Equinox & Air

Bada shalat dhuhur siang tadi, ada salah siswa saya minta menyiram bunga di pot yang masih terlindungi atap di teras depan auditorium sekolah. “Pak, katanya orang, tidak bagus menyiram tanaman pada siang hari?,” tanya sang murid sambil menyiram bunga dengan air dari sebuah timba.”Betul, sebenarnya tidak tepat menyiram pada siang hari tetapi bunga ini kan terlindungi dari teriknya cahaya matahari langsung, InsyaAllah tidak mati daripada tidak disiram seharian bisa jadi besok berpeluang mati!”, saya berargumen.

Sorang botanis dari Inggris, Alastair Culham, PhD menjelaskan bahwa temperatur dan kondisi luar ruangan yang terlalu panas bisa menjadi malapetaka pada tanaman kesayangan anda. Pemikiran bahwa menyiram tanaman supaya daun-daun segar saat cuaca panas tidak benar, justru daun bisa kering karena air menguap sebelum masuk ke dalam tanah dan tumbuhan kehilangan kelembapan.

Menyiram Bunga Pucuk Merah

Jadi kapan waktu yang tepat untuk menyiram tanaman? Culham menyarankan waktu terbaik untuk menyiram tanaman saat musim panas adalah pagi dan sore hari ketika matahari tidak terlalu panas dan tanaman berkesempatan melakukan penyerapan air hingga ke akar. Hindari juga menyiram tanaman pada malam hari, karena membuat daun dalam kondisi berair dan lembab terlalu lama sehingga kemungkinan diserang jamur dan sedikit waktu tanaman menyerap air dan mengeringkannya.

Beberapa hari ini kita semua rasakan cuaca panas pada siang hari, bahkan malam hari. Lumrah banyak orang bertanya-tanya fenomena perubahan cuaca yang dirasakan. Sekitar bulan maret dan bulan september fenomena equinox atau dikenal dengan hari tanpa bayangan karena matahari tepat di atas garis katilistiwa dalam gerak semunya adalah penanda titik balik perubahan musim.

Beredar informasi di media sosial agar masyarakat jangan lupa minum lebih banyak air, makan lebih banyak buah dan mengurangi aktivitas di luar rumah dari tanggal 22 s/d 28 Maret 2019. Tidak salah juga apa yang disarankan di media sosial karena toh tidak ada ruginya, kecuali menjadi penghalang beraktivitas di luar rumah.

Dan memang solusi cuaca panas yang sederhana adalah banyak minum air dan menyiram tanaman atau lingkungan kita dengan air agar dirasakan kesegaran kembali. Sehingga lumrah air disebut juga dengan sumber kehidupan. Bagaimana air menurut Al Qur’an?. Penyebutan air dalam Al Qur’an terdapat di banyak surat dan ayat dengan kandungan isyarat makna yang beragam. Salah satunya pada QS Al Anbiya 30

Tanaman Anggur

“…Dan Kami jadikan segala sesuatu yang hidup berasal dari air; maka mengapa mereka tidak beriman?”

Ibu Katsir menafsirkan ayat diatas dengan mengatakan “ Asal mula segala sesuatu yang hidup adalah air”. Dalam HR Ahmad, Abu Hurairah RA berkata kepada Rasulullah SAW,” Wahai Rasulullah, ketika melihatmu, aku merasakan kebahagiaan dan kepuasan di dalam diriku. Beri tahu aku tentang segala sesuatu,” Rasulullah SAW bersabda,” Segala sesuatu diciptakan dari air,” …

Implikasi saintifik menurut Dr. Zaghlul an-Najjar  bahwa air sumber kehidupan dari fakta penciptaan, yaitu Keberadaan air mendahului keberadaan seluruh organisme hidup. Penelitian geologis membuktikan usia bumi sekitar 4,6 miliar tahun dengan fosil makhluk hidup tertua yang ditemukan berusia 3,8 miliar tahun. Artinya, waktu untuk mempersiapkan permukaan bumi siap ditempati makhluk hidup sekita 800 juta tahun.

Alah menciptakan jenis kehidupan pertama dalam air. Penelitian di bidang geologi membuktikan penciptaan tumbuhan berlangsung sebelum penciptaan berbagai jenis binatang. Tumbuhan dan binatang diciptakan terlebih dahulu sebelum manusia. Alasan urutan penciptaan ini sangat jelas, manusia membutuhkan tumbuhan dan hewan sebagai nutrisi. Fakta ilmiah modern menemukan bahwa tumbuhan memainkan peran kunci dalam mensuplai atmosfer bumi dengan oksigen yang sangat dibutuhkan makhluk hidup.

VCT Batch 3 VC Indonesia 54 (Materi Kegiatan & Tugas)

Video conference (Vicon) oleh Bapak Gatot Dr. Gatot Dwi Priowirjanto selaku Direktur SEAMEO Secretariat memaparkan perlunya peningkatan kapasitas guru menghadapi Revolusi Industri 4.0 dan Abad 21. Model peningkatan kapasitas pun mesti disesuaikan dengan kondisi kekinian yang bersentuhan dengan digital sehingga SEAMEO menyelenggarakan sebuah pelatihan bernama Virtual Coordinator Training (VTC) berupa pelatihan online atau daring (dalam jaringan) dengan model Video conference (Vicon) menggunakan platform Webex.

Kegiatan yang kami ikuti ini merupakan VCT Batch 3 dan saya yang berdomilisi di Sulawesi Selatan pada VC Indonesia Group 54.

Flowchart  Virtual Coordinator Training (VCT)

Gambaran pelatihan VCT sebagai berikut :

  1. Peserta diberikan materi singkat mengenai program peningkatan kapasitas guru yang digawangi oleh SEAMEO.
  2. Peserta diberikan materi mengenai pengoperasian Sisco Webex, sebagai platform yang digunakan dalam pelatihan VCT ini.
  3. Peserta diberikan juga materi-materi pengayaan, seperti misalnya STEM dan Revolusi Industri 4.0.
  4. Peserta mulai melaksanakan tugas, yaitu melaksanakan 2 kali sebagai Presenter/Narasumber, 2 kali sebagai Moderator, dan 2 kali sebagai Host dan mengisi pada kantong tugas
  5. Sertifikat diterbitkan.
  6. Alumni pelatihan VCT diharapkan menimplementasikan di sekolahnya, KKG, MGMP, Kecamatan, atau Kabupaten tempat ia bertugas.

Dalam kegiatan vicon, peran yang dapat kita ambil adalah sebagai presenter, moderator atau host. Untuk lebih jelasnya peran dan tugas dalam vicon sebagai berikut :

HOST

  • Membuka acara vicon
  • Memperkenalkan presenter dan moderator
  • Menyerahkan kegiatan pada mooderator
  • Mengatur tampilan shoting camera dan microfon peserta ketika acara berlangsung.
  • Membantu moderator selama acara berlangsung demi kelancaran acara

Siapkan dan simpan flyer kegiatan serta rekaman saat bertugas utk disetor ke kantong tugas

MODERATOR

  • Memberikan kesempatan presenter utk menyampaikam materi
  • Mengingatkan presenter sekaitan waktu untuk penyampaiam materi jika presenter terlalu asyik dalam materinya
  • Merekap pertanyaan peserta yg terdapat pd kolom chat dan menyampaikannya pada saat waktu diskusi dimulai.
  • Mengatur lajunya diskusi tanya jawab jika ada pertanyaan langsung dari peserta.
  • Mengakhiri kegiatan bersama presenter jika waktu sudah selesai dengan meminta kesimpulan/pesan dari presenter sebelum mengakhiri kegiatannya.
  • Menyerahkan room vicon ke host dan host akan menutup section vicon.

Siapkan dan simpan file daftar hadir anda saat bertugas dan pastikan anda, petugas dan partisipan saat itu mengisinya, untuk bahan bukti setoran ke kantong tugas

PRESENTER

  • Memaparkan materi dengan singkat padat dan berisi
  • Menjawab pertanyaaan peserta vicon
  • Mengakhiri kegiatan dengan menyampaikan kesimpulan / rangkuman / penyataan sebelum mengakhiri materi

Siapkan hasil rekam layar dan link YouTube video presentasi anda, serta file PPT nya sebagai bukti telah bertugas

Virtual Coordinator Training Batch 3 (Kegiatan Perkenalan)

Sore itu, Senin 28 Februari 2019 sekitar jam 16 an aku duduk santai di lobi kantor sambil menunggu hujan mereda. Kubuka-buka laman salah satu group di WhatsApp dan kubaca ada pendaftaran untuk mengikuti kegiatan Virtual Coordinator Training (VCT) Batch 3 yang difasilitasi oleh SEAMEO Secretariat Bangkok bekerjasama dengan Kemendikbud cq. Dirjen GTK.

Setelah saya klik Link Pendaftaran : http://bit.ly/VCT_Batch3 dan mulailah mengisi form yang disediakan dengan pertimbangan sepertinya kegiatan ini menarik walaupun sama sekali belum tahu gambaran kegiatannya. Tanggal 1 Maret 2019 datang notifikasi  ada Group WA “VC 54 Indonesia Sulawesi” dimana nomor saya ditambahkan oleh Bapak Haeril Kaddi menjadi salah satu anggota. Selanjutnya kami kenal beliau salah satu Instruktur dalam kegiatan ini.

Sejak itu Team Virtual Coordinator Training (VCT) memberikan informasi terkait program Pelatihan Online yang diselenggarakan oleh SEAMEO. Beberapa peraturan juga diberlakukan bagi peserta agar kegiatan training berjalan kondusif dan nyaman dan dengan harapan semua peserta dapat menyelesaikan sesi pelatihan.

Berikut beberapa peraturan untuk peserta training:

  1. Whatsapp grup hanya untuk membahas  tentang aktivitas Virtual Coordinator Training (VCT).
  2. Dilarang share konten hoax, ke dalam whatsapp grup.
  3. Memakai nama asli dn memasang photo profil (untuk kepentingan flayer)  di akun whatsapp nya.
  4. Dilarang memposting gambar/template/sticker diluar tema pelatihan.
  5. Bagi peserta yang sudah left tidak dapat dimasukkan kembali ke dalam whatsapp group.
  6. Dilarang menjadikan pelatihan ini sebagai ajang promosi, politik, agama, dan SARA. Kita siapkan NKRI yang makin kokoh untuk Indonesia yang lebih baik.
  7. Group dapat dimanfaatkan untuk berdiskusi pencapaian VCT dibawah koordinasi dengan para koordinator inti dan instruktur.
  8. Peserta yang bertugas dlm vicon diharapkn saling: berkolaborasi, berkoordinasi, menguatkan dn memotivasi. Flayer yg dibuat, dikonfirmasikn lwt grup diskusi sbelum diterbitkn. Materi presenter setelah ditampilkn dlm vicon, dishare ke grup diskusi
  9. Menjaga etika, sopan santun, dan tata krama antara peserta terhadap team inti, Penanggung jawab Wilayah  dan instruktur.
  10. Mengubah setting photo profil di account wa agar dapat dilihat semua orang
  11. Peraturan ini dapat ditambahkan disesuaikan dengan kondisi di kemudian hari.
  12. Keputusan penyelenggara tidak dapat diganggu gugat.

Bagi peserta yang melanggar akan di keluarkan dari grup pelatihan ini.

Alhamdulillah, setelah peserta-peserta yang di add dalam group mulai membuka sesi perkenalan dengan menuliskan nama dan instansi maka arus masuk informasi tidak pernah berhenti. Guru guru sangat antusias berbagi informasi dan sampai pagi sampai tengah malam dan berganti hari terpantau di WA Group baru istirahat jam 00.57. Luar Biasa ‼

Akhirnya kamipun, mengetahui Tim Inti Pelatihan VC Indonesia 54 dan Tim Instruktur dalam Pelatihan.  Adapun Tim inti pada  kegiatan ini adalah :

  1. Bapak Gatot (Direktur Seameo)
  2. Ibu Siti Zulaiha (Koordinator Tim)
  3. Ibu Umi Tira  Lestari (Koordinator Tim)
  4. Bapak Khairuddin (Koordinator Tim)
  5. Bapak Abdul Mujid (Penanggung Jawab Wilayah)
  6. Bapak Yandri Suyono(Penanggung Jawab Wilayah)
  7. Bapak Imran Rosyadi (Penanggung Jawab Wilayah)

Sedangkan Tim instruktur yang akan mendampingi Bapak dan ibu selama  pelatihan berlangsung.

  1. Bapak Aries Patta (SMAN 16 Luwu Sulsel)
  2. Ibu Marni (SMKN Limboro Polma Sulbar)
  3. Ibu Israyani Masyitha (SMA Islam Al Azhar 12 Makassar)
  4. Bapak Israel (SMPN 5 Pamboang Majene Sulbar)
  5. Bapak Haeril Kaddi (SMAN 26 Bone Sulsel)
  6. Bapak Yasri Nur Baktiar (SDN 1 Mokupa Kolaka Timur Sulteng)

Alhamdulillah, sejak itu kegiatan berproses berjalan dengan baik dan akan dituliskan gambaran kegiatan dalam postingan berikutnya.

Tetap Semangat GURU – GURU HEBAT ‼

Gempa Bumi Poso 29 Mei 2017

Semalam sekitar jam 22.35 WITA terasa sekali adanya getaran sehingga badan menjadi ikut bergoyang. Saya menerka terjadi gempa bumi dan informasi diperkuat bahwa hal yang sama dirasakan juga oleh teman-teman di media sosial, bahwa benar terjadi gempa bumi.  Informasi dari BMKG (http://www.bmkg.go.id/gempabumi/gempabumi-terkini.bmkg) gempa berpusat di 38 km arah barat laut Poso-Sulawesi Tenggara Tengah dengan SR (skala righter) 6,6 dengan kedalaman 10 km, sedangkan informasi melalui USGS (https://earthquake.usgs.gov/earthquakes/eventpage/us10008w1z#executive) gempa berpusat di 26,9 km dari kasiguncu airport dan 35,4 km dari Poso dengan SR 6,8 kedalaman 9,2 km. Tidak terlalu penting sedikit perbedaan informasi jarak ataupun kekuatan gempa dengan harapan kerusakan atau korban akibat gempa minimal.

Enrekang, 04 Ramadhan 1438 H


Apakah Gempa Bumi itu ?

Salah satu ilmuwan dan seorang dokter dari umat muslim yaitu Ibnu Sina, ia menyapaikan pemikirannya tentang gempa bumi. Ia mengutip beberapa pemikiran tentang gempa bumi yang berasal dari para ilmuwan Yunani, ia mengutip gempa bumi terjadi karena tekanan gas yang tersimpan di dalam bumi berusaha keluar dari bumi. Namun, ia tidak sepenuhnya sependapat dengan pandangan para ilmuwan Yunani tersebut. Ibnu Sina mengungkapkan, gempa terkait dengan tekanan besar yang terperangkap dalam rongga udara yang ada di dalam bumi. Tekanan ini, bisa datang dari air yang masuk ke dalam rongga bumi dan menghacurkan sejumlah bagian bumi.

Dalam esainya, Ibnu Sina memberikan sebuah pemikiran untuk mengurangi dampak gempak terjadinya gempa bumi dengan membuat sumur agar tekanan gas di dalam tanah menurun. Sehingga getaran akibat gempa bumi berkurang. Yang selanjutnya sejumlah ilmuwan lain dalam periode klasik Islam yang menulis tentang gempa bumi, antara lain, Al-Biruni, Ibnu Rusyd, Jabir bin Hayyan. Mereka membahas gempa bumi dalam buku yang mereka tulis dalam bidang meteorologi, geografi, dan geologi.

Informasi Gempa BMKG

Menurut Wikipedia gempa bumi adalah getaran atau getar getar yang terjadi di permukaan bumi akibat pelepasan energi dari dalam secara tiba-tiba yang menciptakan gelombang seismik, yaitu rambatan energi yang disebabkan karena adanya gangguan di dalam kerak bumi. Gempa Bumi biasa disebabkan oleh pergerakan kerak bumi (lempeng Bumi).

Tentang lempeng plat tektonik Alfi Rahman, mahasiswa Program Doktor pada Program Human Security, Tohoku University, Jepang dan Peneliti TDMRC yang dimuat di tribunnews.com mengemukakan dalam QS Ar Ra’d ayat 4 Allah SWT telah menjelaskan tentang lempengan plat tektonik ini “Dan di bumi ini terdapat bagian-bagian yang berdampingan..”. Ayat ini menjelaskan konsep dasar lempengan tektonik dan proses pergerakan bumi yang baru dapat dipahami oleh para ahli dalam beberapa abad terakhir namun sudah dijelaskan di dalam Alquran lebih dari 1.400 tahun yang lalu.

Di samping itu terdapat ayat-ayat di dalam Alquran yang mengacu pada kejadian gempa bumi baik secara langsung maupun tidak langsung. Secara eksplisit dan langsung Allah mengambarkan fenomena gempa bumi pada QS. Al Zalzalah ayat 1-8 dan secara tidak langsung terdapat beberapa ayat di dalam QS Ali Imran yang juga menceritakan tentang gempa bumi. Seperti kisah bagaimana kaum Nabi Tsamud pada QS Al A’raf ayat 78, Kaum Nabi Syuaib pada QS Al A’raf ayat 91, QS Al ‘Ankabut 37, Kaum Nabi Musa sebagaimana QS Al A’raf 155, yang ingkar terhadap pengetahuan yang menyelamatkan (risalah nabi) lalu saat terjadi bencana berupa gempa bumi mereka menjadi binasa. Di dalam QS An-Nahl ayat 26 Allah juga menjelaskan tentang bagaimana fenomena gempa bumi yaitu kejadiannya seketika (unpredictable), disusul dengan hancurnya bangunan yang menimpa dan berdampak kehilangan nyawa.

Mudah-mudahan artikel singkat tentang gempa bumi bermanfaat. Artikel terkait gempa bumi ( bumi berguncang) dengan fungsi gunung dapat dibaca pada link berikut https://adiwarsito.wordpress.com/2010/06/05/fungsi-gunung/

Keteraturan Di Langit

Read the rest of this entry

Memandang Alam Semesta Dengan Kacamata Al Qur’an

Kajian alam semesta pada artikel ini bersumber dari buku elektronik harun yahya dalam bahasa indonesia yang saya dapatkan tahun 2006. Banyak sumber sejenis barangkali di internet saat browsing, namun sayang kalau buku elektronik yang saya punya hanya tersimpan di laptop.
Enrekang, 01 Ramadhan 1438 H


Menurut data yang diperoleh pada abad ke-20, ternyata bahwa alam semesta ini menjadi ada secara tiba-tiba setelah sebelumnya tidak ada. Teori ini dikenal sebagai teori Ledakan Dahsyat (Big Bang) yang berpandangan bahwa alam semesta ini pada mulanya terjadi dengan peledakan. Ada bukti yang sangat kuat yang mendukung teori Ledakan Dahsyat. Meluasnya alam semesta merupakan salah satunya dan bukti yang paling signifikan mengenai hal ini adalah saling menjauhnya galaksi-galaksi dan benda-benda langit.

Untuk memahami dengan lebih baik, alam semesta bisa dibayangkan sebagai permukaan balon yang digelembungkan. Seperti halnya bagian-bagian permukaan balon yang saling menjauh ketika balon digelembungkan, begitu jugalah angkasa yang saling menjauh tatkala alam semesta meluas. Dalam hal ini, mari kita rujuk ke ayat Al-Qur’an yang relevan. Pada satu ayat, berikut ini dinyatakan mengenai penciptaan alam semesta:

Dengan kekuasaan Kami membangun cakrawala, dan Kami yang menciptakan angkasa luas. (Surat adz-Dzaariyaat, 47)

Pada ayat lain yang mengacu pada langit, difirmankan:

Tidakkah orang-orang kafir mengerti bahwa langit dan bumi semula terpadu (sebagai satu kesatuan dalam penciptaan), lalu keduanya Kami pisahkan? Dan dari air Kami jadikan segalanya hidup. Tidakkah mereka mau beriman juga? (Surat al-Anbiyaa’, 30)

Kata-asal “ratk” tang diterjemahkan sebagai “terpadu” di ayat ini, berarti “sesuatu yang tertutup, padat, kedap, bergabung menjadi satu dalam massa yang berat” menurut kamus-kamus Arab. Maksudnya, ini dipakai untuk dua potong yang berlainan yang membentuk entitas. Pernyataan “pisahkan” adalah kata-kerja “fatk” dalam bahasa Arab dan ini berarti memecah obyek dalam keadaan “ratk”. Sebagai misal, penumbuhan benih dan tampilan pucuk-pucuknya di bumi diungkapkan dengan kata-kerja ini. Kini, mari kita lihat kembali ayat yang menunjukkan bahwa langit dan bumi itu dalam keadaan “ratk”, lalu keduanya diartikan “dipisahkan” dalam artian katakerja “fatk”. Maksudnya, yang satu menerobos yang lain dan membuat jalan keluarnya. Sungguh, bila kita mengingat kejadian pertama Ledakan Dahsyat, kita lihat bahwa bintik yang disebut telur kosmik itu mengandung semua bahan alam semesta. Segala sesuatu, bahkan “langit dan bumi” yang belum tercipta pun, terkandung di bintik ini dalam keadaan “ratk”. Sesudah itu, telur kosmik ini meledak, kemudian semua zat menjadi “fatk”.

Bila kita bandingkan ungkapan-ungkapan di ayat ini dengan bukti ilmiah, kita lihat bahwa ungkapan-ungkapan ini sangat bersesuaian. Yang cukup menarik, temuan-temuan ini belum ada sebelum abad ke-20.

PENCIPTAAN LANGIT

Steven Weinberg, pengarang buku The First Three Minutes, pernah menegaskan bahwa sepintas lalu, tampaknya langit mungkin merupakan suatu “alam tak berubah” yang kokoh. Sesungguhnya, awan-awan berarak-arakan mengejar bulan, kolong langit biru mengelilingi bintang kutub, bulan itu sendiri membesar dan mengecil dalam waktu yang lebih lama, dan bulan dan planet-planet bergerak melalui suatu bidang yang ditentukan oleh bintang-bintang. Akan tetapi, kita tahu bahwa semua ini kejadian setempat yang disebabkan oleh pergerakan dalam sistem matahari kita. Weinberg juga menambahkan bahwa di belakang planet-planet, bintang-bintang tampaknya tidak bergerak.

Memang, dengan pengamatan ke arah langit sepintas lalu, kita merasa bahwa segala benda itu sangat stabil dan tetap. Namun demikian, ini tidak benar. Terdapat kegiatan besar di langit dan fakta ini, yang tak telihat oleh mata telanjang, yang telah tercatat berabad-abad yang lalu di Al-Qur’an. Terdapat banyak ayat di Al-Qur’an yang mengacu pada langit, kebanyakan dalam bentuk jamak. Kata “samawat”, yang bermakna “langit-langit”, dalam bahasa Arab berarti angkasa dan atmosfir bumi.

Hal pertama yang akan kita bahas di sini adalah penggunaan kata “langit” dengan bentuk jamak. Penggunaan bentuk jamak ini merupakan salah satu dari mukjizat Al-Qur’an. Sekarang mari kita jelaskan mengapa.

Bayangkan bahwa anda keluar di udara terbuka dan mengarahkan kepala anda menujui langit. Apa yang anda lihat? Jika musim panas, anda akan melihat langit biru cerah atau beberapa awan melayang di langit; dan jika musim dingin, langit abu-abu berkabut tertutup oleh awan. Apa pun yang anda lihat, anda tidak akan mampu melihat atmosfir yang mengelilingi bumi. Anda tak akan pernah tahu bahwa atmosfir ini tersusun dari beberapa lapisan. Bahwa Al-Qur’an membuat acuan rinci ini yang tak teramati dengan mata telanjang itu merupakan sepotong bukti besar bahwa inilah kata-kata Allah:

Dia yang menciptakan tujuh langit berlapis-lapis; tak akan kau lihat ketidakseimbangan dalam ciptaan (Allah) Yang Maha Pemurah. Balikkanlah pandanganmu sekali lagi, tampakkah olehmu ada yang cacat? Lalu ulanglah pandanganmu sekali lagi; pandanganmu akan berbalik kepadamu, letih dan membingungkan. (Surat al-Mulk, 3-4)

Angkasa bisa dibayangkan sebagai rongga besar: rongga amat besar yang tak berbatas, suatu rongga yang mengandung bintang-bintang, planet-planet, dan benda-benda yang bergerak. Akan tetapi, angkasa itu bukan rongga itu sendiri. Angkasa merupakan suatu “sistem” yang terdiri atas berbagai bintang, sistem matahari, planet, satelit, dan komet yang semuanya tak terhitung banyaknya. Telah dinyatakan dalam Al-Qur’an bahwa langit dan angkasa diciptakan tanpa cacat dalam “tatanan besar”:

Tidakkah mereka melihat langit di atas mereka? Bagaimana Kami membuatnya dan menghiasinya, dan tiada cacat padanya? (Surat Qaaf, 6)

BINTANG DAN PLANET

Mari kita amati maksud kata “bintang” dalam Al-Qur’an. Bintang-bintang yang ditunjukkan dengan kata “najm” (bintang) dan “kandil” (pelita) mempunyai dua fungsi utama seperti yang tersirat dalam ayat-ayat. Mereka sumber cahaya dan dimanfaatkan untuk navigasi.

Terutama dalam ayat-ayat yang menggambarkan hari kebangkitan, ditekankan bahwa cahaya bintang keluar dan menjadi mengecil. Untuk matahari, yang merupakan bintang juga, dipakai kata “kandil”. Kata “kandil” digunakan juga bila mengacu pada bintang-bintang yang menghiasi langit. Sekalipun demikian, ada perbedaan yang amat penting ketika kata “nur” (sinar) dipakai untuk bulan. Dengan cara ini, bintang dan bukan bintang saling berbeda. Fakta ini, yang tidak mungkin diketahui 14 abad silam, merupakan satu mukjizat Al-Qur’an.

Kita telah menyebutkan bahwa fungsi-kedua bintang-bintang sebagaimana yang dirujuk dalam ayat-ayat itu merupakan pedoman navigasi. Ayat ini menjelaskan bahwa manusia dapat menentukan arah dengan bantuan bintang di langit. Di semua ayat ini, kata “najm” digunakan. Sungguh, sebelum penemuan kompas, yang mempunyai peran yang sangat penting pada awal-mula penemuan geografis pada Zaman Pertengahan, navigasi hanya bisa terwujud dengan bantuan bintang-bintang pada perjalanan malam hari.

Bagaimana mungkin bahwa bintang-bintang menunjukkan arah? Ini mungkin hanya jika tersusun dalam suatu tatanan di tempat tinggal tetap mereka. Jika suatu bintang terlihat di suatu tempat pada suatu malam, dan di tempat lain pada malam lain, maka dengan ini mustahil mendapatkannya. Dalam komnteks ini, tempat tertentu yang di situ bintang-bintang muncul di langit menjadi sangat penting. Dalam Al-Qur’an, Allah berfirman:

Selanjutnya, Aku bersumpah demi tempat-tempat terbenamnya bintang-bintang, dan itu sungguh suatu sumpah yang amat besar kalau kamu tahu. (Surat al-Waaqi’ah, 75-76)

MATAHARI DAN BULAN

Ada banyak ayat dalam Al-Qur’an yang menyebut matahari dan bulan. Bila kata-kata Arab ini diselidiki, terungkaplah sifat yang menarik. Pada ayat-ayat ini, kata “siraj” (lampu) dan “wahhaj” (terang-membara) dipakai untuk matahari. Untuk bulan, kata “munir” (cerah berbinar-binar) digunakan. Sungguh, manakala matahari menghasilkan panas dan cahaya yang amat besar sebagai akibat dari reaksi nuklir di dalam, bulan hanya memantulkan cahaya yang diterimanya dari matahari. Ayat-ayat yang menunjukkan perbedaan ini adalah:

Tidakkah kamu lihat bagaimana Allah menciptakan tujuh langit berlapis-lapis, dan membuat bulan yang bercahaya di antaranya, dan membuat matahari sebagai pelita (yang cemerlang)? (Surat Nuuh, 15-16)

Telah Kami bangun di atas kamu tujuh cakrawala dan menempatkan (di situ) cahaya yang cemerlang. (Surat an-Nabaa’, 12-13)

Mahasuci Dia Yang telah menjadikan gugusan bintang di langit dan menempatkan sebuah pelita (yang cemerlang) dan sebuah bulan yang memberi penerangan. (Surat al-Furqaan, 61)

Perbedaan antara matahari dan bulan itu sungguh merupakan bukti di ayat ini. Yang satu dilukiskan sebagai sumber cahaya dan yang lain sebagai pemantul cahaya. Mustahil rincian seperti itu telah diketahui pada waktu itu. Baru berabad-abad kemudian manusia mulai mempunyai pengetahuan ini. Karena itu, fakta bahwa informasi ini telah diberikan di Al-Qur’an merupakan satu bukti bahwa Al-Qur’an diwahyukan oleh Tuhan.

Sekarang, mari kita alihkan perhatian kita ke karakteristik hebat lainnya yang terdapat pada benda-benda langit-yang merupakan pergerakan mereka di angkasa.

ORBIT YANG TERPAPAR DI AL-QUR’AN

Di atas, kita telah menyatakan bahwa benda-benda langit bergerak di angkasa. Pergerakan-pergerakan ini terkendali sepenuhnya dan semua benda bergerak dalam suatu orbit yang terhitung. Dalam Al-Qur’an, ayat-ayat tertentu mengacu pada pergerakan matahari dan bulan sebagai berikut:

“Matahari dan bulan beredar menurut perhitungan (secara eksak).” (Surat ar-Rahmaan, 5).

“Tiada semestinya matahari menyusul bulan, dan malam tak akan mendahului siang. Masing-masing berenang dalam garis edarnya.” (Surat Yaasiin, 40).

Sebuah ayat lain menyatakan efek yang sama:

Dialah Yang menciptakan malam dan siang, matahari dan bulan. Masing-masing berenang dalam garis edarnya. (Surat al-Anbiyaa’, 33)

Menurut sebuah teori mutakhir yang terakui, benda-benda yang padat dan sangat besar di alam semesta memaksakan kekuatan gravitasi terhadap benda-benda yang lebih kecil. Sebagai misal, bulan membuat orbit mengelilingi bumi, yang mempunyai volume yang lebih besar. Bumi dan planet-planet lain di tatasurya ini bergerak di suatu orbit mengelilingi matahari. Masih ada sistem besar lain yang dikelilingi oleh matahari di suatu orbit. Hal terpenting di semua rincian ini adalah bahwa tak satu pun dari bintang, planet, dan benda-benda lainnya di angkasa bergerak secara tak terkendali, memotong orbit lain, atau pun saling berbenturan.

Al-Qur’an mengisyaratkan pergerakan benda-benda secara serasi ini sebagai berikut:

Demi langit yang pebuh jalan-jalan. (Surat adz-Dzaariyaat, 7)

Matahari, sebagai salah satu dari trilyunan bintang di alam semesta, melakukan perjalanan lebih dari 17 juta kilometer per hari di angkasa. Perjalanan matahari ini ditunjukkan oleh Allah sebagai berikut:

Dan matahari beredar menurut waktu yang sudah ditentukan baginya; itulah ketentuan Yang Mahaperkasa, Mahatahu. (Surat Yaasiin, 38)

ATAP YANG TERJAGA BAIK

Kami jadikan langit sebagai atap yang terjaga baik, tetapi mereka berpaling dari tanda-tanda yang ada. (Surat al-Anbiyaa’, 32)

Hampir semua orang pernah melihat gambar permukaan bulan. Struktur permukaan ini sangat tidak rata karena kejatuhan meteor-meteor yang tak terhitung jumlahnya. Besarnya kawah-kawah yang terbentuk dengan meteor-meteor ini merupakan karakter bulan yang paling khas. Segala stasiun angkasa atau tempat tinggal yang didirikan di permukaan bulan tanpa dengan perisai khusus akan sangat berkemungkinan untuk rata dengan tanah. Satu-satunya cara untuk mencegahnya adalah “menjaga”-nya dengan berbagai cara.

Rincian ini, yang hampir tidak pernah kita pikirkan, disediakan bagi bumi dengan cara yang sangat alamiah. Karena itu, orang-orang tidak perlu mengambil tindakan ekstra untuk bertahan hidup. Atmosfer bumi menghancurkan semua meteor besar dan kecil yang mendekati bumi, menyaring sinar yang berbahaya di angkasa dan, dengan demikian, melaksanakan proses yang vital demi kelangsungan hidup manusia.

Banyak sinar yang berbahaya-dan bahkan fatal-mencapai bumi dari matahari dan bintang-bintang lain. Sumber utama sinar-sinar yang berbahaya ini terutama adalah ledakan energi, “kobaran” di matahari, bintang terdekat dengan bumi.

Selama matahari ini bersorot, suatu awan plasma terlempar ke angkasa dengan kecepatan 1.500 km/detik. Awan plasma ini, yang tersusun dari proton yang bermuatan positif dan elektron yang bermuatan negatif, menghantarkan listrik. Ketika awan itu mendekati bumi dengan kecepatan 1.500 km/detik, awan ini mulai menghasilkan arus listrik di bawah pengaruh bidang magnet di sekeliling bumi. Di sisi lain, bidang magnetik bumi itu mengerahkan gaya pendorong terhadap awan plasma tersebut yang mengalir langsung melalui ini. Gaya ini menghentikan pergerakan awan itu dan menjaganya pada jarak tertentu. Kini, mari kita amati daya awan plasma yang “dihentikan” sebelum mencapai bumi.

Walaupun awan plasma itu tertahan oleh bidang magnetik bumi, pengaruhnya masih tercerap dari bumi. Dengan mengikuti kobaran kuat tersebut, transformer-transformer bisa meledak di saluran-saluran yang bertegangan tinggi, jaringan komunikasinya bisa putus atau gabungan jaringan listriknya bisa berhamburan.

Di suatu ledakan bintik-matahari, energi yang diluncurkan akan terhitung sama dengan 100 trilyun kali energi bom atom yang dijatuhkan di Hiroshima. Limapuluh-delapan jam sesudah kobaran, aktivitas yang menonjol bisa diamati pada jarum kompas, dan panasnya melonjak sampai 2.500 C pada ketinggian sekitar 250 kilometer di atas atmosfir.

Sekalipun demikian, arus partikel lain disebarkan dari matahari dengan kecepatan yang relatif lebih rendah, kira-kira 400 km/detik. Ini disebut “angin matahari.” Angin matahari dikendalikan dengan lapisan partikel bermuatan yang disebut “Lajur Radiasi Van Allen” yang dihasilkan di bawah pengaruh bidang magnetik bumi dan, dengan demikian, tidak membahayakan bumi. Pembentukan lapisan ini dimungkinkan karena karakteristik inti bumi. Inti ini mengandung logam-logam magnetik seperti besi dan nikel. Yang lebih penting adalah bahwa nukleusnya tersusun dari dua struktur yang berbeda. Inti dalamnya padat, sedangkan inti luarnya cair. Dua lapisan inti ini masing-masing berputar. Pergerakan ini menciptakan efek magnetik di logam-logam yang mengarah pada pembentukan bidang magentik. Lajur Van Allen itu merupakan perpanjangan dari bidang magnetik ini yang merentang ke jangkauan atmofir terluar. Bidang magnetik ini melindungi bumi terhadap bahaya-bahaya yang mungkin berasal dari angkasa. Angin-angin matahari tidak bisa lewat melalui Lajur Van Allen, 40.000 mil dari bumi. Bila dalam bentuk partikel-partikel yang bermuatan listrik, mereka menjumpai bidang magnetik ini, terurai dan tersebar di sekitar lajur ini.

Tepat seperti Lajur Van Allen, atmosfir bumi juga melindungi bumi dari efek-efek angkasa yang merusak. Kami menyebutkan bahwa atmosfir melindungi bumi dari meteor. Akan tetapi, ini bukan hanya ciri atmosfir. Sebagai misal, suhu minus 273 di angkasa luar, yang disebut “nol mutlak” yang akan berdampak fatal bagi orang-orang, sedangkan suhu di atmosfir bumi lebih tinggi secara permanen.

Yang lebih menarik adalah bahwa atmosfir hanya membiarkan masuk sinar-sinar, gelombang-gelombang radio, dan cahaya-cahaya yang tidak berbahaya, karena ini merupakan unsur-unsur yang vital bagi kehidupan. Sinar ultraviolet, yang hanya dibiarkan masuk sebagian oleh atmosfir, sangat penting untuk fotosintesis tanaman dan untuk kelangsungan hidup semua makhluk hidup. Pancaran ini, yang terpancar dengan sangat kuat dari matahari ke bumi, disaring melalui lapisan ozon atmosfir dan hanya sebagian yang diperlukan saja yang mencapai bumi. Sinar matahari adalah salah satu persyaratan hidup yang paling mendasar.

Singkatnya, terdapat suatu sistem hebat yang berfungsi di bumi yang mencakup-diri dan melindunginya dari bahaya luar. Dalam Al-Qur’an, keadaan bumi yang berperisai diungkapkan dengan ayat berikut ini:

Dan Kami telah menjadikan langit (sebagai) atap yang terjaga baik; (namun) mereka berpaling dari ayat-ayat ini. (Surat al-Anbiyaa’, 32)

Tiada keraguan bahwa pada abad ke-7, mengetahui perlindungan atmosfir atau pun keberadaan Lajur Van Allen adalah mustahil. Sekalipun begitu, ungkapan “atap yang terjaga baik” menjelaskan dengan sempurna perantara-perantara pelindung di sekitar bumi yang belum ditemukan hingga zaman modern. Jadi, ayat tersebut yang menyebut langit sebagai “atap yang terjaga baik” menunjukkan bahwa al-Qur’an dikirim oleh Sang Pencipta Yang berpengetahuan atas segala sesuatu.

RELATIVITAS WAKTU

Relativitas waktu adalah fakta ilmiah yang terbukti saat ini. Akan tetapi, hingga Einstein mengetengahkan “teori relativitas” pada awal abad 20, tak seorang pun mengira bahwa waktu bisa relatif dan bergantung pada kecepatan dan massa.

Namun ada pengecualian! Al-Qur’an telah mengeluarkan informasi tentang relativitas waktu! Tiga ayat mengenai hal ini ialah:

Mereka meminta kepadamu supaya azab dipercepat, tetapi Allah tidak akan menyalahi janji-Nya. Sungguh, satu hari menurut Allah seperti seribu tahun dalam perhitungan kamu. (Surat al-Hajj, 47)

Ia mengatur semua urusan dari langit sampai ke bumi, kemudian (semua itu) kembali kepada-Nya dalam satu hari, yang kadarnya seribu tahun menurut perhitungan kamu. (Surat as-Sajdah, 5)

Para malikat dan roh naik kepada-Nya pada suatu hari yang ukurannya limapuluh ribu tahun. (Surat al-Ma’aarij, 4)

Sebagai kitab yang diwahyukan pertama kali pada 610, Al-Qur’an yang menyiratkan relativitas yang sangat dini merupakan bukti lain bahwa inilah kitab ilahi.

PERPUTARAN BUMI

Bahasa Arab, bahasa pewahyuan Al-Qur’an, merupakan bahasa yang maju dan sangat kaya. Kosakatanya sangat luas dan variasi kata-katanya banyak. Karena alasan ini, beberapa kata verbal Arab tidak bisa diterjemahkan ke berbagai bahasa dengan kata tunggal. Sebagai contoh, kata “hasyiya” berarti “takut yang disertai takjub” (untuk berbagai jenis rasa takut lain dipakai kata-kata lain). Contoh lain, kata “karia” dipakai untuk mengacu pada “kemalangan yang menohok”, yakni Hari Pembalasan.

Salah satu kata verbal adalah “takwir”. Dalam bahasa Indonesia, ini berarti “menumpuk benda-benda seperti menumpuk kain yang terhampar”. Sebagai misal, dalam kamus-kamus Arab kata ini dipakai untuk tindakan saling membungkus, dengan cara seperti surban. Sekarang mari kita lihat sebuah ayat yang menggunakan kata “takwir”:

Dialah Yang menciptakan langit dan bumi dengan sebenarnya. Dia menutupkan malam ke atas siang dan menutupkan siang ke atas malam. (Surat az-Zumar, 5)

Informasi yang terdapat di ayat tersebut yang mengenai saling-bungkus antara siang dan malam itu mencakup informasi yang akurat tentang bentuk bumi. Situasi ini bisa benar hanya jika bumi ini bundar. Ini berarti bahwa dalam Al-Qur’an, perputaran bumi telah diisyaratkan.

Akan tetapi, paham astronomi tentang waktu, mencerap dunia secara berbeda. Sebagaimana yang telah kami sebutkan, lalu dikira bahwa dunia adalah planet datar dan semua penjelasan dan perhitungan ilmiah didasarkan pada kepercayaan ini. Akan tetapi, karena Al-Qur’an itu firman Allah, kata-kata yang paling benarlah yang dipakai dalam memerikan alam semesta.

FUNGSI GUNUNG

Menurut temuan-temuan geologis, pegunungan itu muncul sebagai hasil dari pergerakan dan perbenturan pelat raksasa yang merupakan kerak bumi. Pelat-pelat ini amat besar dan membawa semua benuanya. Bila dua pelat bertabrakan, yang satu biasanya tergelincir di bawah yang lain dan puing-puing di antara keduanya terangkat. Tonjolan besar di puing-puing yang terpadatkan ini membentuk pegunungan dengan terangkat lebih tinggi daripada sekelilingnya. Sementara itu, tonjolan yang merupakan pegunungan bergerak di bawah tanah selain di atas tanah. Ini berarti bahwa pegunungan mempunyai bagian yang terseret ke bawah sebesar bagiannya yang terlihat. Perpanjangan pegunungan di bawah tanah ini mencegah kerak bumi dari tergelincie pada lapisan magma atau antara lapisan-lapisannya.

Dengan penjelasan ini, salah satu dari sifat pegunungan yang paling bermakna adalah formasinya di titik-titik gabung pada pelat-pelat bumi yang tertekan bersama-sama dengan berdekatan ketika mendekat dan “memancangkan” diri. Artinya, kita bisa mempersamakan pegunungan dengan paku-paku yang merekatkan potongan-potongan kayu.

Selanjutnya, tekanan yang didesakkan oleh pegunungan terhadap kerak bumi dengan massa yang amat besar itu mencegah pergerakan magma di inti bumi dari penjangkauan bumi dan penghancuran kerak bumi. Lapisan tengah bumi, yang disebut inti, merupakan kawasan yang terbuat dari bahan-bahan yang mendidih di suhu yang mencapai ribuan derajat. Pergerakan di inti ini menyebabkan pemisahan bagian-bagian untuk tegak di antara pelat-pelat yang membereskan bumi. Pegunungan yang tegak di bagian-bagian ini menghalangi pergerakan ke atas dan melindungi bumi dari gempa bumi yang keras.

Sangat menarik untuk dicatat bahwa fakta-fakta teknis ini yang ditemukan oleh geologi modern di masa kita sekarang telah terungkap dalam Al-Qur’an ribuan tahun yang lalu. Dalam suatu ayat tentang pegunungan, dinyatakan dalam Al-Qur’an:

Dia menciptakan langit tanpa tiang yang dapat kau lihat; Dia memancangkan di atas bumi gunung-gunung supaya tidak menggoyangkan kamu; dan Dia menebarkan di dalamnya binatang-binatang dari segala jenis. (Surat Luqman, 10)

Dengan ayat ini, Al-Qur’an menolak takhyul yang biasanya diakui pada waktu itu. Dengan mempunyai pengetahuan astronomis primitif seperti masyarakat-masyarakat lain pada waktu itu, orang-orang Arab mengira bahwa langit terangkat tinggi di atas gunung. (Inilah kepercayaan tradisional yang kemudian ditambahkan di Perjanjian Lama untuk menjelaskan alam semesta.) Kepercayaan ini berpendapat bahwa ada pegunungan tinggi di dua ujung bumi yang datar. Inilah “penopang” langit. Pegunungan ini dikira sebagai tiang yang menyangga langit di atas tempatnya. Ayat tersebut menolak hal ini dan menyatakan bahwa langit itu “tanpa penopang”. Fungsi geologis sejati juga diungkapkan: untuk mencegah getaran. Sebuah ayat lain menekankan hal itu pula:

Dan Kami jadikan di atas bumi gunung-gunung, supaya bumi tidak bergoyang bersama mereka, dan Kami jadikan lorong-lorong lebar di antaranya, supaya mereka mendapat petunjuk. (Surat al-Anbiyaa’, 31)

Sumber : Harun Yahya

Reuni Keluarga Lebaran 2016

IMG_0043

~Mohon Maaf Lahir Dan Batin~

Dua tahun lalu, saya menulis cerita lebaran nabila di blog pribadi adiwarsito.wordpress.com karena center ceritanya pada nabila, jadi selama dua tahun pula saya tidak menulis di blog ini, kecuali dua blog yang lain. Membuat cerita susah susah gampang, ada juga yang mengatakan gampang gampang susah. Lebih cenderung susah atau gampang tergantung jumlah susah atau gampang dari istilah susah susah gampang dan gampang gampang susah, hehe..

IMG20160704114228

~Selalu Ceria~

Sebenarnya pulang ke kampung halaman tahun ini tidak terlalu menguras energi, justru pulang kampung tahun ini dimanfaatkan untuk berlibur, suatu hal yang jarang kami dapatkan saat hari kerja sudah berjalan dan anak-anak juga tinggal di asrama sekolahnya. Bersyukur daerah tempat tinggal kami saat ini, dan kampong halaman tempat kelahiran saya adalah daerah sub urban atau rural.

Penelitian Adam Okulicz-Kozaryn yang diterbitin Jurnal Ilmiah Urban Studies 2005 menyimpulkan, tinggal di daerah sub urban atau di rural (kalau istilah Bahasa Indonesianya adalah pinggir kota dan desa) jauh lebih bikin orang bahagia daripada tinggal di tengah kota (urban). Bisa merasakan biaya hidup lebih murah, bebas kebisingan, dan punya ruang gerak lebih banyak jadi faktor yang dapat meningkatkan kebahagiaan.

sungkem lebaran 2016

~Kebahagiaan yang tidak terukur~

Tentunya kebahagiaan yang tak terukur adalah pada saat kita bertemu dengan kedua orang tua yang masih hidup dan kita berkesempatan untuk bersimpuh untuk meminta maaf atas kesalahan-kesalahan yang telah kita perbuat semenjak kecil sampai anak-anaknya berkeluarga semua seperti sekarang ini. Apalagi kedua orangtua kami merupakan sosok teladan yang luar biasa bagi kami anak anaknya.

IMG_0086

~Saudara bertujuh, 6 Laki-laki 1 Perempuan~

Liburan pulang kampung dengan perjalanannya yang cukup singkat sekitar seminggu tetapi sangat berarti banyak, ada yang dua tahun lalu sempat bertemu dan ada yang sudah lima tahun lebih baru kembali bertemu. Tiga zona waktu keluarga kami menyebar, ada yang tinggal di Kupang dengan WIT, ada di Enrekang Sulawesi Selatan dengan WITAnya, dan sebagian besar Jawa dan Sumatera dengan WIBnya.

 

IMG_0197

~Kedua Orang Tua Tercinta Bersama Anak,Menantu, Cucu & Cicit~

Alhamdulillah semua bisa berkumpul terkecuali anak saya pertama yang seminggu sebelum lebaran sempat tinggal di Pare, Kediri Jawa Timur di Kampung Inggris dan sesekali tinggal di Nganjuk, tempat tinggal neneknya.

Faiz

Faiz Di Batu Malang

Dari sebuah sumber online Guru Besar Fakultas Ilmu Budaya Unpad, Dadang Suganda dalam diskusi publik soal mudik di UNPAD menyatakan, “Di samping kebutuhan kultur, mudik juga jadi kebutuhan manusia. Mereka bisa dapat apresiasi yang dibutuhkan untuk bahagia, dan barang kali itu bisa memperpanjang umur.” Sedangkan Guru Besar Fakultas Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial Universitas Pendidikan Indonesia (FPIPS UPI), Elly Malihah bilang kalo mudik dapat menumbuhkan sifat kebersamaan, kesabaran, kehati-hatian, dan rasa berbagi.

Mudik bareng keluarga, tentunya barang bawaan atau bekal lebih banyak daripada bepergian sendiri-sendiri. Tetapi justru kemanfaatannya juga lebih banyak. Masing-masing anggota bakal bekerja sama dan menjalankan perannya masing-masing agar bisa tiba di tempat tujuan dengan selamat. Dengan kata lain, seseorang bisa menemukan teman sekaligus jati dirinya di dalam perjalanan.

IMG20160709155401

~Mengukur Kekuatan~

Pulang kampung juga membawa manfaat labih bagi para pedagang, pelaku bisnis layanan dan juga sebagai informasi kepada pemerintah sejauh mana kesiapan dalam menyediakaan sarana prasarana transportasinya. Lebih kerennya lagi orang-orang yang mudik  secara tidak langsung membantu pemerintah mengevaluasi lalu-lintasnya.

Soalnya, ketahanan fasilitas, daya tampung jalan, kesiapan polisi lalu-lintas, efektifitas rekayasan lalu-lintas, keamanandan layanan transportasi yang dibuat bakal teruji dengan adanya serbuan pemudik.

 

IMG_20160708_102301

~Bersiap Menerima Wejangan Orang Tua~

Sekarang kami masing-masing sudah kembali bertebaran ke tiga Zona Waktu yang berbeda, ada yang sudah sampai beberapa hari lalu dan melanjutkan aktivitas rutin hariannya. Ada yang sementara masih perjalanan untuk kembali ke ‘kampung halaman’nya. Mudah-mudahan kita semua dapat berkumpul lagi untuk merasakan kebahagiaan dan ingat selalu pesan Orang Tua saat itu,” Alhamdulillah, anak cucu sudah cukup berhasil semua di pendidikan, pekerjaan dan jangan lupa kumpulkan bekal untuk akhiratnya supaya selamat Dunia dan Akhirat”, Aamiin

IMG_0234

~Foto Bersama Selesai Pertemuan~

Menyadari bahwa kami semua sudah cukup berhasil jadi ‘orang’ meski definisi sukses itu relatif, jelas momentum ini sangat membahagiakan terutama kesyukuran kami semua kepada Sang Pencipta. Hal ini pula yang sempat membuat diri terharu yang sempat terluap dalam isak tangisan. Bukan tangisan kesedihan tetapi tangisan kebahagiaan, kesyukuran yang Allah limpahkan kepada keluarga kami semua. Alhamdulillah…

Kesabaran, keuletan, ketegasan, kearifan, dan kesetiaannya dengan amanah yang tiada terkira dalam mendidik dan mengasihi kami anak anaknya bertujuh, enam laki-laki dan seorang perempuan. Semoga Allah SWT selalu menjaga, menyayangi dan mengasihi orang tua kami. Aamiin