Begadang, Bangun Kesiangan Dan Posisi Tidur

Postingan ini mencoba mengangkat  bahasan tentang BEGADANG dan TIDUR PAGI/BANGUN KESIANGAN, apakah kedua keduanya menjadi kebiasaan yang terangkai ( begadang akhirnya bangun kesiangan) atau masing-masing berdiri sendiri. Topik ini banyak diangkat tetapi yang saya dapat  kadang Begadang saja atau Bangun Kesiangannya,  atau (waah kebanyakan atau niih..) dari sudut pandang  kesehatan atau agama saja.

Jadi saya coba rangkai dari informasi yang say a baca dengan judul diatas dengan pendekatan sains dan agama ( tentunya banyak kekurangan lho  ..mohon koreksinya) melalui 2 postingan yaitu

  • BEGADANG MALAM
  • TIDUR PAGI/BANGUN KESIANGAN & POSISI TIDUR YANG BAIK

A. BEGADANG MALAM

Dalam Q.S Al Baqarah 255, digambarkan sifat Allah

Artinya : “Allah, tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) melainkan Dia Yang Hidup kekal lagi terus menerus mengurus (makhluk-Nya); tidak mengantuk dan tidak tidur..”

Tentunya kita manusia jelas berbeda dengan Pencipta kita, kalau Allah SWT tidak mengantuk dan tidak tidur yang pasti manusia pasti mengantuk dan perlu tidur, itu prinsip dan manusiawi (makhluk-NYA)

Kemudian kenapa begadang ? tentu banyal alas an yang kesemuanya kembali kepada orang-perorang atau mungkin kelompok orang, personal atau mungkin kelembagaan. Karena yang melakukan begadang tidak hanya orang umum tetapi orang yang menginginkan dekat dengan penciptaNYA, juga sering begadang.

Di Pesantren salaf, pola pendidikannya biasanya menghidupkan malam dengan belajar, dzikir, munajat yang dilakukan para Kiai masa lalu yang dilanjutkan oleh para santri hingga saat ini. Tidak heran jika kita melihat pola kehidupan di Pesantren jika malam hari seolah awal dari dinamika kehidupan karena malam hari adalah waktu yang paling baik untuk belajar, munajat dan dzikir, maka hal ini dapat dipahami bila menilik  QS. Adz-Dzaariyaat : 16-18 yang artinya : “ Sambil mengambil apa yang diberikan kepada mereka oleh Tuhan mereka. Sesungguhnya mereka sebelum itu di dunia adalah orang-orang yang berbuat baik;. Mereka sedikit sekali tidur di waktu malam(untuk beribadah); Dan di akhir-akhir malam mereka memohon ampun (kepada Allah).”

Namun ketika melihat kenyataan sekarang hampir semua pesantren menyelenggarakan pendidikan formal yang menekankan aktifitas belajar pada siang hari, maka timbul banyak kendala. Banyak para siswa yang kesiangan bangun dan masuk sekolah terlambat, sehingga :

  • Perlu ada pengaturan jam tidur, bagi mereka yang mengikuti sekolah formal harus tidur lebih cepat dengan harapan cepat bangun.
  • Sementara bagi santri yang hanya mengambil pendidikan pesantren saja dipersilahkan untuk memanfaatkan malam hari untuk belajar, munajat dan berdzikir seperti tradisi para ulama terdahulu yang menghidupkan malam-malamnya dengan ibadah.

Patut disesalkan, tradisi melekan atau begadang banyak yang disalah gunakan. Bulan melakukan aktifitas belajar atau munajat kepada Allah, malah ngobrol semalam suntuk yang tidak banyak mengandung manfaat. Dampak dari kebiasaan ini sangat buruk dalam pencapaian prestasi belajar di sekolahnya dan buruk juga dari sisi kesehatan.

Dari Abu Ishaq, beliau berkata bahwa beliau menanyakan kepada Al Aswad bin Yazid tentang perkataan ‘Aisyah mengenai aktivitas malam Rasulullah SAW. ‘Aisyah berkata :”Rasulullah SAW biasa tidur di awal malam dan beliau menghidupkan akhir malam (dengan shalat). Jika beliau memiliki hajat (baca : hubungan badan dengan istrinya), beliau menunaikan hajat tersebut kemudian beliau tidur. Pada adzan shubuh pertama, beliau SAW duduk (‘Aisyah tidak mengatakan bahwa beliau bangun). Kemudian beliau SAW menuangkan air (‘Aisyah tidak mengatakan bahwa beliau mandi, dan aku mengetahui apa yang ‘Aisyah maksudkan). Jika beliau SAW tidak dalam keadaan junub, beliau berwudhu seperti wudhu seseorang yang hendak shalat. Kemudian beliau shalat dua raka’at.” (HR..Muslim)
Diriwayatkan dari Abi Barzah, beliau berkata :“Rasulullah SAW membenci tidur sebelum shalat Isya’ dan ngobrol-ngobrol setelahnya.” (HR. Bukhari )
Nabi Muhammad shallahu ‘alaihi wasallam telah mengingatkan kita dalam sabdanya;”Tidak ada begadang kecuali bagi seorang yang melakukan shalat atau menempuh perjalanan (H.R. Ahmad dari Ibnu Mas’ud).*

Ibnu Hibban menyebutkan adanya riwayat yang menunjukkan sesungguhnya larangan begadang sama sekali tidak dimaksudkan kepada begadang dalam masalah ilmu. Kemudian ia menuturkan sebuah hadits yang sanadnya bersambung kepada Umar ibnu Khathab, “Rasulullah SAWm begadang pada suatu malam di rumah Abu Bakar  ra karena ada suatu urusan kaum muslimin. Pada malam yang lain, beliau begadang sementara aku bersama beliau”

Beberapa Ayat Al Qur’an yang menggambarkan penggunaan waktu malam dan siang !

QS. Yunus 67

Artinya :”Dialah yang menjadikan malam bagi kamu supaya kamu beristirahat padanya dan (menjadikan) siang terang benderang (supaya kamu mencari karunia Allah). Sesungguhnya pada yang demikian itu terdapat tanda-tanda (kekuasaan Allah) bagi orang-orang yang mendengar”

QS. Al Furqan 040

Artinya :” Dialah yang menjadikan untukmu malam (sebagai) pakaian, dan tidur untuk istirahat, dan Dia menjadikan siang untuk bangun berusaha.

Bila ditinjau dari sisi Sains

Para dokter di National Taiwan Hospital baru-baru ini mengejutkan dunia kedokteran karena ditemukannya kasus seorang dokter muda berusia 37 tahun yang selama ini sangat mempercayai hasil pemeriksaan fungsi hati (SGOT,SGPT), tetapi ternyata saat menjelang Hari Raya Imlek diketahui positif menderita kanker hati sepanjang 10 cm

Penyebab utama kerusakan hati adalah :

  1. Tidur terlalu malam dan bangun terlalu siang adalah penyebab paling utama
  2. Pola makan yang terlalu berlebihan.
  3. Tidak makan pagi.
  4. Terlalu banyak mengkonsumsi obat-obatan.
  5. Terlalu banyak mengkonsumsi bahan pengawet, zat tambahan dan zat pewarna
  6. Minyak goreng yang tidak sehat! Sedapat mungkin kurangi penggunaan minyak goreng saat menggoreng makanan hal ini juga berlaku meski menggunakan minyak goreng terbaik sekalipun seperti olive oil. Jangan mengkonsumsi makanan yang digoreng bila kita dalam kondisi penat, kecuali dalam kondisi tubuh yang fit.

Kita harus melakukan pencegahan dengan tanpa mengeluarkan biaya tambahan. Cukup atur gaya hidup dan pola makanan sehari-hari. Perawatan dari pola makan dan kondisi waktu sangat diperlukan agar tubuh kita dapat melakukan penyerapan dan pembuangan zat-zat yang tidak berguna sesuai dengan jadwalnya Sebab :

  • Malam hari pk 9 – 11:

Pembuangan zat-zat tidak berguna/beracun (de-toxin) di bagian sistem antibodi (kelenjar getah bening). Selama durasi waktu ini seharusnya dilalui dengan suasana tenang atau mendengarkan musik. Bila saat itu seorang ibu rumah tangga masih dalam kondisi yang tidak santai seperti misalnya mencuci piring atau mengawasi anak belajar, hal ini dapat berdampak negatif bagi kesehatan.

  • Malam hari pk 11 – dini Hari pk 1:

Proses de-toxin (pembersihan) di bagian hati, harus berlangsung dalam kondisi tidur pulas.

  • Dini hari pk 1 – 3:

Proses de-toxin di bagian empedu, juga berlangsung dalam kondisi tidur.

  • Dini hari pk 3 – 5:

De-toxin (pembersihan) di bagian paru-paru. Sebab itu akan terjadi batuk yang hebat bagi penderita batuk selama durasi waktu ini. Karena proses pembersihan (de-toxin) telah mencapai saluran pernafasan, maka tak perlu minum obat batuk agar supaya tidak merintangi proses pembuangan kotoran.

  • Pagi pk 5 – 7

De-toxin (pembersihan) di bagian usus besar, harus buang air di kamar kecil.

  • Pagi pk 7 – 9

waktu penyerapan gizi makanan bagi usus kecil,harus makan pagi. Bagi orang yang sakit sebaiknya makan lebih pagi yaitu sebelum pk 6:30.Makan pagi sebelum pk 7:30 sangat baik bagi mereka yang ingin menjaga kesehatannya.

Jadi jam biologis manusia sudah teratur sedemikian rupa, sehingga bila tidak dalam kondisi tenang, istirahat atau tidur proses pengeluaran toksin/racun terhalang. Tetapi yang menarik diatas pada jam 3-5 pagi de-toksinnya tidak harus dalam kondisi tidur sehingga pada jam tersebut yang merupakan 1/3 malam sebagaimana sunnah Rasul sangat tepat untuk bangun beribadah tidak terhalang !!

Kesimpulannya bahwa begadang bisa dilakukan jika dalam hal-hal kebaikan, seperti: belajar, menunggu waktu shalat, berjaga-jaga di daerah perbatasan dalam kondisi perang (ribath) atau melakukan sesuatu bagi kemaslahatan kaum muslimin. Begadang yang semacam ini adalah terpuji, selama hal itu tidak menyebabkan pengabaian sesuatu yang lebih penting. Ibnu Taimiyah rahimahullah menamakan begadang seperti ini dengan “Begadang Syar’i”.

Sehingga jelas tidak ada pertentangan antara Agama dan Sains dalam hal ini.

Posted on 4 February 2010, in It's Amazing and tagged , , . Bookmark the permalink. 5 Comments.

  1. trims pak mampir, sukses buat Bapak juga

  2. apa penyebab tidur tanpa alas dalam ilmu termodinamika

  3. buat ichaa
    Mekanisme pembuangan kelebihan panas (sistem) tubuh dengan berkeringat saat cuaca panas(lingkungan) sudah jalan. Tidur dilantai’tanpa alas’ solusi cari lingkungan baru untuk turunkan panas tubuh(sistem)sehingga kalor pindah ke lantai dan kita agak merasa nyaman…
    Salam kenal..trims mampir

  4. wah ternyata tiap2 jamnya malam hari ada kerja2 untuk de-toxin,wah bagus2

  5. apa penyebab tidur malam

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: