Hadiah Kecil Untuk Bumi

Selamat Hari Bumi 2010 ! Seruan untuk berpartisipasi memperingati Hari Bumi dengan mematikan lampu 1 jam pada malam hari jam 20.30 ~ 21.30 sepantasnya diikuti. Bukan apa-apa, kadangkala kita sudah tidak begitu peduli lagi dengan kondisi bumi saat ini. Jadi sekecil tindakan yang bisa menandakan kepedulian kita,  kita akan coba lakukan

Sore hari 3 anakku yang duduk di bangku SD dan TK teringat kalau besoknya hari ahad mereka menagih untuk diijinkan main game di komputer. Yaah, saya dan istri nimbrung sekalian berebutan berlomba main game.  Ada permainan menarik yang saya coba mainkan bergantian dengan istri yaitu Diary Day yaitu permainan sebuah keluarga peternak/petani di lingkungan rumahnya dimana terdapat kebun, hewan ternak terdiri sapi, kambing, ayam yang harus dikasih makan, minum, diperas susunya/diambil telurnya, ada mesin pengolah makanan sapi yang harus dijalankan, nggarap kebun mulai dari pengolahan tanah, menabur benih sampai memetik buah, memperbaiki mobil yang rusak, terima telpon, dll.

Itulah sebuah permainan untuk mencoba seberapa cekatannya kita mengurus rumah tangga petani/peternak dengan tugas yang tidak ada selesainya ! Itulah permainan yang harus diterapkan juga dalam hidup keseharian agar lebih cekatan walaupun kami bukan petani/peternak !

Lain cerita anak-anak saya, ada yang suka Feeding Freezy yaitu seekor ikan yang harus berjibaku menjadi pemenang di lingkungan perairan yang ganas, atau  Puzzle Express dengan menata bentuk ke gerbong kereta api yang siap meluncur dengan bunyi khas kereta api apabila sudah penuh isinya, barangkali mereka rindu suara kereta api di kampung neneknya di jawa.

Ba’da Isya mereka sudah puas kecapekan dan mulai istirahat. Permainan terakhir yang sempat saya lihat mereka mainkan adalah Zuma yaitu menggelindingnya bola-bola seperti bumi berwarna warni yang harus dilontarkan untuk membuat urutan warna sehingga maendapatkan point.

Teringat bola teringat bumi, bahwa malam hari ini adalah Hari Bumi. Prihatin juga dengan keadan bumi sekarang yang semakin tidak menentu, cuaca mulai ekstrem, bencana banjir, gempa, longsor dimana-mana seolah-olah bumi berontak dengan perilaku penghuninya yang semena-mena. Bukit-bukit disekitar daerahku …dialihfungsikan sebagai area pertanian utamanya jagung yang sempat sesaat tren padahal tanah bukitnya tidak stabil. Tapi begitulah kehidupan, ada kepentingan dan kebutuhan yang harus dipenuhi yang kadangkala keseimbangan lingkungan terlupakan. Melupakan tujuan jangka panjang …

Seorang tua bijak dalam sebuah kisah, menanam benih pohon yang mungkin akan berbuah menurut perhitungan, nenek tersebut sudah tidak hidup lagi. Ditanyalah nenek tersebut oleh orang yang melihat, “Nek kenapa ditanam itu pohon sementara nenek tidak akan menikmatinya ?”. Si Nenek bijak menjawab ” Saya menanam bukan untuk diriku tetapi untuk anak cucuku kelak “

Sengaja saya tidak beraktivitas keluar rumah ba’da shalat isya’ di masjid. Terlupa juga kalau motor masih terparkir di dekat gerbang depan (daerah kami insyaAllah aman), saya coba istirahat lebih awal mematikan lampu di semua kamar, kecuali lampu redup pengaman si kecil yang sudah 2 tahun untuk tetap tidur tenang dan …begitu terbangun menjelang subuh.

Alhamdulillah, saya lewati hari bumi dengan tidur tenang dan …saya berfikir saya sudah berikhtiar memberikan sebuah hadiah kecil buat bumi.

Posted on 28 March 2010, in Info Fistik and tagged , . Bookmark the permalink. Leave a comment.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: