Cerita Lebaran Nabila

Dengan SriwijaWP_20140629_006ya Air yang dijadwalkan Take Off jam 14.55 Wita dari Bandara Hasanuddin tertunda. Sekitar jam 15 an diterima informasi ada kerusakan yang sementara sedang ditangani tim teknis sampai pukul 17.00 Wita. Kegelisahan Nabila mulai muncul dengan seringnya bertanya, ” Ayo, mama kita berangkat !.  “Ayo bil, kita jalan-jalan sambil nunggu panggilan berangkat”, ajakan saya kepada Nabila.

Dengan riang gembira nabila berjingkrak kegirangan, berlarian dan melakukan eksplorasi lingkungan bandara.

WP_20140726_026Mengagumi Replika Mini Kapal Pinisi

Kapal Pinisi adalah kapal tradisional Indonesia yang berasal dari Suku Bugis dan Makassar Di Sulawesi Selatan.  Umumnya Kapal Pinisi terdiri atas 2 tiang layar utama dan tujuh buah layar, yaitu tiga di ujung depan, dua di depan dan dua di belakang. Dua tiang layar utama berdasarkan dua kalimat syahadat sedangkan tujuh layar merupakan jumlah ayat dalam surat Al Fatihah sekaligus siap menaklukkan 7 samudra di dunia.

WP_20140726_014Menjaga Keseimbangan Dalam Kedinamisan

Sambil bermain seorang anak, menurut Catron & Allen, 1999 menstimulasi diri untuk mengontrol dan mengatur tubuh, seperti menunjukkan kesadaran tubuh, kesadaran ruang, kesadaran ritmik, keseimbangan, kemampuan mengambil start, kemampuan menghentikan gerak dan merubah arah. Nah..nabila lagi berlatih itu …

WP_20140726_021

Belajar Apresiasi Seni

Harmoni alunan nada terdengar lembut dibarengi cerita rakyat yang dikumandangkan. Cerita penuh moral dibawakan lugas dibawakan bersama alat musik tradisional. Sang pemain berpakaian adat Bugis Makassar dengan kain patonra mengikat di kepala serta mengenakan sarung tenun sambil memainkan alat musik tradisional dengan duduk bersila. Enak dan syahdu terdengar…dan nabila berfoto disana

WP_20140726_019

Mencintai Keindahan

Kirain anggrek plastik ternyata ee.. betulan. Salah satu puspa pesona nusantara adalah bunga anggrek. Masuk familia Orchidaceae, dan di Indonesia memiliki lebih dari 5000 jenis anggrek dari sekitar 30.000 jenis anggrek di dunia. jadi 1/6 terdapat di Indonesia.

Setelah menghabiskan waktu berjalan-jalan, menjelang Jam 17.00 Wita sesuai informasi nabila merapat di bangku ruang tunggu menunggu panggilan pesawat berangkat. Ternyata, pesawat pemberangkatan berikutnya dari Makassar-Surabaya beda typenya dan kapasitasnya lebih sedikit. Jadinya tidak kebagian kursi lagi…Kasihan sama Om Imam, Tante Tik dan Kayla yang sejak siang menunggu siap menjemput di Bandara Juanda Surabaya..

Kegelisahan penumpang menjadi-jadi. Ajakan komplain sambil mengejar petugas yang berusaha menjelaskan dengan segala keterbatasan informasi oleh penumpang kritis terjadi. Dimaklumi, mereka sebagian penumpang transit dari Papua jadi bisa dibayangkan capeknya. Begitulah kondisi transportasi menjelang lebaran. Maskapai memanfaatkan peluang yang ada dengan menambah jam pemberangkatan dengan keadaan pesawat yang barangkali tidak sepenuhnya ‘siap’. Disisi lain penumpang butuh kendaraan yang akan mengantar ke tujuan.

Tetapi …

Nabila tidak larut dalam kekisruhan dan lebih asyik main game dari Tablet atau Handphone orangtuanya

WP_20140726_028

Lebaran Tarikh 1435 Hijriah Nabila, Bapak dan Mamak berkesempatan silaturahmi dengan Mbahkung, Mbah Putri, dan keluarga di Jawa.

Sehari sebelum pulang kembali ke Sulawesi Selatan, tepatnya di Enrekang sekitar 200 km arah kota Makassar, Nabila berkata,” Mama, Pak tidak bisakah pulangnya besok-besok ?  kami menjawab,” Tidak bisa bil, sebab sudah dipesan jauh hari tiket pesawatnya..Bapak dan Mama harus kembali bekerja hari Senin”.

Dalam teori perkembangan anak, Nabila tidak akan berfikir sekompleks itu untuk memahami kewajiban orang tuanya yang harus kembali bekerja. Yang ada dalam fikiran Nabila yang berumur 6,5  (sebelum tahap operasional formal) adalah bagaimana dia bisa melakukan hal yang dirasakan menyenangkan lebih lama sampai mereka berhenti saat bosan.

Demikian juga sehari setelah tiba dirumah, Nabila berkata,” Enak di sana (Nganjuk) ada teman”. “Lho, disini kan banyak juga teman, ada Kakak Nayla, Fikri dan Faiz”, saya mencoba menghibur. ” Tidak sama !, disana ada Kayla”. Rupanya liburan berlebaran selama sepekan dan pertemuan Nabila dengan Kayla dengan dunia barunya sudah saya hentikan kesenangannya sebelum Nabila bosan !

WP_20140730_001Permainan Outbond di Roro Bening, Mbajulan Nganjuk. Sempat takut memanjat ya Bil ..

Selama seminggu berlebaran di Nganjuk, Nabila bermain bersama Kayla. Mereka seumuran dan ada pengertian dalam komunikasi walaupun masing-masing dengan logat dan cirikhas bahasanya. Nabila berbahasa Indonesia dengan logat dan bumbu bahasa bugis-Enrekang sedangkan Kayla dengan logat dan bahasa Jawanya. Mereka bersama bermain boneka, game dari iPad dengan bergantian dan saling berbagi, bahkan saat saya dan istri ajak untuk jalan-jalan Nabila lebih senang tinggal di rumah untuk berkesempatan bermain-main dengan Kayla.

WP_20140802_002

Bergaya bersama di Bandara Juanda menjelang kepulangan Surabaya-Makassar

Itulah dunia anak-anak seusia Nabila dan Kayla yang bisa saling mengerti dengan bahasa dan gerakan mereka. Bermain dan beraktivitas dengan anak seusia terasa menyenangkan, demikian yang umumnya kita semua alami di saat masa pertumbuhan dan perkembangan.

WP_20140802_012Makasih..Mbak Kayla Boneka Berbienya.

Om, Tante semua, MbahKung, Mbah Putri makasih yaa

Posted on 5 August 2014, in informasi. Bookmark the permalink. 2 Comments.

  1. Ass. Pak guru apa? Bpk pinter sekali semua pelajaran . Respect kepada bapak yang sangat mencintai keluarga dan guru yang baik dan pandai dan selalu mengingat Allah swt🙂

  2. membuat senang keluarga ketika liburan

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: