Pelatihan Penilaian Berbasis ICT

Mundur, stagnan dan majunya sebuah lembaga pendidikan adalah bagaimana ke 8 standart nasional pendidikan bisa di implementasikan dan terus dikembangkan. Ke-8 standar meliputi ; Standar Sarana Prasarana, Standar Isi, Standar Proses, Standar Penilaian, Standar Kompetensi Lulusan, Standar Pengelolaan, Standar Pendidik & Tenaga Kependidikan dan Standar Pembiayaan.


Setelah selesai melaksanakan Ulangan Semester 1, saat ini para Guru sedang “asyik-asyik”nya memeriksa dan membuat penilaian. Asyik dalam tanda petik bisa diartikan sebagian guru menikmati betul profesinya sebagai guru sehingga betul-betul mendedikasikan diri dan melaksanakan tugas dan fungsi sebagai guru, diantaranya memeriksa ulangan semester dan membuat penilaian. Sebagian yang lain mungkin belum dapat menikmati sehingga kurang asyik sehingga masih dalam ‘tingkat’ sekedarnya dalam memeriksa dan membuat penilaian hasil belajar.

Pelatihan Penilaian Berbasis ICT dirasa sudah merupakan tuntutan zaman, karena bila penilaian dilakukan secara manual ( mis dengan kalkulator) maka membutuhkan waktu dan tenaga yang ekstra. Dengan program penilaian yang menggunakan Microsoft Excel yang mengolah nilai ulangan harian, nilai tugas, nilai mid semester dan semester serta penilaian klasikal maka dengan menginput skor perolehan disamping skor jawaban benar serta kkm dan beberapa kriteria lainnya maka guru mendapatkan nilai akhir semester berupa nilai rapor.

Dalam standar penilaian terdapat beberapa parameter, dua diantaranya adalah perencanaan penilaian dan pelaksanaan penilaian. Sehingga pelatihan ini merupakan pengembangan sistem penilaian dengan memanfaatkan peralatan ICT yaitu komputer sehingga pelaksanaan penilaian lebih efisien dari sisi waktu dan meminimalkan kesalahan-kesalahan dalam perhitungan.

Bagi guru yang belum familiar dengan komputer memang awalnya dirasa banyak kendala, tetapi segala sesuatu perlu proses sehingga diharapkan kedepan seluruh komponen sekolah sudah terbiasa memanfaatkan ICT dalam perencanaan, proses dan pelaksanaan serta evaluasi pembelajaran/penilaian.

Ada ungkapan yang sangat menggelitik sewaktu ada sms masuk ke handphone dan saya justru merasa diingatkan akan tugas dan fungsi sebagai guru dan tidak boleh  tersinggung.  Tertulis dalam sms agar terwujud pencapaian tujuan pembelajaran maka guru harus bebas dari penyakit-penyakit yang sebagian masih melekat pada guru, yaitu (1).TIPES  = Tim Pengejar Sertifikasi  (2). MUAL  =  Mutu Agak Lemah (3). KUDIS  :  Kurang Disiplin (4). ASMA =   Asal Masuk Kelas (5). KUSTA =    Kurang Strategi (6). TBC  =  Tidak Bisa Computer (7). KRAM =  Kurang Trampil (8). ASAM URAT = Ambil Sampingan Untuk Bayar Angsuran Kredit (9). LESU = Lemah Sumber (Bahan Ajar) (10). DIARE = Di Kelas Anak-anak Remehkan

Mudah-mudahan bermanfaat !

Posted on 23 December 2010, in informasi and tagged , , . Bookmark the permalink. Leave a comment.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: