Mengenal Gunung Merapi (bagian I)

Orang di seluruh dunia, terkhusus warga Negara Indonesia dalam beberapa pekan terakhir ini tentu sering mendengar kalimat Gunung Merapi entah dari media cetak, elekronik (TV, radio) ataupun dari  teknologi informasi dan komunikasi seperti internet. Merapi saat ini masih dalam tingkatan awas walaupun sudah meletus beberapa kali bahkan daerah aman merapipun hari ini melalui runteks di televisi diperluas menjadi 15 kilometer persegi disebabkan aktivitas yang belum menunjukkan akan berhenti.

Gunung merapi dengan segala ceritanya sehingga menjadi lebih dikenal tidak terlepas dari seorang sosok yang ‘ngeyel’   untuk tetap bertahan melaksanakan amanah yang ditugaskan sebagai ‘juru kunci’ atau ‘penjaga’ Gunung Merapi.

Kalau melihat foto mbah Maridjan diatas, tergambar nilai-nilai orang dusun yang jujur, lugu, tidak neko-neko, taat perintah, berani dan kuat pegang ‘prinsip’. Secara pribadi tidak mengidolakan walaupun memasang fotonya di artikel ini, tetapi mencoba melengkapi gambaran profil dari Mbah Maridjan dan mencoba mengambil aspek positipnya.

Ketaatan dan keberanian untuk menolak evakuasi bahkan dari bujukan dari pejabat tertinggi negara di negeri inipun, untuk tetap menjalankan kewajiban menjaga ‘tidak boleh meninggalkannya’  sebagaimana penafsiran  yang dia pegang dari Sultan Hamengkubuwono IX.  Mbah Maridjan ‘bersedia mati melaksanakan tugas dari  Sultan yang sudah lama mati’. Bagi mbah maridjan barangkali merupakan kebahagiaan tiada tara walaupun harus berhadapan dengan awan yang panasnya tujuh kali air mendidih dan dengan ‘ikhlas’ menyerahkan jiwa raga sepenuhnya dengan cara bersujud ke Sang Khalik yang memerintahkan kepada Gunung Merapi untuk mengarahkan awan panas ke dusun Kinahrejo.

Mbah Maridjab bilang bahawa merapi asal kata dari ‘nerpati’ yaitu yang membawa manfaat, dan gunung merapi sedang membangun bukan meletus. Mudah-mudahan dengan meletusnya merapi banyak hikmah diambil

Kita tidak akan masuk terlalu jauh dengan mbah maridjan tetapi tidak ada salahnya kita melihat tampak gambar dari google Earth betapa dekatnya dusun Kinahrejo tempat tinggal mbah Maridjan dengan puncak gunung merapi.

Selamat jalan mbah, …

Artikel terkait

Mengenal Gunung Merapi (bagian II)
Fungsi Gunung

Posted on 4 November 2010, in Info Fistik and tagged , . Bookmark the permalink. 1 Comment.

  1. kasihan ya mbah marijan gunung nya meletus mbah marijan nya meninggal aduh kasihan nasib nya

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: