Cacing Cumi (Squidworm) Di Laut Dalam Sulawesi

Kegelapan di dalam lautan dan samudera ditemukan sekitar kedalaman 200 meter ke bawah. Pada kedalaman ini, hampir-hampir tidak ada cahaya lagi atau gelap, semakin dalam semakin pekat bahkan untuk melihat anggota badan kita sekalipun. Di bawah kedalaman 1000 meter, tidak ada cahaya sama sekali.

Pada gambar Demikian juga manusia tidak berkemampuan menyelam lebih dari kedalaman 40 meter tanpa bantuan kapal selam atau peralatan khusus. Manusia tak akan bertahan tanpa perlengkapan di bagian gelap dari lautan, semisal pada kedalaman 200 meter.

Allah berfirman di dalam Al Qur’an

Atau seperti gelap gulita di lautan yang dalam, yang diliputi oleh ombak, yang di atasnya ombak (pula), di atasnya (lagi) awan; gelap gulita yang tindih-bertindih, apabila dia mengeluarkan tangannya, tiadalah dia dapat melihatnya, (dan) barangsiapa yang tiada diberi cahaya (petunjuk) oleh Allah tiadalah dia mempunyai cahaya sedikitpun” (QS An-Nuur, 24:40)

Dengan teknologi semakin banyak ditemukan binatang-binatang laut di kedalaman yang sebelumnya tidak pernah dilihat atau belum pernah dideskripsikan dalam ilmu pengetahuan.


Tubuhnya menyerupai cacing tetapi memiliki tentakel yang biasanya dimiliki cumi-cumi, sehingga oleh  ilmuwan dinamai cacing cumi (squidworm) dengan nama ilmiah Teuthidodrilus samae. Memiliki ukuran lebih kurang 9,4 sentimeter, cacing cumi tersebut memiliki sepuluh tentakel yang panjang yang menyeruak dari kepalanya. Selain itu cacing cumi tersebut memiliki enam organ yang disebut nuchal yang berfungsi mengecap rasa dan membaui sesuatu di dalam air. Cacing cumi ini bukan predator tetapi memakan campuran tumbuhan dan hewan mikro laut yang tenggelam ke dasar laut.

Hewan tersebut sangat menggoda karena memiliki ciri-ciri berbeda dengan hewan-hewan yang dideskripsikan sebelumnya utamanya bagian kepala yang fantastis dan hidup pada kedalaman 100~200 meter diatas dasar laut. Ditemukan oleh tiga ahli biologi laut yang dipimpin oleh Karen Osborn dari Scripps Institution of Oceanography in California saat melakukan eksplorasi di Laut Sulawesi pada kedalaman 2800 meter menggunakan kapal penjelajah yang dikendalikan dari jarak jauh. Disinyalir banyak species laut yang belum dikenal banyak hidup di perairan tersebut.

Laut Sulawesi tempat spesies ini ditemukan merupakan wilayah yang terisolasi dari perairan di sekitarnya. Selain itu, kawasan tersebut termasuk dalam kawasan konservasi yang memiliki beranekaragam bentuk kehidupan dan sejarah geologi yang unik. Cacing cumi yang ditemukan di wilayah tersebut bukan hanya merupakan spesies baru. Sifat-sifat cacing cumi tersebut sangat berbeda dari bentuk kehidupan yang lain sehingga tak hanya membutuhkan nama spesies baru, tetapi juga genus baru, tingkatan taksonomi di atas spesies.

Posted on 25 November 2010, in It's Amazing and tagged , , , , . Bookmark the permalink. 3 Comments.

  1. salam. saya sangat berminat dengan sains dan al-quran. malangnya, remaja sekarang lebih meminati budaya hendonisme berbanding menghayati kebenaran yang dibawa Al-Quran. saya harap saudara terus lagi menulis artikel2 sebegini. terima kasih

  2. Luar biasa,,

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: