Model Pembelajaran Kooperatif JigSaw (Tim Ahli)

Model Pembelajaran yang kita gunakan saat mengajar dikelas tentu sangat berpengaruh terhadap efektivitas pembelajaran. Banyak diketahui model-model pembelajaran, antara lain Examples Non Examples, Picture and Picture, Numbered Heads Together, Cooperative Script,  STAD (Student TeamsAchievement Divisions), Problem Based Introduction (PBI), JIgSaw, dan lain-lain. Pada artikel ini kita mencoba mengetahui tentang Model Pembelajaran Kooperatif JigSaw. Dari pengalaman yang pernah saya lakukan model pembelajaran ini efektif  dan siswa termotivasi untuk lebih mengerti dan memahami materi pelajaran yang diberikan. Mudah-mudahan bermanfaat


Pertama kali dikembangkan dan diujicobakan oleh Elliot Aronson, kemudian diadaptasi oleh Slavin. Teknik mengajar Jigsaw dikembangkan oleh Aronson et. al. sebagai metode Cooperative Learning. Dalam teknik ini, guru memperhatikan skemata atau latar belakang pengalaman siswa dan membantu siswa mengaktifkan skemata ini agar bahan pelajaran menjadi lebih bermakna. Selain itu, siswa bekerja sama dengan sesama siswa dalam suasana gotong royong dan mempunyai banyak kesempatan untuk mengolah informasi dan meningkatkan keterampilan berkomunikasi.

Pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw adalah suatu tipe pembelajaran kooperatif yang terdiri dari beberapa anggota dalam satu kelompok yang bertanggung jawab atas penguasaan bagian materi belajar dan mampu mengajarkan materi tersebut kepada anggota lain dalam kelompoknya (Arends, 1997).Model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw merupakan model pembelajaran kooperatif dimana siswa belajar dalam kelompok kecil yang terdiri dari 3 – 6 orang secara heterogen dan bekerja sama saling ketergantungan yang positif dan bertanggung jawab atas ketuntasan bagian materi pelajaran yang harus dipelajari dan menyampaikan materi tersebut kepada anggota kelompok yang lain (Arends, 1997).

Jigsaw didesain untuk meningkatkan rasa tanggung jawab siswa terhadap pembelajarannya sendiri dan juga pembelajaran orang lain. Siswa tidak hanya mempelajari materi yang diberikan, tetapi mereka juga harus siap memberikan dan mengajarkan materi tersebut pada anggota kelompoknya yang lain. Dengan demikian, “siswa saling tergantung satu dengan yang lain dan harus bekerja sama secara kooperatif untuk mempelajari materi yang ditugaskan” (Lie, A., 1994).

Model pembelajaran Jigsaw adalah suatu model pembelajaran yang mengutamakan keaktifan siswa (student centered) dengan membentuk kelompok-kelompok kecil yang beranggotakan 3-5 orang yang terdiri dari kelompok asal dan kelompok ahli. Para anggota dari kelompok asal yang berbeda dengan topik yang sama bertemu untuk berdiskusi(antar ahli), saling membantu satu dengan yang lainnya untuk mempelajari topik yang diberikan (ditugaskan pada mereka). Siswa tersebut kemudian kembali pada kelompok masing-masing(kelompok asal) untuk menjelaskan kepada teman-teman satu kelompok tentang apa yang telah dipelajarinya. Guru mengawasi pekerjaan masing-masing kelompok. Dan jika diperlukan membantu kelompok yang mengalamai kesulitan dan memberikan penekanan terhadap topik yang sedang dibahas. Pada akhir pembelajaran diberikan kuis dengan materi yang telah dibahas.

Langkah-Langkah Pembelajaran

Langkah-langkah pembelajaran dalam model ini dapat dilaksanakan dalam dua tahap yaitu:
Awal kegiatan pembelajaran

I. Persiapan

  1. Melakukan Pembelajaran Pendahuluan, dimana Guru dapat menjabarkan isi topik secara umum, memotivasi siswa dan menjelaskan tujuan dipelajarinya topik tersebut.
  2. Materi, Materi pembelajaran kooperatif model jigsaw dibagi menjadi beberapa bagian pembelajaran tergantung pada banyak anggota dalam setiap kelompok serta banyaknya konsep materi pembelajaran yang ingin dicapai dan yang akan dipelajari oleh siswa.
  3. Membagi Siswa Ke Dalam Kelompok Asal Dan Ahli, Kelompok dalam pembelajarn kooperatif model jigsaw beranggotakan 3-5 orang yang heterogen baik dari kemampuan akademis, jenis kelamin, maupun latar belakang sosialnya
  4. Menentukan Skor Awal, Skor awal merupakan skor rata-rata siswa secara individu pada kuis sebelumnya atau nilai akhir siswa secara individual pada semester sebelumnya.

II. Rencana Kegiatan

  1. Setiap kelompok membaca dan mendiskusikan sub topik masing-masing dan menetapkan anggota ahli yang akan bergabung dalam kelompok ahli.
  2. Anggota ahli dari masing-masing kelompok berkumpul dan mengintegrasikan semua sub topik yang telah dibagikan sesuai dengan banyaknya kelompok.
  3. Siswa ahli kembali ke kelompok masing-masing untuk menjelaskan topik yang didiskusikannya.
  4. Siswa mengerjakan tes individual atau kelompok yang mencakup semua topik.
  5. Pemberian penghargaan kelompok berupa skor individu dan skor kelompok atau menghargai prestasi kelompok.

III. Sistem Evaluasi

Dalam evaluasi ada tiga cara yang dapat dilakukan:

  1. Mengerjakan kuis individual yang mencaukup semua topik.
  2. Membuat laporan mandiri atau kelompok.
  3. Presentasi.

Posted on 12 November 2010, in informasi and tagged , . Bookmark the permalink. 3 Comments.

  1. trmksh atas info nya, rencana ny sih ujian PPL nanti saya akan menggunakan model jigsaw ini

  2. terima kasih infonya pak…
    salam kenal

  3. terima kasih pak atas infonya,senang senang membaca tulisan bapak, salam kenal…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: