=148" medium="image">
			<media:title type="html">hilal</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Cara Belajar Yang Efektif</title>
		<link>http://adiwarsito.wordpress.com/2011/07/27/cara-belajar-yang-efektif/</link>
		<comments>http://adiwarsito.wordpress.com/2011/07/27/cara-belajar-yang-efektif/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 27 Jul 2011 01:12:34 +0000</pubDate>
		<dc:creator>adi</dc:creator>
				<category><![CDATA[It&#039;s Amazing]]></category>
		<category><![CDATA[cara belajar efektif]]></category>
		<category><![CDATA[iqra]]></category>
		<category><![CDATA[niat]]></category>
		<category><![CDATA[refreshing]]></category>
		<category><![CDATA[repeat]]></category>
		<category><![CDATA[review]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://adiwarsito.wordpress.com/?p=2220</guid>
		<description><![CDATA[Banyak cara dan metode yang bisa diterapkan agar belajar kita menjadi efektif dan semua cara/metode tergantung kepada masing-masing. Jadi bagaimana agar belajar kita bisa efektif ? Pada kesempatan apel sabtu pagi untuk pertama kali beberapa hari lalu, selaku penanggungjawab pengelolaan pendidikan yang bertugas memberikan amanah sengaja saya pilih tema bagaimana cara belajar yang baik dan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=adiwarsito.wordpress.com&amp;blog=8265480&amp;post=2220&amp;subd=adiwarsito&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;"><a href="http://adiwarsito.files.wordpress.com/2011/07/butterf7.gif"><img class="alignleft size-full wp-image-2222" title="BUTTERF7" src="http://adiwarsito.files.wordpress.com/2011/07/butterf7.gif?w=450" alt=""   /></a>Banyak cara dan metode yang bisa diterapkan agar belajar kita menjadi efektif dan semua cara/metode tergantung kepada masing-masing. Jadi bagaimana agar belajar kita bisa efektif ? Pada kesempatan apel sabtu pagi untuk pertama kali beberapa hari lalu, selaku penanggungjawab pengelolaan pendidikan yang bertugas memberikan amanah sengaja saya pilih tema bagaimana cara belajar yang baik dan efektif. Cara belajar yang efektif saya singkat dengan<strong> IR5 (Intention, Read, Record, Review, Repeat dan Refreshing)</strong>. Dengan bahasa sederhana saya sampaikan melalui apel waktu itu. Dan dari situlah kemudian saya coba susun artikel berikut setelah saya coba kumpulkan bahan dari berbagai sumber, apakah buku, dari artikel di internet bahkan dari handphone sederhana yang mengiringi setiap waktu. Mudah-mudahan bermanfaat !</p>
<div style="text-align:right;" align="center">
<hr align="center" size="2" width="100%" />
</div>
<p style="text-align:left;"><strong>1. Intention (Niat)</strong></p>
<p style="text-align:justify;">Dari fasilitas dictionary dari handphone Samsung S-5650 saat diketikkan intention, muncul kalimat ‘Intention is an idea or plan of what you are going to do’ yang bila di translate menggunakan indopreterpro intention adalah suatu ide atau rencana dari apa yang kamu rencanakan. Dalam islam niat menurut istilah syar’i adalah bermaksud kepada sesuatu yang disertai perbuatan. Jika bermaksud kepada sesuatu tetapi tidak disertai perbuatan maka ini dinamakan azzam. Imam Nawawi menjelaskan bahwa sabda Rasulullah shalallahu wa ‘alaihi wa sallam Setiap amalan tergantung niatnya dibawa pada sihhatul a’mal (sahnya amalan) atau tashhihul a’mal (pembenaran amal) atau qabulul a’mal (diterimanya amalan) atau kamalul a’mal (sempurnanya amalan).</p>
<p style="text-align:justify;">Dari Amirul Mu’minin Abu Hafs ‘Umar ibnu Al-Khathab radhiyalallahu ta’ala ’anhu berkata: “Saya mendengar Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: <em>‘Sesungguhnya setiap amalan tergantung niatnya, dan setiap orang akan mendapat balasan amal sesuai dengan niatnya… (HR. Bukhari dan Muslim)<span id="more-2220"></span></em></p>
<p style="text-align:justify;">Sebagai ummat Islam tentu kita ingat beberapa hadits terkait menuntut ilmu, diantaranya :</p>
<p style="text-align:justify;"><em>”Tuntutlah ilmu dari masa buaian sampai menjelang masuk liang kubur”.</em><br />
<em> ”Menuntut ilmu hukumnya wajib bagi setiap Muslim”.</em><br />
<em> ”Siapa yang keluar rumah untuk menuntut ilmu maka ia berjuang fisabilillah hingga kembali ke rumahnya”.</em></p>
<p style="text-align:justify;">Kalau istilah pendidikan nasional belajar sepanjang hayat (Long Life Education)</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>2. Read (Membaca)</strong></p>
<p style="text-align:justify;">Tidak ada seorangpun menafikan betapa pentingnya aktivitas membaca di dalam kehidupan. Membaca menjadi akar tunjang kekuatan seseorang individu, malah sesuatu bangsa dan sesebuah negara. Dikatakan bahwa betapa kuat pun sistem keamanan atau sistem ekonomi sebuah negara, pasti akan tumbang juga akhirnya jika tidak didasari oleh ketinggian ilmu pengetahuan. Tahapan awal, sudah tentu ilmu pengetahuan diperoleh melalui proses membaca.</p>
<p style="text-align:justify;">Dituturkan dari Aisyah Radhiyallahu Anhu, bahwa Awal permulaan wahyu yang datang kepada Rasulullah <em>Shallallahu Alaihi wa Sallam</em> ialah berupa mimpi yang hakiki didalam tidur beliau. Beliau tidak melihat sesuatu didalam mimpinya melainkan ada sesuatu yang datang menyerupai fajar subuh. Kemudian beliau suka mengasingkan diri. Beliau menyendiri di gua Hira’ dan beribadah disana, hingga datang kebenaran tatkala beliau sedang berada di gua Hira’. Malaikat mendatangi beliau seraya berkata, <em>“BACALAH!”</em> berikut penutura beliau, <em>“Aku tidak bisa membaca”</em> Dia ( malaikat Jibril ) memegangiku dan merangkulku hingga aku merasa sesak. Kemuadian melepaskanku, seraya berkata lagi, <em>“BACALAH!”</em> Aku menjawab, <em>“Aku tidak bisa membaca.”</em></p>
<p style="text-align:left;">Dia memegangiku dan merangkulku hingga ketiga kalinya hingga aku merasa sesak, kemudian melepaskanku, lalu berkata,</p>
<p style="text-align:right;"> اقْرَأْ بِاسْمِ رَبِّكَ الَّذِي خَلَقَ<br />
خَلَقَ الإنْسَانَ مِنْ عَلَقٍ<br />
اقْرَأْ وَرَبُّكَ الأكْرَمُ<br />
الَّذِي عَلَّمَ بِالْقَلَمِ<br />
عَلَّمَ الإنْسَانَ مَا لَمْ يَعْلَمْ</p>
<p style="text-align:justify;"><em>“Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu Yang menciptakan, Dia telah menciptakan manusia dari segumpal darah. Bacalah, dan Tuhanmulah Yang Maha Pemurah, Yang mengajar (manusia) dengan perantaraan kalam. Dia mengajarkan kepada manusia apa yang tidak diketahuinya.”</em> ( Al-Alaq : 1 – 5 )</p>
<p style="text-align:justify;">Dari “Wawasan Qur’an” karangan Quraish Syihab, makna kata “Iqra” terambil dari akar kata yang berarti menghimpun. Dari menghimpun lahir aneka makna seperti menyampaikan, menelaah, mendalami, meneliti, mengetahui ciri sesuatu, dan membaca teks tertulis maupun tidak. Wahyu pertama itu tidak menjelaskan apa yang harus dibaca, karena Al-Qur’an menghendaki umatnya membaca apa saja selama bacaan tersebut ‘bismi Rabbik’, dalam arti bermanfaat untuk kemanusiaan. ‘Igra” berarti bacalah, telitilah, dalamilah, ketahuilah ciri-ciri sesuatu; bacalah alam, tanda-tanda zaman, sejarah, maupun diri sendiri, yang tertulis maupun yang tidak. Alhasil, objek perintah iqra’ mencakup segala sesuatu yang dapat dijangkaunya.</p>
<p style="text-align:justify;">Menulusuri pandangan Al-Qur’an tentang ilmu pengetahuan dan teknologi, mengundang kita menengok sekian banyak ayat Al-Qur’an yang berbicara tentang alam raya. Menurut sebagian ulama, terdapat sekitar 750 ayat Al-Qur’an yang berbicara tentang alam materi dan fenomenanya, dan yang memerintahkan manusia untuk mengetahui dan memanfaatkan alam ini. Secara tegas dan berulang-ulang Al-Qur’an menyatakan bahwa alam raya diciptakan dan ditundukkan Allah untuk manusia (45:13). Penundukkan tersebut-secara potensial-terlaksana melalui hukum-hukum alam yang ditetapkan Allah dan kemampuan yang dianugerahkan-Nya kepada manusia.</p>
<p style="text-align:justify;">Di tingkatan sekolah, telah terbukti bahawa aktivitas dan kebiasaan membaca di kalangan pelajar telah melahirkan individu yang berprestasi dalam berbagai aspek. Prestasi mereka tidak hanya pada bidang akademik saja, tetapi berperan langsung langsung terhadap keterampilan dan kepribadiannya. Dan bagi sekolah yang telah membiasakan anak didiknya membaca ikut meningkat prestasinya</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>3.   Record (rekam)</strong></p>
<p style="text-align:justify;">Merekam dalam memori otak kita segala sesuatu yang telah kita rasa, lihat, dan dengar. Banyak ragam untuk merekamnya diantaranya adalah daya ingat bisa dilatih dengan membiasakan diri untuk menulis. Hal ini mungkin sudah sering perbincangkan. Ketika anda dulu di bangku sekolah, anda selalu diminta mencatat apa yang diterangkan oleh Bapak dan Ibu Guru. Tujuannya tentu saja agar anda bisa mengulang lagi apa yang diajarkan pada hari itu, dan agar anda mampu mengingat kembali pelajaran tersebut.</p>
<p style="text-align:justify;">Bagaimana dengan anda, apakah anda termasuk orang yang rajin menulis/mencatat informasi yang anda dengar. Apakah ketika di bangku sekolah/kuliah dulu catatan anda menjadi referensi utama bagi teman-teman anda di sekolah?, atau justru anda menjadi pelanggan tetap dari teman anda yang rajin mencatat?.</p>
<p style="text-align:justify;">Meskipun menulis dapat membantu melatih ingatan kita, namun nyatanya masih banyak dari kita yang menulis justru dengan tujuan untuk melupakannya. Maksudnya begini, ketika anda mendengarkan pelajaran/kuliah/seminar atau informasi apapun yang menurut anda penting untuk diingat, anda akan mencatat informasi tersebut dengan harapan bahwa anda tidak perlu lagi mengingat informasi yang baru saja anda dengar. Jika yang terjadi adalah seperti yang disebutkan diatas, maka manfaat dari menulis menjadi tidak ada lagi. Justru sebaliknya, kegiatan menulis tersebut menjadi musuh baru bagi ingatan anda. Mulailah dengan menulis hal-hal kecil di sekitar anda. Mulailah untuk menulis diary atau semacamnya untuk mengetahui seberapa besar ingatan anda terhadap apa yang anda alami seharian ini. Jangan sepelekan efek dari menulis. Meskipun ini salah satu teknik paling sederhana, manfaat yang akan anda dapatkan bisa menjadi sangat luar biasa.</p>
<p style="text-align:justify;">Membaca itu memperkaya ide dan memperbanyak perbendaharaan kosakata yang ada dalam pikiran kita. Sedangkan menulis adalah kegiatan menuangkan ide dan mengeluarkan kosa kata dalam benak pikiran kita. Maka mulailah dnegan banyak membaca dan membaca, apa saja yang anda sukai untuk dibaca. Dengan demikian semakin banyak membaca, semakin banyak ide dan semakin banyak perbendaharaan kosakata, sehingga semakin mudah menuangkannya dalam tulisan.</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>4.   Review (ulasan)</strong></p>
<p style="text-align:justify;">Dari words definition artikata.com didapatkan <strong>mengulas</strong> berarti memberikan penjelasan dan komentar, menafsirkan (penerangan lanjut, pendapat), mempelajari (menyelidiki) sedangkan <strong>ulasan </strong>adalah kupasan, tafsiran atau komentar. Untuk visual arti kata ulasan sebagai berikut.</p>
<p style="text-align:center;"><a href="http://adiwarsito.files.wordpress.com/2011/07/visual_ulas.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-2221" title="visual_ulas" src="http://adiwarsito.files.wordpress.com/2011/07/visual_ulas.jpg?w=380&#038;h=300" alt="" width="380" height="300" /></a></p>
<p style="text-align:justify;"><strong>5.   Repeat (mengulang-ulang)</strong></p>
<p style="text-align:justify;"> Salah satu ciri lembaga pendidikan unggul adalah adanya perhatian pada sisi hafalan, praktek mengajar sebagai penunjang hafalan dan pengembangan dari ilmu yang pernah di dapat, proses belajarnya dilakukan secara bertahap dan dalam waktu yang cukup dan memadai, metode yang dipakai harus dengan cara pengulangan secara terus menerus metode pengajarannya membekas dalam diri pelajar, perhatian terhadap pendidikan ruhaniyah, fikriyah, jismiyah, nafsiyah.</p>
<p style="text-align:justify;">Banyak orang mengira bahwa mengulang dan menghafal pelajaran akan membuat otak tidak berkembang dan tumpul, karena tidak dilatih untuk berpikir. Pernyataan tersebut tidaklah benar, karena sejarah membuktikan bahwa hafalan dan pengulangan ternyata mempunyai kekuatan yang sangat luar biasa.</p>
<p style="text-align:justify;">Hal ini telah diakui para ahli, sebut saja Negara Jepang yang terkenal dengan kemajuan teknologinya. Orang-orang besar mereka di dalam mendidik anak buahnya ternyata menggunakan teori pengulangan dan hafalan. Teori pengulangan tersebut dikenal dengan teori ( Repetitive Magic Power ) yang berarti kekuatan ajaib dalam pengulangan. Di Jepang pola ini diterapkan, di mana para instruktur mewajibkan para siswa eksekutifnya untuk mengucapkan kalimat ‘ saya juara “ seratus kali dalam sehari selama masa latihan. Dan ini dimaksudkan untuk menjaga energi agar tidak hilang.</p>
<p style="text-align:justify;">Rahasia keberhasilan PT Matsushita Kotobuki Elektronik Indonesia , cabang dari PT Matsushita di Jepang yang di pimpin oleh pendirinya Konosuke Matsushita yang telah menginfakkan dari uang saku pribadinya sebanyak 291 Juta USD dan 99 Juta USD dari kas perusahaanya untuk kemanusiaan. Perusahan ini mempunyai karyawan yang berjumlah 6000 orang. Ketika apel pagi, mereka semua diwajibkan untuk selalu membaca dan mengulang-ulang prinsip, yaitu :</p>
<p style="text-align:justify;">1. Untuk selalu berbakti kepada Negara melalui industri.<br />
2. Untuk selalu berlaku jujur , terpercaya dan adil<br />
3. Untuk selalu bekerjasama dengan keselarasan<br />
4. Untuk selalu ramah tamah dan kesatria<br />
5. Untuk selalu menyesuaikan diri dengan perkembangan zaman.<br />
6. Untuk selalu bersyukur dan berterimakasih.</p>
<p style="text-align:justify;">Stephen R. Covey penah mengatakan tentang fungsi kebiasan dan mengulang-ulang suatu perbuatan :</p>
<p style="text-align:justify;"><em>“ Taburlah gagasan , petiklah perbuatan, taburlah perbuatan petiklah kebiasaan, taburlah kebiasaan , petiklah karakter, taburlah karakter, petiklah nasib .</em></p>
<p style="text-align:justify;">William James, seorang ahli psikologi Amerika mengatakan bahwa apa saja yang anda lakukan 45 kali berturut-turut, maka akan menjadi kebiasaan. Menurut Doug Hooper Angka 45 tersebut sangatlah logis. Begitu juga para guru dari Timur telah menjelaskan kebiasaan dengan cara sbb : Kesinambungan suatu pemikiran atau tindakan dalam suatu jangka waktu akan menyebabkan terbentunya sebuah alur, atau saluran di dalam otak. Orang mengatakan bahwa otak itu mirip tanah liat, tempat suatu alur mudah terbentuk. Begitu hal itu terjadi, pemikiran seseorang secara alami akan terus mengalir melalui arah tersebut, sebab hal itu merupakan garis dengan perlawanan yang paling kecil. Tindakannya dilakukan mengikuti bawah sadar atau otomatis. Setelah anda keluar dari “ alur “ atau “ saluran “ lama , maka pikiran anda secara alami akan mengalir melaului saluran yang baru, sementara saluran yang lama berangsung- angsur hilang.[6]</p>
<p style="text-align:justify;">Para santri yang terbiasa belajar dengan cara menghafal dan mengulang-ulang, bahkan kadang secara marathon dan sungguh –sungguh,  ketika lulus dan melanjutkan ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi ternyata tidak ketinggalan juga. Bahkan dalam mengikuti Ujian yang bertaraf nasionalpun mereka mampu bersaing dengan alumnus-alumnus lembaga pendidikan non pesantren.</p>
<p style="text-align:justify;">Menurut teori belajar Herbart ( 1776-1841 ), inti belajar, di samping pemebrian tanggapan yang jelas, ialah pengulangan yang bertujuan untuk memasukkan sesering mungkin ke dalam kesadaran. Pentingnya kebiasaan mengulang suatu pelajaran, akan terlihat jelas juga, ketika anda belajar menyetir mobil atau mengendarai sepeda motor untuk pertama kalinya. Barangkali anda sudah tahu tentang teorinya, hanya karena anda tidak pernah mengulangnya kembali, atau tidak membiasakan diri untuk memakainya, maka anda akan terasa canggung dan asing, ketika mencobanya kembali.</p>
<p style="text-align:justify;">Dalam suatu hadits disebutkan :</p>
<p style="text-align:justify;"><em>Diriwayatkan dari Anas ra, bahwasanya Rosulullah saw jika berbicara suatu masalah diulanginya sampai tiga kali, agar bisa dipahami. “ </em> ( HR Bukhari, no : 95 )</p>
<p style="text-align:justify;">Berikut ini adalah perkataan beberapa ulama tentang hafalan dan pengulangannya :</p>
<ol>
<li>Imam Zuhri dan Hasan Basri berkata : “ Ilmu itu menjadi hilang karena lupa dan tidak pernah diulang-ulang. “</li>
<li>Abdurrahman ibnu Abi Laila berkata : “ Sesungguhnya cara menghidupkan hadist adalah dengan selalu mengulangi-ulanginya kembali. “</li>
<li>Al-Ashma’I pernah ditanya tentang hafalannya yang kuat, padahal teman-temannya sudah lupa, beliau menjawab : “ Ya, karena saya sering mengulangi-ulanginya, sedang mereka tidak mau mengulang-ulanginya kembali. “</li>
<li> ( السبق حرف والتكرار ألف) “ Membaca cepat sama bagikan membaca satu huruf, sedang mengulang-ulang sama dengan membaca seribu huruf. “</li>
<li>( حفظ حرفين خير من سماع وِقْرَيْن ، وفهم حرفين خير من حفظ سطرين)“ Menghafal dua huruf lebih baik dari mendengar dua gendongan buku, memahami dua huruf lebih baik dari menghafal dua baris “</li>
</ol>
<p style="text-align:justify;">Berapa banyak orang yang pernah menghafal Al Qur’an dan mendapatkan Ijazah sebagai sorang hafidh atau hafidhah, karena tidak diulang-ulang kembali, ditambah dengan kesibukannya pada urusan lain, akhirnya Al Qur’an kembali menjadi asing baginya, seakan-akan dia belum pernah menghafalnya sama sekali.</p>
<p style="text-align:justify;">Diantara fungsi hafalan adalah sebagai berikut :</p>
<p style="text-align:justify;">1. Pengetahuan yang dihafal, akan tetap berada dalam otak kita.<br />
2. Mampu mengeluarkan hafalannya setiap saat dengan mudah.<br />
3. Bisa memanfaatkan waktu untuk belajar ilmu lain, selain yang sudah dihafal.<br />
4. Manfaat hafalan juga akan terlihat dengan jelas, ketika bukunya hilang, atau lampunya tiba-tiba mati pada malam hari, atau tiba-tiba ia buta.<br />
5. Bisa memanfaatkan waktu dengan mengulangi hafalannya dimanapun ia berada, ketika sedang menyetir mobil, naik kendaran, sedang di atas pesawat, atau sedang menunggu orang di tengah jalan, bahkan ketika sedang berdiri dalam antrian yang panjang.</p>
<p style="text-align:justify;">Rosulullah saw sendiri menganjurkan siapa saja yang sudah menghafal Al Qur’an agar selalu mengulangi-ulangi terus .</p>
<p style="text-align:right;">تعاهدوا هذا القرآن ، فو الذي نفس محمد بيده لهو أشد تفلتا من الإبل في عقلها</p>
<p style="text-align:justify;">“ <em>Teruslah mengulangi ulang hafalan Al Qur’an, demi Dzat Yang jiwaku di tangan-Nya , hafalan Al Qur’an itu lebih mudah lepas daripada unta yang diikat</em>. ( HR Bukhari dan Muslim )</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>6.   Refreshing (penyegaran kembali)</strong></p>
<p style="text-align:justify;">Setelah aktivitas membaca, menulis, mengulas, mengulang-ulang maka perlu otak kita, jasmani dan rohani kita di refresh (disegarkan) kembali sehingga terasa nyaman dan ringan, sehat dan terasa baru.</p>
<p>Anjuran ahli komputer, sesering mungkin saat kita bekerja kita mengklik refresh agar komputer kita lancar di ajak bekerja karena selalu dalam keadaan ‘segar’ walaupun panas. Jasmani kita akan lelah kalau tidak istirahat sehingga memerlukan ‘refreshing’ atau penyegaran kembali dengan istirahat atau aktivitas ringan yang menyenangkan. Demikian juga rohani kita perlu penyegaran minimal sebanyak 5 kali dalam sehari melalui shalat dan bisa lebih dari itu melalui ibadah lain yang ikhlas kita lakukan.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/adiwarsito.wordpress.com/2220/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/adiwarsito.wordpress.com/2220/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/adiwarsito.wordpress.com/2220/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/adiwarsito.wordpress.com/2220/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/adiwarsito.wordpress.com/2220/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/adiwarsito.wordpress.com/2220/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/adiwarsito.wordpress.com/2220/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/adiwarsito.wordpress.com/2220/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/adiwarsito.wordpress.com/2220/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/adiwarsito.wordpress.com/2220/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/adiwarsito.wordpress.com/2220/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/adiwarsito.wordpress.com/2220/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/adiwarsito.wordpress.com/2220/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/adiwarsito.wordpress.com/2220/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=adiwarsito.wordpress.com&amp;blog=8265480&amp;post=2220&amp;subd=adiwarsito&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://adiwarsito.wordpress.com/2011/07/27/cara-belajar-yang-efektif/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		<georss:point>0.000000 0.000000</georss:point>
		<geo:lat>0.000000</geo:lat>
		<geo:long>0.000000</geo:long>
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/4cf9917edd9a8f74686e1105ef67a553?s=96&#38;d=wavatar&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">adi</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://adiwarsito.files.wordpress.com/2011/07/butterf7.gif" medium="image">
			<media:title type="html">BUTTERF7</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://adiwarsito.files.wordpress.com/2011/07/visual_ulas.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">visual_ulas</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Evaluasi Diri Sekolah (School Self Evaluation)</title>
		<link>http://adiwarsito.wordpress.com/2011/07/26/evaluasi-diri-sekolah-school-self-evaluation/</link>
		<comments>http://adiwarsito.wordpress.com/2011/07/26/evaluasi-diri-sekolah-school-self-evaluation/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 26 Jul 2011 02:03:06 +0000</pubDate>
		<dc:creator>adi</dc:creator>
				<category><![CDATA[informasi]]></category>
		<category><![CDATA[EDS]]></category>
		<category><![CDATA[Evaluasi Diri Sekolah]]></category>
		<category><![CDATA[instrumen eds]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://adiwarsito.wordpress.com/?p=2206</guid>
		<description><![CDATA[Istirahat Penuh Aktivitas. Istirahat yang dimaksudkan disini adalah hampir 2 bulan (pasnya 54 hari) sejak 3 Juni 2011 tidak satupun artikel/informasi edukasi saya buat untuk di&#8217;posting&#8217; di ASaFN2 ini. Sebenarnya bahan justru luar biasa banyaknya tetapi aktivitas yang demikian padat , mulai dari tahap perencanaan, seleksi dan penempatan santri mondok, selanjutnya kegiatan pembetahan awal yang [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=adiwarsito.wordpress.com&amp;blog=8265480&amp;post=2206&amp;subd=adiwarsito&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;"><a href="http://adiwarsito.files.wordpress.com/2011/07/customer.gif"><img class="alignleft size-full wp-image-2207" title="CUSTOMER" src="http://adiwarsito.files.wordpress.com/2011/07/customer.gif?w=450" alt=""   /></a>Istirahat Penuh Aktivitas. Istirahat yang dimaksudkan disini adalah hampir 2 bulan (pasnya 54 hari) sejak 3 Juni 2011 tidak satupun artikel/informasi edukasi saya buat untuk di&#8217;posting&#8217; di ASaFN2 ini. Sebenarnya bahan justru luar biasa banyaknya tetapi aktivitas yang demikian padat , mulai dari tahap perencanaan, seleksi dan penempatan santri mondok, selanjutnya kegiatan pembetahan awal yang harus dipantau dan dicari solusi pemecahan segera kalau ditemui kendala. Sudah 5 tahun lebih amanah sebagai direktur di salah satu ponpes di sulawesi selatan saya emban. Sebagai PNS yang ditempatkan juga di SMA memegang kurikulum dan mengajar dengan jumlah jam tertentu terkait sertifikasi  merupakan aktivitas utama yang begitu menyita waktu, apalagi di awal Tahun Ajaran serti saat ini. Alhamdulillah, semua dapat berjalan dengan lancar. Yang terakhir adalah kegiatan evaluasi diri sekolah (EDS)</p>
<hr />
<p style="text-align:justify;">Menjadi bagian dari Tim Pengembang Sekolah (TPS) kaitannya dengan Evaluasi Diri Sekolah (EDS)  harus membiasakan diri berfikir, bertindak dan mengambil keputusan yang obyektif (jujur) terhadap 8 standar pada Instrumen EDS dengan tujuan kondisi riil di sekolah/Madrasah hasilnya menjadi  masukan dan dasar penyusunan  Rencana  Pengembangan Sekolah (RPS) dalam upaya peningkatan kinerja sekolah.</p>
<p style="text-align:justify;">Beberapa informasi ringkas tentang EDS dibawah sebagai pengingat bagi TPS dapat dilihat di bawah ini:</p>
<p style="text-align:justify;"> <strong>1.</strong><strong> </strong><strong> Apakah yang dimaksud dengan Evaluasi Diri Sekolah?</strong></p>
<ul style="text-align:justify;">
<li> Evaluasi diri sekolah adalah proses yang mengikutsertakan semua pemangku kepentingan  untuk membantu sekolah dalam menilai mutu penyelenggaraan pendidikan berdasarkan indikator-indikator kunci yang mengacu pada 8 Standar Nasional Pendidikan (SNP).</li>
<li>Melalui EDS kekuatan dan kemajuan sekolah dapat diketahui dan aspek-aspek yang memerlukan peningkatan dapat diidentifikasi.</li>
<li>Proses evaluasi diri sekolah merupakan siklus, yang dimulai dengan pembentukan TPS, pelatihan penggunaan Instrumen, pelaksanaan EDS di sekolah dan penggunaan hasilnya sebagai dasar penyusunan RPS/RKS dan RAPBS/RKAS.<span id="more-2206"></span></li>
<li>TPS mengumpulkan informasi dari berbagai sumber untuk menilai kinerja sekolah berdasarkan indikator-indikator yang dirumuskan dalam Instrumen. Kegiatan ini melibatkan semua  pendidik dan tenaga kependidikan di  sekolah  untuk memperoleh informasi dan pendapat dari seluruh pemangku kepentingan sekolah.</li>
<li>EDS juga akan melihat  visi dan misi sekolah. Apabila sekolah belum memiliki visi dan misi, maka  diharapkan kegiatan ini akan memacu sekolah membuat atau memperbaiki visi dan misi dalam mencapai  kinerja sekolah yang diinginkan.</li>
<li>Hasil EDS digunakan sebagai bahan untuk menetapkan aspek  yang menjadi prioritas dalam rencana peningkatan dan pengembangan sekolah pada RPS/RKS dan RAPBS/RKAS.</li>
<li>Laporan hasil EDS digunakan oleh Pengawas untuk kepentingan Monitoring Sekolah oleh Pemerintah Daerah (MSPD) sebagai bahan penyusunan perencanaan pendidikan pada tingkat kabupaten/kota.</li>
</ul>
<p style="text-align:justify;"><strong>2.  Apa yang diperoleh sekolah dari hasil EDS?</strong></p>
<ul style="text-align:justify;">
<li>Seberapa baik kinerja sekolah? Dengan EDS akan diperoleh informasi  mengenai pengelolaan sekolah yang telah memenuhi SNP untuk digunakan sebagai dasar penyusunan RPS/RKS dan RAPBS/RKAS.</li>
<li>Bagaimana mengetahui kinerja sekolah sesungguhnya? Dengan EDS akan diperoleh informasi tentang kinerja sekolah yang sebenarnya dan informasi tersebut diverifikasi dengan bukti-bukti fisik yang sesuai.</li>
<li>Bagaimana memperbaiki kinerja sekolah? Sekolah menggunakan informasi yang dikumpulkan dalam EDS untuk menetapkan apa yang menjadi prioritas bagi peningkatan sekolah dan digunakan untuk mempersiapkan RPS/RKS dan RAPBS/RKAS.</li>
</ul>
<p style="text-align:justify;"><strong>3.</strong> <strong>Keuntungan apa yang akan diperoleh sekolah dari EDS?</strong></p>
<ul style="text-align:justify;">
<li>Sekolah mampu mengidentifikasi kekuatan dan kelemahan yang dimilikinya sebagai dasar penyusunan rencana  pengembangan lebih lanjut.</li>
<li>Sekolah mampu mengenal peluang untuk memperbaiki mutu pendidikan,  menilai keberhasilan  upaya peningkatan, dan melakukan penyesuaian program-program yang ada.</li>
<li>Sekolah mampu mengetahui tantangan yang dihadapi dan mendiagnosis jenis kebutuhan yang diperlukan untuk perbaikan.</li>
<li>Sekolah dapat mengetahui tingkat pencapaian kinerja berdasarkan 8 SNP.</li>
<li>Sekolah dapat menyediakan laporan resmi kepada para pemangku kepentingan tentang kemajuan dan hasil yang dicapai.</li>
</ul>
<p style="text-align:justify;"><strong>4.</strong> <strong>Seberapa sering sekolah melakukan EDS?</strong></p>
<ul style="text-align:justify;">
<li><strong> </strong>Sekolah melakukan proses EDS setiap tahun sekali.</li>
</ul>
<p style="text-align:justify;"><strong>5.</strong> <strong>Bagaimana bentuk Instrumen EDS? </strong></p>
<ul style="text-align:justify;">
<li>Instrumen EDS terdiri dari 8 (delapan) bagian sesuai  dengan 8 SNP. Setiap bagian terdiri atas :
<ul>
<li>Serangkaian pertanyaan terkait dengan SNP sebagai dasar bagi sekolah dalam memperoleh informasi kinerjanya  yang bersifat kualitatif.</li>
<li>Setiap standar bisa terdiri dari beberapa aspek  yang memberikan gambaran lebih menyeluruh .</li>
<li>Setiap aspek dari standar terdiri dari 4 tingkat pencapaian : tingkat pencapaian 1 berarti kurang, 2 berarti sedang, 3 berarti baik, dan 4 berarti amat baik.</li>
<li>Tiap tingkatan pencapaian mempunyai beberapa indikator.</li>
<li>Pada bagian akhir dari aspek setiap standar, terdapat halaman rekapitulasi untuk menuliskan hasil penilaian pencapaian yang diperoleh. Halaman rekapitulasi ini terdiri dari bukti fisik yang menguatkan pengakuan atas tingkat pencapaian, deskripsi umum temuan yang diperoleh untuk menilai aspek tersebut, dan penentuan tingkat pencapaian kinerja sekolah.</li>
<li>Sejumlah pertanyaan terkait dengan 8 SNP yang paling erat hubungannya dengan mutu pembelajaran dan aspek-aspek yang perlu dikembangkan  bagi keperluan penyusunan rencana peningkatan sekolah.</li>
<li>Tingkat pencapaian pada tiap Standar dalam Instrumen ini dapat digunakan sekolah untuk menilai kinerjanya pada standar tertentu.</li>
</ul>
</li>
</ul>
<p style="text-align:justify;"><strong>6.</strong>  <strong>Bagaimana sekolah menggunakan tingkat pencapaian?</strong></p>
<ul style="text-align:justify;">
<li>Anggota TPS secara bersama mencermati Instrumen EDS pada setiap aspek dari setiap standar. Sebaiknya perlu disiapkan peraturan menteri, indikator atau peraturan pemerintah yang berkaitan dengan SNP sebagai rujukan.</li>
<li>Berdasarkan kondisi nyata sekolah, anggota TPS menilai apakah sekolah mereka termasuk dalam tingkatan 1, 2, 3 atau 4 dalam pencapaian 8 SNP ini. Misalnya pada Standar Isi ada aspek kesesuaian dan relevansi kurikulum serta aspek penyediaan kebutuhan untuk pengembangan diri. Bisa saja aspek kesesuaian dan relevansi kurikulum berada di tingkat 4, tapi aspek kebutuhan untuk pengembangan diri ada di tingkat 2.  Ini tidak menjadi masalah.  Tingkat pencapaian  pada setiap standar  menggambarkan keadaan seperti apa kondisi  kinerja sekolah pada saat dilakukan penialian  terkait dengan pertanyaan tertentu.</li>
<li>Setelah menentukan tingkat pencapaiannya, sekolah perlu menyertakan bukti fisik atas pengakuannya. Contoh bukti fisik atas keikutsertaan masyarakat dalam kehidupan sekolah berupa rapat komite sekolah, notulen, daftar hadir, dan undangan.</li>
<li>Hasil semua penilaian dan penentuan tingkat pencapaian kinerja sekolah untuk aspek tertentu pada setiap standar ditulis pada lembar laporan penilaian atau rekapitulasi dengan menyertakan bukti fisik yang sesuai (lihat keterangan pada nomor 5 di atas).</li>
<li>Sekolah menetapkan tingkat pencapaian kinerja dan bukan hanya sekedar memberikan tanda cek (contreng)  pada setiap butir dalam Instrumen EDS.</li>
<li>Tingkat pencapaian kinerja sekolah bisa berbeda dalam aspek yang berbeda pula. Hal ini penting sebab sekolah harus memberikan laporan kinerja apa adanya. Dalam pelaksanaan EDS yang dilakukan setiap tahun, sekolah mempunyai dasar nyata  aspek dan standar yang memerlukan perbaikan secara terus-menerus.</li>
<li>Dengan menggunakan Instrumen EDS ini,  sekolah dapat mengukur dampak kinerjanya terhadap pembelajaran peserta didik. Sekolah juga dapat memeriksa hasil dan tindak lanjutnya terhadap perbaikan layanan pembelajaran yang diberikan  dalam memenuhi kebutuhan pembelajaran peserta didik.</li>
</ul>
<p style="text-align:justify;"><strong>7</strong>. <strong>Jenis bukti apa yang dapat ditunjukkan?</strong></p>
<ul style="text-align:justify;">
<li>Bukti fisik yang menggambarkan tingkat pencapaian harus sesuai dengan aspek atau standar yang dinilai. Untuk itu perlu dimanfaatkan berbagai sumber informasi yang dapat dijadikan sebagai bukti fisik misalnya kajian catatan, hasil observasi, dan hasil wawancara/konsultasi dengan pemangku kepentingan seperti komite sekolah, orang tua, guru-guru, siswa, dan unsur lain yang terkait.</li>
<li>Perlu diingat bahwa informasi kualitatif yang menggambarkan kenyataan dapat berasal dari informasi kuantitatif. Sebagai contoh, Rencana Pelaksanaan Pengajaran (RPP) tidak sekedar merupakan catatan mengenai bagaimana pengajaran dilaksanakan. Keberadaan dokumen kurikulum bukan satu-satunya bukti bahwa kurikulum telah dilaksanakan.</li>
<li>Berbagai jenis bukti fisik dapat digunakan sekolah sebagai bukti tingkat pencapaian tertentu. Selain itu, sekolah perlu juga menunjukkan sumber bukti fisik lainnya yang sesuai.</li>
</ul>
<p style="text-align:justify;"><strong>8.</strong><strong> </strong><strong>Bagaimana proses EDS membantu penyusunan rencana pengembangan sekolah?</strong></p>
<ul style="text-align:justify;">
<li>TPS menganalisis informasi yang dikumpulkan, menggunakannya untuk mengidentifikasi dan menetapkan prioritas yang selanjutnya menjadi dasar penyusunan RPS/RKS dan RAPBS/RKAS.</li>
<li>Berdasarkan hasil EDS, sekolah mengembangkan RPS dengan prioritas peningkatan mutu kinerja sekolah yang dirumuskan secara jelas, dapat diobservasi dan diukur.  Dengan demikian, RPS menjadi dokumen kinerja sekolah yang meliputi aspek implementasi, skala prioritas, batas waktu, dan ukuran keberhasilannya.</li>
<li>Proses EDS berkaitan dengan aspek perubahan dan peningkatan. Upaya perubahan dan peningkatan tersebut hanya bermanfaat apabila diwujudkan dalam perencanaan bagi peningkatan mutu pendidikan dan hasil belajar  peserta didik. Diharapkan dengan adanya ragam data dan informasi yang diperoleh dari hasil EDS, sekolah bukan saja dapat merumuskan perencanaan pengembangan dengan tepat, akan tetapi penilaian kemajuan di masa depan juga akan lebih mudah dilakukan dengan tersedianya data yang dapat dipercaya. Hal tersebut dengan sendirinya memudahkan sekolah untuk menunjukkan hasil-hasil upaya peningkatan mereka setiap saat.</li>
</ul>
<p style="text-align:justify;"><strong>9.</strong><strong> </strong><strong>Laporan apa yang perlu disiapkan?</strong></p>
<p style="text-align:justify;"><strong> </strong>·       Sekolah menyusun laporan hasil EDS dengan menggunakan format yang terpisah, yang menyajikan tingkat pencapaian serta bukti-bukti yang digunakannya. Hasil EDS digunakan untuk dasar penyusunan RPS sekolah, namun dilaporkan juga  ke Kantor Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota atau Kandepag untuk dianalisis lanjut dengan memanfaatkan EMIS (Educational Management Information System/Sistem Informasi Manajemen Pendidikan) bagi keperluan perencanaan dan berbagai kegiatan peningkatan mutu lainnya.</p>
<ul>
<li style="text-align:justify;">Laporan sekolah yang mengungkapkan berbagai temuan dapat digunakan untuk melakukan validasi internal (menilai dan mencocokkan) oleh pengawas sekolah, dan validasi external dengan menggunakan beberapa sekolah oleh Kelompok Kerja Pengawas Sekolah (KKPS) pada tingkat kecamatan dengan bantuan staf penjaminan mutu dari LPMP.</li>
<li style="text-align:justify;">Hasil EDS merupakan bagian yang penting dalam kegiatan monitoring kinerja sekolah oleh pemerintah daerah dalam rangka penjaminan dan peningkatan mutu pendidikan.</li>
</ul>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/adiwarsito.wordpress.com/2206/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/adiwarsito.wordpress.com/2206/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/adiwarsito.wordpress.com/2206/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/adiwarsito.wordpress.com/2206/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/adiwarsito.wordpress.com/2206/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/adiwarsito.wordpress.com/2206/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/adiwarsito.wordpress.com/2206/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/adiwarsito.wordpress.com/2206/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/adiwarsito.wordpress.com/2206/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/adiwarsito.wordpress.com/2206/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/adiwarsito.wordpress.com/2206/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/adiwarsito.wordpress.com/2206/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/adiwarsito.wordpress.com/2206/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/adiwarsito.wordpress.com/2206/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=adiwarsito.wordpress.com&amp;blog=8265480&amp;post=2206&amp;subd=adiwarsito&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://adiwarsito.wordpress.com/2011/07/26/evaluasi-diri-sekolah-school-self-evaluation/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		<georss:point>0.000000 0.000000</georss:point>
		<geo:lat>0.000000</geo:lat>
		<geo:long>0.000000</geo:long>
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/4cf9917edd9a8f74686e1105ef67a553?s=96&#38;d=wavatar&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">adi</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://adiwarsito.files.wordpress.com/2011/07/customer.gif" medium="image">
			<media:title type="html">CUSTOMER</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Kritik Sosial Sebagai Respon Tindakan &#8216;Asosial&#8217;</title>
		<link>http://adiwarsito.wordpress.com/2011/06/03/kritik-sosial-sebagai-respon-tindakan-asosial/</link>
		<comments>http://adiwarsito.wordpress.com/2011/06/03/kritik-sosial-sebagai-respon-tindakan-asosial/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 03 Jun 2011 09:29:38 +0000</pubDate>
		<dc:creator>adi</dc:creator>
				<category><![CDATA[1]]></category>
		<category><![CDATA[It&#039;s Amazing]]></category>
		<category><![CDATA[al hujuraat 13]]></category>
		<category><![CDATA[kritik sosial bagi asosial]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://adiwarsito.wordpress.com/?p=2182</guid>
		<description><![CDATA[Sehari setelah selesai mengikuti Seminar Internasional ‘Gerakan Anti Radikalisme’ Di Makassar, 25 Mei 2011 di Balai Prajurit Jenderal M. Yusuf saya membuat artikel yang sempat pula saya sampaikan dalam sebuah apel pagi yang berjudul ‘Antara Ada Dan Tiada’.  Saya kembali teringat karena ketiadaan sesuatu sehingga memunculkan sesuatu yang lain. Dalam sebuah forum rapat di negeri [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=adiwarsito.wordpress.com&amp;blog=8265480&amp;post=2182&amp;subd=adiwarsito&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;"><a href="http://adiwarsito.files.wordpress.com/2011/06/sosial.jpg"><img class="alignleft size-thumbnail wp-image-2184" title="sosial" src="http://adiwarsito.files.wordpress.com/2011/06/sosial.jpg?w=150&#038;h=136" alt="" width="150" height="136" /></a>Sehari setelah selesai mengikuti Seminar Internasional ‘Gerakan Anti Radikalisme’ Di Makassar, 25 Mei 2011 di Balai Prajurit Jenderal M. Yusuf saya membuat artikel yang sempat pula saya sampaikan dalam sebuah apel pagi yang berjudul ‘<a href="http://adiwarsito.wordpress.com/2011/05/29/ada-dan-tiada/">Antara Ada Dan Tiada</a>’.  Saya kembali teringat karena ketiadaan sesuatu sehingga memunculkan sesuatu yang lain. Dalam sebuah forum rapat di negeri beragam suku budaya, seorang dengan inisial elpe ( he.he, bukan lauk-pauk lho) yang berpendidikan ‘level tinggi’ mengatakan kalimat perbandingan ber‘level rendah’. Saya katakan ber’level rendah’ karena ada kalimat lontarannya yang (1). sangat diskriminatif dan cenderung menyerang kelompok, suku tertentu, (2). tidak mencermati siapa-siapa yang hadir dan kalimat apa yang seharusnya cocok dan tepat untuk diucapkan sehingga dapat menyinggung orang/suku lain, (3) beberapa kalimatnya saling bertentangan, disaat tertentu mengatakan ‘pluralis’ di saat yang lain pedas terucap kalimat-kalimat diskriminatifnya. Atau mungkin sudah menjadi kebiasaan sehingga walaupun tahu keberagaman yang hadir tetapi karena dorongan dari dalam sehingga kalimat diskriminatifnya tetap meluncur deras keluar. Saya sebut kebiasaan karena saya sudah beberapa kali merasakan semburan dikriminatifnya.</p>
<hr />
<p style="text-align:justify;">Bhinneka Tunggal Ika adalah sebuah kodrat. Allah sudah mengingatkan kita semua akan hal itu, bahkan  diciptakan-Nya dengan sebuah tujuan, mudah-mudahan yang bersangkutan mengingat kembali ayat berikut. Dalam QS.Al Hujuraat  13 yang artinya :</p>
<p style="text-align:right;"> يَا أَيُّهَا النَّاسُ إِنَّا خَلَقْنَاكُم مِّن ذَكَرٍ وَأُنثَى وَجَعَلْنَاكُمْ شُعُوباً وَقَبَائِلَ لِتَعَارَفُوا إِنَّ أَكْرَمَكُمْ عِندَ اللَّهِ أَتْقَاكُمْ إِنَّ اللَّهَ عَلِيمٌ خَبِيرٌ</p>
<p style="text-align:justify;"> Artinya : “<strong>Hai manusia, sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling kenal mengenal. Sesungguhnya orang yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah ialah orang yang paling bertakwa di antara kamu. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal</strong>”<span id="more-2182"></span></p>
<p style="text-align:justify;">Menurut Faturochman dari Fakultas Psikologi UGM tentang Model-model Psikologi Kebhinekaan bahwa Persatuan Indonesia secara politis sudah didefinisikan dalam semboyan Bhinneka Tunggal Ika dan salah satu sila dasar negara tetapi secara psikologis masih belum jelas. Dari perspektif psikologi sosial, ada beberapa model persatuan dalam kebhinnekaan.</p>
<ol>
<li style="text-align:justify;"><strong>Model dekategorisasi dan personalisasi</strong>. Maksudnya, dari berbagai suku, golongan serta kelompok yang mengalami salinasi kategori atau identitas kelompok sangat kuat, dilakukan upaya agar identitas kelompok hilang.</li>
<li style="text-align:justify;"><strong>Model</strong> <strong>rekategorisasi</strong>, yaitu melebur kategori “kami” dan “mereka” menjadi “kita”. Sepintas upaya rekategorisasi untuk membentuk identitas Indonesia merupakan upaya ideal. Kenyataan menunjukkan bahwa upaya ini tidak berhasil.</li>
<li style="text-align:justify;"><strong>Model </strong> <strong>diferensiasi mutual</strong>. Model ini mengakui adanya perbedaan-perbedaan tetapi mereka memiliki peran-peran yang komplementer yang akan mendukung keberhasilan tujuan umum.</li>
<li style="text-align:justify;"><strong>Model hibrida</strong>. Model ini mengakui bahwa individu pada umumnya memiliki lebih dari satu identitas. Orang dengan identitas seperti ini bisa saja memperlakukan identitas dirinya secara hirarkhis atau memiliki persilangan kategori. Di era global seperti sekarang ini tampaknya model hibrida ini akan lebih berkembang sekaligus dapat mengakomodasi kepentingan berbagai pihak tanpa perlu penyeragaman. Untuk mengikat model hibrida dalam persatuan bangsa masih diperlukan pengembangan aspek psikologis lain, di antaranya adalah penghormatan, kepercayaan, keadilan, kebijaksanaan, dan pemaafan atas kesalahan pihak lain</li>
</ol>
<p style="text-align:justify;">Dengann carut marutnya kebhinekaan kita, tidaklah salah bila ada orang yang apatis, tidak lagi ingin mendengar dan melihat apa yang sedang terjadi. Pada sisi lain, banyak pula orang masih menikmatinya, menunggu-nunggu munculnya kejelekan lainnya, siap terlibat dalam perkara kejelekan itu, atau menjadi pengobarnya. Ada juga yang optimis dengan keadaan bangsa ini setelah melakukan analisis secara faktual dan rasional.</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Pertanyaannya, masih dominankan kelompok orang yang sungguh-sungguh dan tulus menghendaki situasi negeri ini membaik?</strong></p>
<p style="text-align:justify;">Pertanyaan ini muncul karena mencari kriteria sungguh-sungguh dan tulus itu ternyata sulit. Sering orang mengatakan dia ikhlas tetapi justru itulah indikasi ketidakikhlasan, karena ikhlas tidak harus selalu dibahas tetapi  tindakan dan pekerjaan kita sebagai buktinya. Hampir setiap orang menyatakan ingin berbuat baik, namun fakta menunjukkan sebaliknya, tidak terkecuali sosok yang ‘berpendidikan tinggi’ namun lisannya sebagai cerminan diri ber’level rendah’.</p>
<p style="text-align:justify;">Atau bisa jadi kebiasaan tersebut muncul karena itulah ‘barang dagangannya’ untuk menjadikannya tetap eksis di lingkungan tertentu yang sefaham dengannya.  Ini sebuah kritik sosial sebagai respon ‘tindakan asosial’ , yang mudah-mudahan berguna.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/adiwarsito.wordpress.com/2182/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/adiwarsito.wordpress.com/2182/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/adiwarsito.wordpress.com/2182/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/adiwarsito.wordpress.com/2182/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/adiwarsito.wordpress.com/2182/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/adiwarsito.wordpress.com/2182/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/adiwarsito.wordpress.com/2182/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/adiwarsito.wordpress.com/2182/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/adiwarsito.wordpress.com/2182/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/adiwarsito.wordpress.com/2182/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/adiwarsito.wordpress.com/2182/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/adiwarsito.wordpress.com/2182/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/adiwarsito.wordpress.com/2182/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/adiwarsito.wordpress.com/2182/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=adiwarsito.wordpress.com&amp;blog=8265480&amp;post=2182&amp;subd=adiwarsito&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://adiwarsito.wordpress.com/2011/06/03/kritik-sosial-sebagai-respon-tindakan-asosial/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		<georss:point>0.000000 0.000000</georss:point>
		<geo:lat>0.000000</geo:lat>
		<geo:long>0.000000</geo:long>
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/4cf9917edd9a8f74686e1105ef67a553?s=96&#38;d=wavatar&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">adi</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://adiwarsito.files.wordpress.com/2011/06/sosial.jpg?w=150" medium="image">
			<media:title type="html">sosial</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Soal &amp; Materi Flash : Olimpiade Sains Nasional Tingkat Propinsi Ilmu Kebumian</title>
		<link>http://adiwarsito.wordpress.com/2011/06/03/materi-osp-kebumian/</link>
		<comments>http://adiwarsito.wordpress.com/2011/06/03/materi-osp-kebumian/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 03 Jun 2011 01:36:23 +0000</pubDate>
		<dc:creator>adi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Soal-Soal]]></category>
		<category><![CDATA[Materi Ilmu Kebumian]]></category>
		<category><![CDATA[olimpiade kebumian]]></category>
		<category><![CDATA[OSN Tingkat Propinsi]]></category>
		<category><![CDATA[OSP kebumian]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://adiwarsito.wordpress.com/?p=2166</guid>
		<description><![CDATA[Semakin dekat ya OSP bagi adik siswa/siswi yang akan mewakili masing-masing Kabupaten/Kotanya. Barangkali perlu diketahui juga ketentuan-ketentuan dan mengerjakan Soal Seleksi Tingkat Propinsi untuk Olimpiade Dains Nasional Bidang Ilmu Kebumian. Mengacu ke Seleksi Tahun 2010, kurang lebih ketentuan nantinya juga tidak jauh berbeda ( mungkin..) Ketentuan yaitu : Tes terbagi 2 tahap, yaitu pilihan berganda [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=adiwarsito.wordpress.com&amp;blog=8265480&amp;post=2166&amp;subd=adiwarsito&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;"><a href="http://adiwarsito.files.wordpress.com/2011/06/kebumian.jpg"><img class="alignleft size-full wp-image-2167" title="kebumian" src="http://adiwarsito.files.wordpress.com/2011/06/kebumian.jpg?w=450" alt=""   /></a>Semakin dekat ya OSP bagi adik siswa/siswi yang akan mewakili masing-masing Kabupaten/Kotanya. Barangkali perlu diketahui juga ketentuan-ketentuan dan mengerjakan Soal Seleksi Tingkat Propinsi untuk Olimpiade Dains Nasional Bidang Ilmu Kebumian. Mengacu ke Seleksi Tahun 2010, kurang lebih ketentuan nantinya juga tidak jauh berbeda ( mungkin..)</p>
<hr />
<p style="text-align:justify;"><strong>Ketentuan yaitu :</strong></p>
<ol>
<li><span style="color:#339966;">Tes terbagi 2 tahap, yaitu pilihan berganda dan esai</span></li>
<li><span style="color:#339966;"> Waktu mengerjakan tes total 2 jam 30 menit (150 menit) tanpa istirahat</span></li>
<li><span style="color:#339966;"> Test pilihan ganda : 1 jam 30 menit (90 menit)</span></li>
<li><span style="color:#339966;"> Test esai : 1 jam (60 menit)</span></li>
<li><span style="color:#339966;"> Nilai pilihan ganda : untuk setiap soal jawaban benar bernilai 1 (satu), jawaban salah bernilai &#8211; 0,5 (minus setengah), jawaban kosong bernilai 0 (nol)</span></li>
<li><span style="color:#339966;"> Nilai untuk esai : untuk setiap soal berkisar 0 &#8211; 8</span></li>
<li><span style="color:#339966;"> Peserta diperbolehkan membawa kalkulator</span></li>
</ol>
<p style="text-align:justify;">Nah, buat menunjang, saya uplaod di Ziddu.com materi kaitannya dengan OSP Kebumian dalam format file .swf mudah-mudahan bermanfaat dan silahkan di download !</p>
<p><a href="http://www.ziddu.com/download/15223430/minerals.swf.html">Minerals</a><br />
<a href="http://www.ziddu.com/download/15223475/rocks.swf.html">Rocks</a><br />
<a href="http://www.ziddu.com/download/15223476/magmatism.swf.html">Magmatism</a><br />
<a href="http://www.ziddu.com/download/15223474/metamorphism.swf.html">Metamorphism</a><br />
<a href="http://www.ziddu.com/download/15223473/earthsinterior.swf.html">Earthsinterior</a><br />
<a href="http://www.ziddu.com/download/15223477/platetectonics.swf.html">Plate Tectonics</a><br />
<a href="http://www.ziddu.com/download/15223527/structure.swf.html">Structure</a><br />
<a href="http://www.ziddu.com/download/15223530/mountains.swf.html">Mountains</a><br />
<a href="http://www.ziddu.com/download/15223525/volcanoes.swf.html">Volcanoes</a><br />
<a href="http://www.ziddu.com/download/15223531/earthquakes.swf.html">Earthquakes</a><br />
<a href="http://www.ziddu.com/download/15223526/geol_time_eng.swf.html">Geol-Time-Eng</a><br />
<a href="http://www.ziddu.com/download/15223529/dating.swf.html">Dating</a><br />
<a href="http://www.ziddu.com/download/15223528/ress_eng.swf.html">Ress-Eng</a></p>
<p>Untuk Soal Seleksi Tingkat Propinsi Olimpiade Sains Nasional 2010 Bidang Ilmu Kebumian silahkan download dibawah ini.</p>
<p><a href="http://adiwarsito.files.wordpress.com/2011/06/soal-olimpiade-propinsi-2010.pdf">Soal Seleksi Tingkat Propinsi Olimpiade Sains Nasional 2010 Bidang Ilmu Kebumian</a></p>
<p>Selamat Berlomba !</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/adiwarsito.wordpress.com/2166/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/adiwarsito.wordpress.com/2166/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/adiwarsito.wordpress.com/2166/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/adiwarsito.wordpress.com/2166/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/adiwarsito.wordpress.com/2166/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/adiwarsito.wordpress.com/2166/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/adiwarsito.wordpress.com/2166/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/adiwarsito.wordpress.com/2166/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/adiwarsito.wordpress.com/2166/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/adiwarsito.wordpress.com/2166/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/adiwarsito.wordpress.com/2166/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/adiwarsito.wordpress.com/2166/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/adiwarsito.wordpress.com/2166/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/adiwarsito.wordpress.com/2166/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=adiwarsito.wordpress.com&amp;blog=8265480&amp;post=2166&amp;subd=adiwarsito&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://adiwarsito.wordpress.com/2011/06/03/materi-osp-kebumian/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		<georss:point>0.000000 0.000000</georss:point>
		<geo:lat>0.000000</geo:lat>
		<geo:long>0.000000</geo:long>
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/4cf9917edd9a8f74686e1105ef67a553?s=96&#38;d=wavatar&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">adi</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://adiwarsito.files.wordpress.com/2011/06/kebumian.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">kebumian</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Olimpiade Sains Propinsi (OSP) : Materi Kebumian</title>
		<link>http://adiwarsito.wordpress.com/2011/06/02/olimpiade-sains-propinsi-osp-materi-kebumian/</link>
		<comments>http://adiwarsito.wordpress.com/2011/06/02/olimpiade-sains-propinsi-osp-materi-kebumian/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 02 Jun 2011 04:01:42 +0000</pubDate>
		<dc:creator>adi</dc:creator>
				<category><![CDATA[informasi]]></category>
		<category><![CDATA[Soal-Soal]]></category>
		<category><![CDATA[Ilmu Kebumian]]></category>
		<category><![CDATA[olimpiade sains nasional]]></category>
		<category><![CDATA[OSP]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://adiwarsito.wordpress.com/?p=2162</guid>
		<description><![CDATA[Selamat saya ucapkan buat adik-siswa SMA yang lolos mewakili masing-masing Kabupaten/Kotanya untuk kembali berlomba pada Olimpiade Sains Nasional Tingkat Propinsi. Insya&#8217;Allah, 2-3 hari lagi akan berjuang menyelesaikan soal OSP. Saya tampilkan materi-materi Ilmu Kebumian pada Olimpiade Sains Nasional Tingkat Propinsi. A. Konsep Ilmu Kebumian Teori terjadinya alam semesta Evolusi Tata Surya Pemadatan Bumi Sayatan/struktur dalam [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=adiwarsito.wordpress.com&amp;blog=8265480&amp;post=2162&amp;subd=adiwarsito&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://adiwarsito.files.wordpress.com/2011/06/osn.jpg"><img class="alignleft size-thumbnail wp-image-2163" title="osn" src="http://adiwarsito.files.wordpress.com/2011/06/osn.jpg?w=74&#038;h=94" alt="" width="74" height="94" /></a>Selamat saya ucapkan buat adik-siswa SMA yang lolos mewakili masing-masing Kabupaten/Kotanya untuk kembali berlomba pada Olimpiade Sains Nasional Tingkat Propinsi. Insya&#8217;Allah, 2-3 hari lagi akan berjuang menyelesaikan soal OSP. Saya tampilkan materi-materi Ilmu Kebumian pada Olimpiade Sains Nasional Tingkat Propinsi.</p>
<hr />
<p>A. Konsep Ilmu Kebumian</p>
<ol>
<li>Teori terjadinya alam semesta</li>
<li>Evolusi Tata Surya</li>
<li>Pemadatan Bumi</li>
<li>Sayatan/struktur dalam bumi, komposisi bumi.</li>
<li>Lithosfer, atmosfer, hidrosfer &amp; sistem planet</li>
</ol>
<p>B. Mineralogi Dan Petrologi</p>
<ol>
<li>Sistem Kristal</li>
<li>Definisi Mineral</li>
<li>Sifat Kimia Mineral</li>
<li>Sifat Fisik Mineral</li>
<li>Klasifikasi Mineral</li>
<li>Batuan beku dan metamorf seperti granit, riolit, basalt, andesit, gabro, sekis, genes, marmer, kuarsit, dll, beserta struktur dan teksturnya seperti lineasi, foliasi, skoria, pegmatit, porfiri, dll.</li>
<li>Mineral hasil proses pembekuan magma dan metamorfisme seperti kuarsa, ortoklas, plagioklas, biotit, muskovit, garnet, dll.</li>
<li>Tubuh batuan beku seperti lava, korok (dike, sill), dll.</li>
<li>Pembentukan batuan beku dan metamorf dalam konteks tektonik lempeng</li>
<li>Batuan sedimen seperti batupasir, batulempung, batugamping, batukapur, batudolomit, batugaram, dll,</li>
<li>Siklus batuan dalam konsep tektonik lempeng.<span id="more-2162"></span></li>
</ol>
<p>C. Geomorfologi</p>
<ol>
<li>Pengertian</li>
<li>Proses Geomorfologi</li>
<li>Klasifikasi Bentang Alam</li>
<li>Tektonik Dan Geologi Struktur</li>
<li>Konsep tektonik lempeng seperti jumlah, jenis dan komposisi lempeng pembentuk kerak bumi dan dinamika lempeng.</li>
<li>Stuktur geologi seperti lipatan, sesar (patahan), kekar dan proses pembentukannya.</li>
</ol>
<p>D. Sedimentologi Dan Stratigrafi</p>
<ol>
<li>Proses sedimentasi</li>
<li>Struktur dan tekstur sedimentasi seperti perlapisan, gradded bedding, silang siur, ripple marks, dll.</li>
<li>Konsep stratigrafi seperti uniformitarism, cross cutting relationship, dll.</li>
<li>Lingkungan pengendapan sedimen</li>
</ol>
<p>E. Paleontologi Dan Sejarah Geologi</p>
<ol>
<li>Fosil dan proses pemfosilan</li>
<li>Sejarah bumi</li>
</ol>
<p>F. Sumberdaya Geologi</p>
<ol>
<li>Sumberdaya mineral dan energi seperti emas, perak, batubara, minyak dan gas bumi, dll.</li>
</ol>
<p>G. Mitigasi Dan Bencana Geologi</p>
<ol>
<li>Bencana geologi seperti gempa bumi, letusan gunung api, tsunami, tanah longsor, dll.</li>
</ol>
<p>H. Hidrologi</p>
<ol>
<li>Penyebaran dan sirkulasi air di bumi</li>
<li>Pembentukan dan jenis mata air dan sungai</li>
<li>Pembentukan dan karakteristik reservoir (akuifer, akuitar, akuiklud, dll)</li>
</ol>
<p>I. Geofisika</p>
<ol>
<li>Metode gravitasi</li>
<li>Metode geomagnet</li>
<li>Metode geolistrik</li>
<li>Metode seismic</li>
</ol>
<p>J. Meteorologi Dan Klimatologi</p>
<ol>
<li>Temperatur, tekanan, kelembaban</li>
<li>Struktur vertikal atmosfer (troposfer, stratosfer, dll)</li>
<li>Terjadinya, arah dan jenis angin</li>
<li>Jenis dan komposisi massa udara</li>
<li>Terjadinya dan jenis awan dan hujan</li>
<li>Tephigram</li>
<li>Pembentukan cuaca dan iklim</li>
<li>Iklim Bumi dan perubahan iklim global</li>
<li>Bencana meteorologi/klimatologi seperti, badai tropis, siklon, el nino, la nina,  kekeringan, dll.</li>
</ol>
<p>K. Oseanografi</p>
<ol>
<li>Pembentukan laut/samudera</li>
<li>Lingkungan/morfologi pesisir/pantai</li>
<li>Morfologi dasar laut/samudera</li>
<li>Komposisi dan Sirkulasi Air Laut</li>
</ol>
<p>L. Astronomi</p>
<ol>
<li>Teori-teori pembentukan tata surya</li>
<li>Problem dua benda dan orbit benda langit</li>
<li>Kategori planet</li>
<li>Besar, massa dan kerapatan planet</li>
<li>Gerak dan bola langit</li>
<li>Ekliptika</li>
<li>Sistem koordinat lintang-bujur, horizon dan asensiorekta-deklinasi</li>
<li>Waktu/hari matahari dan sideris</li>
<li>Gaya pasang-surut</li>
<li>Pengaruh matahari pada cuaca dan kehidupan</li>
</ol>
<p>Selamat Berlomba !</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/adiwarsito.wordpress.com/2162/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/adiwarsito.wordpress.com/2162/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/adiwarsito.wordpress.com/2162/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/adiwarsito.wordpress.com/2162/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/adiwarsito.wordpress.com/2162/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/adiwarsito.wordpress.com/2162/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/adiwarsito.wordpress.com/2162/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/adiwarsito.wordpress.com/2162/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/adiwarsito.wordpress.com/2162/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/adiwarsito.wordpress.com/2162/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/adiwarsito.wordpress.com/2162/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/adiwarsito.wordpress.com/2162/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/adiwarsito.wordpress.com/2162/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/adiwarsito.wordpress.com/2162/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=adiwarsito.wordpress.com&amp;blog=8265480&amp;post=2162&amp;subd=adiwarsito&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://adiwarsito.wordpress.com/2011/06/02/olimpiade-sains-propinsi-osp-materi-kebumian/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		<georss:point>0.000000 0.000000</georss:point>
		<geo:lat>0.000000</geo:lat>
		<geo:long>0.000000</geo:long>
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/4cf9917edd9a8f74686e1105ef67a553?s=96&#38;d=wavatar&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">adi</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://adiwarsito.files.wordpress.com/2011/06/osn.jpg?w=119" medium="image">
			<media:title type="html">osn</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Ada Dan Tiada</title>
		<link>http://adiwarsito.wordpress.com/2011/05/29/ada-dan-tiada/</link>
		<comments>http://adiwarsito.wordpress.com/2011/05/29/ada-dan-tiada/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 29 May 2011 01:12:35 +0000</pubDate>
		<dc:creator>adi</dc:creator>
				<category><![CDATA[It&#039;s Amazing]]></category>
		<category><![CDATA[cahaya]]></category>
		<category><![CDATA[diskusi kuliah]]></category>
		<category><![CDATA[Tuhan Maha Pencipta]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://adiwarsito.wordpress.com/?p=2155</guid>
		<description><![CDATA[Dalam sebuah perkuliahan perdana seorang Profesor bertanya kepada para mahasiswanya, “Hai mahasiswa, apakah Tuhan menciptakan seluruh yang dimuka bumi ini ?&#8221; Seorang mahasiswa berkata,&#8221; Betul, Tuhan menciptakan semua yang dimuka bumi ini.&#8221; Sang Profesor bertanya lagi kepada mahasiswanya, “Kalau memang Tuhan menciptakan semua yang dimuka bumi ini, berarti apakah Tuhan juga menciptakan kejahatan ?“ Para [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=adiwarsito.wordpress.com&amp;blog=8265480&amp;post=2155&amp;subd=adiwarsito&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;"><a href="http://adiwarsito.files.wordpress.com/2011/05/cahaya1.jpg"><img class="alignleft size-thumbnail wp-image-2157" title="cahaya" src="http://adiwarsito.files.wordpress.com/2011/05/cahaya1.jpg?w=150&#038;h=147" alt="" width="150" height="147" /></a>Dalam sebuah perkuliahan perdana seorang Profesor bertanya kepada para mahasiswanya, “Hai mahasiswa, apakah Tuhan menciptakan seluruh yang dimuka bumi ini ?&#8221; Seorang mahasiswa berkata,&#8221; Betul, Tuhan menciptakan semua yang dimuka bumi ini.&#8221; Sang Profesor bertanya lagi kepada mahasiswanya, “Kalau memang Tuhan menciptakan semua yang dimuka bumi ini, berarti apakah Tuhan juga menciptakan kejahatan ?“ Para mahasiswa bingung. Lalu ada seorang mahasiswa yang nyeletuk, &#8220;Profesor, bisakah saya bertanya ?&#8221;</p>
<p style="text-align:justify;">Profesor berkata, &#8220;Silahkan .&#8221; Apakah dingin itu ada ? tanya mahasiswa itu. &#8220;Ya, dingin itu ada&#8221;  jawab Profesor. &#8220;Ini kesalahan Profesor, dingin itu tidak ada, yang ada adalah ketiadaan panas. Pada suhu 400 F, suhu dalam posisi konstan sehingga tidak mungkin terjadi panas dan tidak dingin. Orang di dunia ini menggunakan kata dingin untuk mendeskripsikan akan ketiadaan panas&#8221; sahut mahasiswa menjawab pertanyaannya sendiri.<span id="more-2155"></span></p>
<p style="text-align:justify;">Forum rupanya mulai mencerna kalimat jawaban tersebut, dan mahasiswa tadi berkata lagi, &#8220;Masih ada pertanyaan lagi, Profesor !&#8221;</p>
<p style="text-align:justify;">&#8220;Apakah gelap itu ada ?&#8221; tanya mahasiswa. &#8220;Ya, gelap itu ada&#8221;  jawab Profesor. &#8220;Ini kesalahan lagi Profesor. Tidak ada gelap, yang ada adalah ketiadaan cahaya. Kenapa dikatakan gelap, karena tidak ada cahaya di tempat tersebut sehingga kondisinya dikatakan gelap. Cahaya yang terdispersi atau terurai menjadi cahaya spektrum pelangi. Dengan cahaya, kehidupan menjadi sengat berarti karena kita dapat melihat warna warni di dunia ini.Dalam ruang tertentu, ilmu pengetahuan tidak dapat mengukur sekian gelapnya. Karena kalau ada istilah kurang gelap berarti masih ada unsur cahaya dalam gelap tersebut&#8221;  jawab mahasiswa menjelaskan.</p>
<p style="text-align:justify;">&#8220;Ada satu pertanyaan lagi Profesor. Apakah kejahatan itu ada ?&#8221;, tanya mahasiswa. &#8221; Ya, kejahatan ada. Bahkan marak disekeliling kita&#8221; jawab Profesor. &#8220;Profesor, kejahatan itu tidak ada, yang ada adalah ketiadaan Tuhan dalam hati orang tersebut. Semua manusia jika Tuihan masih bersama di dalam hatinya maka disana ada apresiasi untuk mengupayakan memanusiakan manusia. Kalau orang sudah bertindak yang merugikan manusia lain, apalagi menganiaya bahkan membunuhnya tanpa alasan yang benar tindakan tersebut dilakukan, maka jelas tidak ada Tuhan dalam hatinya&#8221;, jelas mahasiswa.</p>
<p>Lonceng pergantian jam berdentang dan perkuliahanpun selesai. Sang Profesor sempat bertanya kepada seorang mahasiswi lain saat semua sudah bubaran kuliah. &#8221; Siapakah mahasiswa tadi ?&#8221;, tanya Profesor. &#8221; Mahasiswa tadi namanya Insan Kamil, teman terpandai di Kampus kami dan orangnya memiliki akhlak dan budi pekerti yang baik Prof&#8221;, jawab mahasiswi menjelaskan. &#8221; Ooh, Pantas&#8230;&#8221;. gumam Profesor sambil mengemasi laptopnya dan bersiap pulang.</p>
<hr />
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/adiwarsito.wordpress.com/2155/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/adiwarsito.wordpress.com/2155/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/adiwarsito.wordpress.com/2155/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/adiwarsito.wordpress.com/2155/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/adiwarsito.wordpress.com/2155/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/adiwarsito.wordpress.com/2155/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/adiwarsito.wordpress.com/2155/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/adiwarsito.wordpress.com/2155/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/adiwarsito.wordpress.com/2155/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/adiwarsito.wordpress.com/2155/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/adiwarsito.wordpress.com/2155/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/adiwarsito.wordpress.com/2155/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/adiwarsito.wordpress.com/2155/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/adiwarsito.wordpress.com/2155/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=adiwarsito.wordpress.com&amp;blog=8265480&amp;post=2155&amp;subd=adiwarsito&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://adiwarsito.wordpress.com/2011/05/29/ada-dan-tiada/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		<georss:point>0.000000 0.000000</georss:point>
		<geo:lat>0.000000</geo:lat>
		<geo:long>0.000000</geo:long>
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/4cf9917edd9a8f74686e1105ef67a553?s=96&#38;d=wavatar&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">adi</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://adiwarsito.files.wordpress.com/2011/05/cahaya1.jpg?w=150" medium="image">
			<media:title type="html">cahaya</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Kompetensi Guru Dalam Mewujudkan Tujuan Pendidikan Nasional</title>
		<link>http://adiwarsito.wordpress.com/2011/05/21/kompetensi-guru-dalam-mewujudkan-tujuan-pendidikan-nasional/</link>
		<comments>http://adiwarsito.wordpress.com/2011/05/21/kompetensi-guru-dalam-mewujudkan-tujuan-pendidikan-nasional/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 21 May 2011 02:26:59 +0000</pubDate>
		<dc:creator>adi</dc:creator>
				<category><![CDATA[1]]></category>
		<category><![CDATA[kompetensi guru]]></category>
		<category><![CDATA[pedagogik]]></category>
		<category><![CDATA[permendiknas 35 tahun 2010]]></category>
		<category><![CDATA[PP no 74 tahun 2008]]></category>
		<category><![CDATA[profesionalisme guru]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://adiwarsito.wordpress.com/?p=2146</guid>
		<description><![CDATA[Sorak sorai, gegap gempitanya siswa SMA/SMK diiringi raungan pawai motor dengan mengenakan seragam ‘baru’ khas akhir tahunan yang telah disemprot warna-warni terjadi dihampir seluruh daerah di Indonesia, setelah Nilai Akhir (NA) yang berkomposisi 60%Nilai Sekolah(NS) dan 40% Nilai Ujian Nasional (NUN) memenuhi kriteria untuk lulus. Siswa senang, Guru tenang, Dinas tidak meradang, Daerah melayang naik [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=adiwarsito.wordpress.com&amp;blog=8265480&amp;post=2146&amp;subd=adiwarsito&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;"><a href="http://adiwarsito.files.wordpress.com/2011/05/tech-guru.jpg"><img class="alignleft size-thumbnail wp-image-2147" title="tech-guru" src="http://adiwarsito.files.wordpress.com/2011/05/tech-guru.jpg?w=128&#038;h=128" alt="" width="128" height="128" /></a>Sorak sorai, gegap gempitanya siswa SMA/SMK diiringi raungan pawai motor dengan mengenakan seragam ‘baru’ khas akhir tahunan yang telah disemprot warna-warni terjadi dihampir seluruh daerah di Indonesia, setelah Nilai Akhir (NA) yang berkomposisi 60%Nilai Sekolah(NS) dan 40% Nilai Ujian Nasional (NUN) memenuhi kriteria untuk lulus. Siswa senang, Guru tenang, Dinas tidak meradang, Daerah melayang naik prestasinya. Insya&#8217;Allah, hari senin depan giliran siswa SMP/MTs, para Guru, Dians/Instansi terkait, Daerah barangkali ikut penasaran untuk mengetahui kelulusan/tingkat kelulusan.</p>
<hr />
<p style="text-align:justify;">Diluar itu semua ada hal yang tidak boleh terlupakan, hasil yang kita capai hari ini barangkali sebagian belumlah sebagai hasil ‘nyata’ nya siswa. Adanya temuan dari berita-berita yang tersebar dan adanya peringkat kejujuran yang dapat kita lihat akses di dunia maya sebagai indikator belum jalannya sistem yang diharapkan. Dan hal tersebut menjadi tugas kita bersama bagaimana mewujudkan sebuah sistem pendidikan yang baik, tidak hanya dari sisi prestasi akademik tetapi juga dilandasi dengan budi pekerti dan akhlak yang mulia. Sistem yang jujur, obyektif, semua elemen percaya diri dalam menjalankan tugas pokok dan fungsi masing-masing dari awal proses sampai Ujian, maka prestasi yang diharapkan bisa dicapai. Nilai yang didapatpun menjadi tidak ‘palsu’ sehingga pada diri siswapun terpupuk jiwa kompetisi prestasi yang sesungguhnya pada tingkat pendidikan lebih tinggi.</p>
<p style="text-align:justify;">Guru berperan besar dalam mewujudkan hal tersebut. Di facebook, juga di blog-blog juga dapat ditemukan keprihatinan tersebut yang muncul dalam istilah-istilah lucu menggelitik yang bisa menjadi motivasi perbaikan. Istilah ‘penyakit-penyakit’ yang harus diketahui oleh para Guru, yaitu :</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>FLU</strong>(Facebookkan mLUlu), <strong>TIPES</strong>(TIm PEngejar Sertifikasi), <strong>MUAL</strong>(MUtu Agak Lemah), <strong>KUDIS</strong>(KUrang DISplin), <strong>ASMA</strong> (ASal Masuk Kelas), <strong>KUSTA</strong> (KUrang StrAtegi), <strong>TBC</strong> (Tidak Bisa Computer), <strong>KRAM</strong> (Kurang tRAMpil), <strong>ASAM URAT</strong> (Ambil SAMpingan Untuk BayaR Angsuran krediT), <strong>LESU</strong> (LEmah Sumber), <strong>DIARE</strong> (DI kelas Anak-anak REmehkan), <strong>GINJAL</strong> (Gaji Ingin Naik tapi kerJA Lamban), <strong>RADANG PARU</strong> (RAjin DAtaNG PulAng pun buRu-bUru), <strong>BATUK</strong> (BawaAnnya nganTUK), <strong>JANTUNG</strong> (Jarang mAsuk Ngajar Tapi terUs Ngarep Gaji).<span id="more-2146"></span></p>
<p>Mudah-mudahan kita semua terhindar dari gejala-gejala penyakit diatas.</p>
<p style="text-align:justify;">Menurut Peraturan Pemerintah Nomor 74 tahun 2008 tentang Guru, pasal 2 disebutkan bahwa Guru wajib memiliki Kualifikasi Akademik, Kompetensi, Sertifikat Pendidik, sehat jasmani dan rohani, serta memiliki kemampuan untuk mewujudkan tujuan pendidikan nasional. Kompetensi yang dimaksud adalah seperangkat pengetahuan, ketrampilan dan perilaku yang harus dimiliki, dihayati, dikuasai dan diaktualisasikan oleh guru dalam melaksanakan tugas keprofesionalan. Kompetensi Guru sebagaimana dimaksud meliputi kompetensi pedagogik, kompetensi kepribadian, kompetensi sosial, dan kompetensi profesional yang diperoleh melalui pendidikan profesi. Kompetensi Guru bersifat holistik.</p>
<p><strong>Kompetensi Pedagogik</strong></p>
<p>Kompetensi pedagogik  merupakan kemampuan Guru dalam pengelolaan pembelajaran peserta didik yang sekurang-kurangnya meliputi:</p>
<ol>
<li>pemahaman wawasan atau landasan kependidikan</li>
<li>pemahaman terhadap peserta didik</li>
<li>pengembangan kurikulum atau silabus</li>
<li>perancangan pembelajaran</li>
<li>pelaksanaan pembelajaran yang mendidik dan dialogis</li>
<li>pemanfaatan teknologi pembelajaran</li>
<li>evaluasi hasil belajar; dan</li>
<li>pengembangan peserta didik untuk mengaktualisasikan berbagai potensi yang dimilikinya.</li>
</ol>
<p><strong>Kompetensi Kepribadian</strong></p>
<p>Kompetensi kepribadian sekurang-kurangnya mencakup kepribadian yang:</p>
<ol>
<li>beriman dan bertakwa</li>
<li>berakhlak mulia</li>
<li>arif dan bijaksana</li>
<li>demokratis</li>
<li> mantap</li>
<li>Berwibawa</li>
<li>stabil</li>
<li>dewasa</li>
<li>jujur</li>
<li>sportif</li>
<li>menjadi teladan bagi peserta didik dan masyarakat</li>
<li>secara obyektif mengevaluasi kinerja sendiri; dan</li>
<li>mengembangkan diri secara mandiri dan berkelanjutan.</li>
</ol>
<p><strong>Kompetensi Sosial</strong></p>
<p>Kompetensi sosial merupakan kemampuan Guru sebagai bagian dari Masyarakat yang sekurang-kurangnya meliputi kompetensi untuk:</p>
<ol>
<li>berkomunikasi lisan, tulis, dan/atau isyarat secara santun</li>
<li>menggunakan teknologi komunikasi dan informasi secara fungsional</li>
<li>bergaul secara efektif dengan peserta didik, sesama pendidik, tenaga kependidikan, pimpinan satuan pendidikan, orang tua atau wali peserta didik</li>
<li>bergaul secara santun dengan masyarakat sekitar dengan mengindahkan norma serta sistem nilai yang berlaku; dan</li>
<li>menerapkan prinsip persaudaraan sejati dan semangat kebersamaan.</li>
</ol>
<p><strong> Kompetensi Profesional</strong></p>
<p>Kompetensi profesional  merupakan kemampuan Guru dalam menguasai pengetahuan bidang ilmu pengetahuan, teknologi, dan/atau seni dan budaya yang diampunya yang sekurang-kurangnya meliputi penguasaan:</p>
<ol>
<li>materi pelajaran secara luas dan mendalam sesuai dengan standar isi program satuan pendidikan, mata pelajaran, dan/atau kelompok mata pelajaran yang akan diampu; dan</li>
<li>konsep dan metode disiplin keilmuan, teknologi, atau seni yang relevan, yang secara konseptual menaungi atau koheren dengan program satuan pendidikan, mata pelajaran, dan/atau kelompok mata pelajaran yang akan diampu.</li>
</ol>
<p style="text-align:justify;">Standar kompetensi Guru dikembangkan oleh Badan Standar Nasional Pendidikan dan ditetapkan dengan Peraturan Menteri. Keempat kompetensi di atas selanjutnya dalam Penilaian Kinerja Guru sebagaimana yang harus dilakukan terhadap guru yang tercantum dalam Permendiknas 35/2010 tentang petunjuk teknis Pelaksanaan jabatan fungsional Guru dan angka kreditnya, dijabarkan menjadi 14 sub kompetensi. Penilaiannya akan dilakukan dengan sistem paket yang terkait dalam pelaksanaan tugas utama,  sbb:</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>A. Pedagogik</strong></p>
<ol>
<li>Menguasai karakteristik peserta didik</li>
<li>Menguasai teori belajar dan prinsip-prinsip pembelajaran yang mendidik</li>
<li>Pengembangan kurikulum</li>
<li>Kegiatan pembelajaran yang mendidik</li>
<li>Pengembangan potensi peserta didik</li>
<li>Komunikasi dengan peserta didik</li>
<li>Penilaian dan evaluasi</li>
</ol>
<p><strong>B. Kepribadian</strong></p>
<ol>
<li>Bertindak sesuai dengan norma agama, hukum, sosial, dan kebudayaan nasional</li>
<li>Menunjukkan pribadi yang dewasa dan teladan</li>
<li>Etos kerja, tanggung jawab yang tinggi, rasa bangga menjadi guru</li>
</ol>
<p><strong>C. Sosial</strong></p>
<ol>
<li>Bersikap inklusif, bertindak obyektif, serta tidak diskriminatif</li>
<li>Komunikasi dengan sesama guru, tenaga kependidikan, orang tua, peserta didik dan masyarakat</li>
</ol>
<p><strong>D. Profesional</strong></p>
<ol>
<li>Penguasaan materi, struktur, konsep dan pola pikir dan keilmuan yang mendukung mata pelajaran yang  diampu</li>
<li>Mengembangkan keprofesionalan melalui tindakan yang reflektif</li>
</ol>
<p>Tidak ada manusia yang sempurna, setidak-tidaknya kita ada usaha untuk mancapainya !</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/adiwarsito.wordpress.com/2146/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/adiwarsito.wordpress.com/2146/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/adiwarsito.wordpress.com/2146/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/adiwarsito.wordpress.com/2146/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/adiwarsito.wordpress.com/2146/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/adiwarsito.wordpress.com/2146/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/adiwarsito.wordpress.com/2146/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/adiwarsito.wordpress.com/2146/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/adiwarsito.wordpress.com/2146/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/adiwarsito.wordpress.com/2146/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/adiwarsito.wordpress.com/2146/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/adiwarsito.wordpress.com/2146/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/adiwarsito.wordpress.com/2146/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/adiwarsito.wordpress.com/2146/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=adiwarsito.wordpress.com&amp;blog=8265480&amp;post=2146&amp;subd=adiwarsito&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://adiwarsito.wordpress.com/2011/05/21/kompetensi-guru-dalam-mewujudkan-tujuan-pendidikan-nasional/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		<georss:point>0.000000 0.000000</georss:point>
		<geo:lat>0.000000</geo:lat>
		<geo:long>0.000000</geo:long>
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/4cf9917edd9a8f74686e1105ef67a553?s=96&#38;d=wavatar&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">adi</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://adiwarsito.files.wordpress.com/2011/05/tech-guru.jpg?w=150" medium="image">
			<media:title type="html">tech-guru</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
