Daging : Sumber Gizi Dalam Al Qur’an

Alhamdulillah, tinggal satu atau dua hari lagi insya’Allah kita berlebaran Idul Adha 1431 H.  Ada yang melaksanakan shalat Id hari selasa, 16 Nopember 2010 dan ada yang melaksanakan hari rabu, 17 Nopember 2010. Terlepas dari perbedaan yang ada, dapat dipastikan ada hewan kurban yang akan disembelih.  Dan biasanya disaat-saat seperti itu kita makan daging, apakah daging sapi, kambing atau ayam. Naah,..dari Buku Harun Yahya yang berjudul “Keindahan  Dalam Kehidupan” pada Bab III tentang Manfaat Hewan Yang Disebut Dalam Al Qur’an terdapat bahasan manfaat dari daging. Selamat Hari Raya Idul Adha 1431 Hijriah, Mohon Ma’af Lahir Dan Batin, Semoga bermanfaat…


Dan Kami beri mereka tambahan dengan buah-buahan dan daging dari segala jenis yang mereka ingini.” (Ath-Thuur [52]: 22)

Daging, yang disebut secara khusus, adalah satu nutrisi penting bagi tubuh manusia. Asam-asam Amino, bongkahan-bongkahan prinsipil dari protein, sangatlah penting untuk jaringan pertumbuhan dan perbaikan. Sebab itu, kecukupan asam amino (pasokan protein) adalah vital bagi beragam kegiatan seperti ini. Protein lengkap, berasal dari daging, menyediakan semua asam amino esensial dalam makanan yang dikonsumsi dalam jumlah yang tepat. Beberapa jenis dari protein, terutama sekali yang berasal dari tumbuh-tumbuhan, tidak mengandungi jumlah asam amino yang diperlukan tubuh manusia. Kaum Vegetarian yang tergantung pada sayuran untuk kebutuhan protein dapat memperoleh jumlah yang cukup dari asam-asam amino esensial hanya dengan melengkapi aturan makan harian mereka dengan protein sempurna. Pola makan kaum vegetarian yang kurang kandungan protein, sementara kaya dengan unsur karbohidrat, menghadang pasokan yang cukup dari asam amino yang akhirnya bisa terkena edema (pembengkakan akibat akumulasi air berlebihan dalam jaringan tubuh). Ini merupakan satu kesalahan serius dari pola makan yang mematikan.Daging tidak sekedar bahan makanan berprotein tinggi, tapi juga kaya dengan mineral-mineral vital seperti zat besi, seng, fosfor, potasium, selenium, dan banyak vitamin lainnya (bagian terbesarnya kelompok vitamin B kompleks). Sayuran juga mengandung zat besi dan seng, tapi karena manusia yang ikut pola makan kaya dengan sayuran dan sangat tergantung pada bahan-bahan makanan kaya-serat, maka tubuh mereka tidak dapat sepenuhnya mencerna zat besi dan seng.

Lemak-lemak basah yang ditemukan di dalam daging merah dapat mencegah kelumpuhan, khususnya di kalangan lelaki. Kelumpuhan terjadi akibat dari pemompaan darah secara mendadak ke sel-sel otak, satu tindakan yang membunuh banyak sel darah. Namun, pengkajian belum lama ini mengungkapkan bahwa lemak binatang mengatur aliran darah ke otak.

Berseberangan dengan sangkaan umum, makanan bebas daging tidaklah rendah kadar kolesterolnya. Dengan anggapan bahwa bahan-bahan makanan di luar daging adalah kaya dengan lemak-lemak terselubung, kaum vegetarian secara relatif mengonsumsi lebih banyak lemak terselubung. Dalam upaya menjaga pola makan gizi tinggi, spesialis kesehatan menganjurkan agar konsumsi kolesterol kurang dari 300 mgs per hari. Ini merupakan jumlah persis kolesterol yang didapat dari daging.

Pencernaan protein (daging) secara relatif merupakan proses panjang, tapi 95 persen dari kandungan protein dan 96 persen lemak dapat dicerna dengan mudah. Lemak memungkinkan pencernaan bahan-bahan bergizi lainnya juga. Daging, yang mengandung lemak dalam jumlah pantas, tetap bercokol di dalam perut dalam rentang perpanjangan waktu, menunda rasa lapar, dan meningkatkan kekuatan seseorang untuk menolak rasa lapar. Sebagai tambahan, karena unsur-unsur kandungannya mempergiat kelenjar air liur, ia mempertajam selera makan dan menfasilitasi pencernaan.6

Terlepas dari fakta-fakta ilmiah ini, daging sangatlah menyedapkan. Kalaulah sumber gizi esensial ini tidak demikian sedapnya, tentu kita akan harus dipaksa memakannya, terlepas dari cita rasanya, demi mencukupkan kebutuhan kita akan protein. Namun, sebagai satu karunia Allah, ia memang sedap. Sementara itu, Allah menegaskan nilai daging dengan menyebutnya sebagai salah satu makanan di surga, “Dan daging burung dari apa yang mereka inginkan.” (Al-Waaqi’ah [56]: 21)

Posted on 14 November 2010, in It's Amazing and tagged , , , . Bookmark the permalink. Leave a comment.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: