Berikhtiar Menjadi Lembaga Pendidikan Yang Baik

profileditCatatan-catatan kecil, terutama saat mempersiapkan sebuah pertemuan/rapat sudah lazim dibuat oleh seseorang. Demikian juga catatan yang kemudian dibuat dalam tulisan dibawah ini. Sebagai PNS yang diperbantukan di lembaga swasta dan diberikan amanah sebagai salah satu pimpinan yang mempertanggungjawabkan bidang pendidikan dengan segala dinamikanya meninggalkan rekam jejak yang panjang untuk diceritakan. Tulisan pendek seperti ini sebagai bahan pemikiran dan motivasi kepada  personil, termasuk kepada diri pribadi untuk selalu ingat visi, misi dan tujuan dari sebuah lembaga yang perlu terus diwujudkan dan bagaimana seluruh komponen yang ada mendapat penilaian ‘Amanah’ dari -Nya.

Sebuah lembaga pendidikan baik umum atau agama, berstatus negeri atau swasta di desa maupun di kota  haruslah dikelola dengan baik. Ada beberapa hal yang mendasari  sehingga sebuah lembaga pendidikan harus dikelola dengan baik, yaitu :

1. Tuntutan masyarakat yang semakin sejahtera di era globalisasi dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi

Bidang pendidikan dengan layanan yang baik menjadi kebutuhan bagi masyarakat yang semakin meningkat taraf ekonominya. Ketika kondisi masyarakat masih banyak yang kekurangan, maka  lembaga pendidikan yang disediakan oleh pemerintah atau penyelenggara pendidikan lainnya, apa pun kualitasnya akan dimasuki oleh masyarakat, karena mereka tidak punya pilihan lain.

WP_20140128_019Tetapi perkembangan yang ada dewasa ini ketika ekonomi meningkat dan sarana transportasi tersedia dengan mudah, maka masyarakat memiliki keleluasaan memilih lembaga pendidikan bagi putra-putri mereka. Kenyataan ini  mengakibatkan banyak sekolah  yang jaraknya dekat tidak diminati, sebaliknya  sekolah lain  yang jauh letaknya banyak sekali peminatnya. Masyarakat yang sejahtera menuntut layanan pendidikan yang lebih baik walaupun jarak jauh dan biayanya lebih tinggi. Sekolah-sekolah unggulan dengan layanan pendidikan baik yang berstatus negeri maupun swasta bermunculan, sehingga semakin banyak pilihan bagi orangtua menyekolahkan anak-anaknya.

Salah satu lembaga pendidikan yang sekarang banyak diminati oleh orangtua pada saat ini adalah yang berbasis pada agama, baik berupa Sekolah Islam Terpadu, atau Pondok Pesantren. Alasan utama mereka yaitu kekuatiran dari orangtua menghadapi pengaruh negatif dari perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi di era globalisasi sekarang ini  yang menyebar di lingkungan sekitar rumah, sekolah maupun lingkungan bermain anak mereka dari kota sampai ke pelosok desa. Mereka menghendaki anaknya masuk di lembaga yang berbasis agama sebagai langkah antisipasi dan pembekalan bagi masa depan anak mereka.

WP_20140128_038Peluang yang ada, tentunya harus ditangkap oleh pengelola pendidikan dengan menerapkan manajemen yang berkualitas sehingga dapat memberikan layanan pendidikan sebagaimana yang dikehendaki oleh orangtua.

Salah satu penerapan manajemen yang diterapkan antara lain :

  • pembayaran pondokan bulanan peserta didik melalui Bank sehingga orangtua yang jauh dari Pesantren dapat membayar melalui Bank terdekat dari rumahnya
  • sistem pemberian ihsan/gaji kepada pendidiknya melalui Bank dengan rekening pendidik bersangkutan
  • akses informasi pendidikan mudah didaptkan secara langsung maupun dengan media elektronik lainnya, misal melalui internet
  • dll

2. Tuntutan Profesionalisme

Berdasarkan ketentuan World Trade Organization (WTO), pendidikan dikategorikan sebagai bentuk industri jasa atau layanan. Oleh karena itu pengelolaan pendidikan harus dilakukan secara profesional. Sumber daya manusia (SDM) pada sebuah lembaga pendidikan, baik sebagai pendidik, maupun tenaga kependidikan termasuk personil di unsur Yayasan dan semua yang terlibat dalam lembaga pendidikan dituntut profesional. Penghargaan terhadap profesi dari Pemerintah, Yayasan maupun masyarakat terhadap pendidik, tenaga kependidikan harus dijawab dengan kinerja yang profesional.  

Dalam bahasa Indonesia, kinerja disebut juga dengan prestasi kerja. Prestasi kerja atau kinerja mempunyai arti sebagai ungkapan kemampuan yang didasari oleh sebuah pengetahuan serta sikap dan keterampilan, motivasi untuk menghasilkan suatu hal. Sedangkan prestasi kerja diartikan sebagai suatu pencapaian atas persyaratan pekerjaan tertentu yang tercermin dari output yang dihasilkan baik dari kuantitas atau kualitas/mutunya.
Sederhananya definisi profesionalisme adalah kemampuan seorang sesuai dengan profesinya apakah pendidik, kepala sekolah, kepala unit, kurikulum, kesiswaan, bendahara, keuangan, sarana prasarana, wali kelas, dll untuk melaksanakan tugas pokok dan fungsinya meliputi kemampuan dalam merencanakan, menjalankan, dan mengevaluasi dan menindaklanjuti.  Dalam bahasa organisasi ada istilah PDCA (Plan=Rencana, Do=Kerja, Control=Pantau, Evaluasi dan Act=Tindak Lanjut)
Apabila seluruh personil dalam sebuah organisasi berikhtiar untuk berkinerja yang profesional maka gerak langkah lembaga kearah yang terus membaik akan tercapai. Berkinerja profesional juga implementasi dari sifat amanah. Jadi bila kita berkeinginan mendapatkan penilaian amanah yang tentunya dari Allah, maka kita harus berkinerja profesional.
CHECKITO
3. Tuntutan Persaingan atau Kompetisi

Setiap organisasi dapat dianalogkan dengan mahluk hidup yang selalu berjuang untuk survival.  Dalam hal ini persaingan atau kompetisi di antara organisasi yang sejenis seakan merupakan sunatullah yang tidak terelakkan. Organisasi apa pun bila ingin bertahan dan tidak tergilas oleh persaingan harus menerapkan manejemen (strategi) yang jitu. Mereka dituntut melakukan pembaharuan dan peningkatan mutu secara terus menerus, sehingga memiliki keunggulan dibanding lainnya. Tanpa manajemen yang baik, organisasi apa pun akan tergilas oleh persaingan.

Semua personil dalam organisasi atau lembaga harus memiliki komitmen memajukan lembaganya dengan berkontribusi dan berperan aktif menerapkan manajemen yang baik.  Keterbukaan dan transfaransi, jujur dan saling percaya, komunikasi dan koordinasi yang efektif, kesetaraan dan saling menghargai, kepemimpinan bermartabat , berorientasi pada visi, misi dan tujuan kelembagaan sangat diperlukan.

Berdasarkan ketiga alasan tersebut, maka setiap lembaga pendidikan semestinya dan seharusnya menerapkan manajemen yang baik.

Posted on 4 February 2014, in informasi. Bookmark the permalink. 1 Comment.

  1. Jika semua lembaga pendidikan dinegeri ini melaksanakan 3 alasan diatas. insya allah pendidikan bisa lebih baik, tidak sekedar proyek atau adanya unsur politis

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: