Benarkah, Sidik Jari Manusia Tidak Ada Yang Sama ?

sidik jari

Beberapa waktu yang lalu kita mendengar meninggalnya Noordin M. Top dalam sebuah penggrebekan yang dipastikan dari identifikasi sidik jarinya. Petikan berita dari Inilah.com sebagai berikut !

INILAH.COM, Jakarta – Kurang dari 24 jam setelah melumpuhkan empat orang yang diduga teroris di Solo, Kapolri Jenderal Pol Bambang Hendarso Danuri memastikan bahwa salah satu di antara mereka adalah Noordin M Top. Hal ini hanya berdasarkan hasil pencocokan sidik jari. Apakah hal itu cukup kuat?

Hal itu disampaikan ahli forensik Universitas Airlangga dr Sukri Ervan Kusuma. Keyakinan Polri yang mendasarkan pada proses pemeriksaan sidik jari, dinilainya sudah tepat. Sebab, di antara proses indentifikasi terhadap jenazah, sidik jari merupakan proses identifikasi yang bernilai paling tinggi.

Menurut mantan anggota Tim Forensik Bom Bali ini, ada tiga proses identifikasi yang bisa digunakan terhadap jenazah. “Yakni, identifikan berdasarkan sidik jari, pemeriksaan gigi, dan DNA,” paparnya, saat dihubungi INILAH.COM dari Jakarta, Jumat (18/9).

Proses identifikasi sidik jari dinilai paling kuat karena di dunia ini tidak mungkin ada dua orang memiliki sidik jari yang sama. “Jika sudah sama dan bisa dipastikan sidik jarinya, maka bisa dipastikan hasil pemeriksaan lainnya akan sama,” imbuhnya.

Selain mempunyai tingkat keakuratan yang tinggi, proses uji sidik jari juga lebih mudah dibandingkan proses identifikasi yang lain. “Jika melakukan proses uji DNA, prosesnya sangat lama karena harus ada DNA pembanding. Juga harus ditunjang dengan peralatan yang canggih,” jelasnya.

Bagaimanakah Adakah Ayat Al Qur’an Tentang Sidik Jari ? Berikut salah satu Artikel Harun Yahya terkait keunikan Sidik Jari.

“Sidikjari” yang terbentuk pada ujung jari dengan pola nyata pada kulit bersifat sangat unik bagi si empunya. Setiap orang yang hidup di bumi mempunyai setelan sidikjari yang berlainan. Semua orang yang hidup sepanjang sejarah juga mempunyai sidikjari yang berbeda-beda. Sidik ini tak akan berubah selama hayat seseorang kecuali jika terjadi kecelakaan besar.

Karena itulah sidikjari diterima sebagai kartu identitas yang sangat penting dan dipakai untuk tujuan ini di seluruh dunia.

Akan tetapi, dua abad yang lalu, sidikjari tidak begitu penting, karena baru ditemukan pada akhir abad ke-19 bahwa semua sidikjari saling berbeda. Pada 1880, seorang ilmuwan Inggris yang bernama Henry Faulds menyatakan dalam suatu artikel yang diterbitkan di Nature bahwa sidikjari orang-orang tidak berubah sepanjang hayat mereka, dan bahwa terdakwa-terdakwa bisa diyakinkan dengan sidikjari yang mereka tinggalkan di permukaan benda seperti kaca.32 Pada 1884, untuk pertama kalinya seorang pembunuh ditentukan dengan identifikasi sidikjari. Sejak itu, sidikjari telah menjadi metode yang penting untuk identifikasi. Namun sebelum abad ke-19, kebanyakan orang mungkin tak pernah mengira bahwa bentuk sidikjari mereka yang bergelombang itu mempunyai makna atau merupakan catatan yang berharga.

Pada abad ke-7, Al-Qur’an menunjukkan bahwa ujung jari manusia mengandung karakteristik yang penting:

Apakah manusia mengira bahwa Kami tak akan mengumpulkan tulang-tulangnya? Ya, bahkan Kami mampu menyusun kembali ujung jari-jarinya. (Surat al-Qiyaamah, 3-4)

Posted on 22 October 2009, in It's Amazing. Bookmark the permalink. 1 Comment.

  1. pada adad ke 7 sudah ada……luar biasa….subkhanallah

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: