Reuni Keluarga Lebaran 2016

IMG_0043

~Mohon Maaf Lahir Dan Batin~

Dua tahun lalu, saya menulis cerita lebaran nabila di blog pribadi adiwarsito.wordpress.com karena center ceritanya pada nabila, jadi selama dua tahun pula saya tidak menulis di blog ini, kecuali dua blog yang lain. Membuat cerita susah susah gampang, ada juga yang mengatakan gampang gampang susah. Lebih cenderung susah atau gampang tergantung jumlah susah atau gampang dari istilah susah susah gampang dan gampang gampang susah, hehe..

IMG20160704114228

~Selalu Ceria~

Sebenarnya pulang ke kampung halaman tahun ini tidak terlalu menguras energi, justru pulang kampung tahun ini dimanfaatkan untuk berlibur, suatu hal yang jarang kami dapatkan saat hari kerja sudah berjalan dan anak-anak juga tinggal di asrama sekolahnya. Bersyukur daerah tempat tinggal kami saat ini, dan kampong halaman tempat kelahiran saya adalah daerah sub urban atau rural.

Penelitian Adam Okulicz-Kozaryn yang diterbitin Jurnal Ilmiah Urban Studies 2005 menyimpulkan, tinggal di daerah sub urban atau di rural (kalau istilah Bahasa Indonesianya adalah pinggir kota dan desa) jauh lebih bikin orang bahagia daripada tinggal di tengah kota (urban). Bisa merasakan biaya hidup lebih murah, bebas kebisingan, dan punya ruang gerak lebih banyak jadi faktor yang dapat meningkatkan kebahagiaan.

sungkem lebaran 2016

~Kebahagiaan yang tidak terukur~

Tentunya kebahagiaan yang tak terukur adalah pada saat kita bertemu dengan kedua orang tua yang masih hidup dan kita berkesempatan untuk bersimpuh untuk meminta maaf atas kesalahan-kesalahan yang telah kita perbuat semenjak kecil sampai anak-anaknya berkeluarga semua seperti sekarang ini. Apalagi kedua orangtua kami merupakan sosok teladan yang luar biasa bagi kami anak anaknya.

IMG_0086

~Saudara bertujuh, 6 Laki-laki 1 Perempuan~

Liburan pulang kampung dengan perjalanannya yang cukup singkat sekitar seminggu tetapi sangat berarti banyak, ada yang dua tahun lalu sempat bertemu dan ada yang sudah lima tahun lebih baru kembali bertemu. Tiga zona waktu keluarga kami menyebar, ada yang tinggal di Kupang dengan WIT, ada di Enrekang Sulawesi Selatan dengan WITAnya, dan sebagian besar Jawa dan Sumatera dengan WIBnya.

 

IMG_0197

~Kedua Orang Tua Tercinta Bersama Anak,Menantu, Cucu & Cicit~

Alhamdulillah semua bisa berkumpul terkecuali anak saya pertama yang seminggu sebelum lebaran sempat tinggal di Pare, Kediri Jawa Timur di Kampung Inggris dan sesekali tinggal di Nganjuk, tempat tinggal neneknya.

Faiz

Faiz Di Batu Malang

Dari sebuah sumber online Guru Besar Fakultas Ilmu Budaya Unpad, Dadang Suganda dalam diskusi publik soal mudik di UNPAD menyatakan, “Di samping kebutuhan kultur, mudik juga jadi kebutuhan manusia. Mereka bisa dapat apresiasi yang dibutuhkan untuk bahagia, dan barang kali itu bisa memperpanjang umur.” Sedangkan Guru Besar Fakultas Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial Universitas Pendidikan Indonesia (FPIPS UPI), Elly Malihah bilang kalo mudik dapat menumbuhkan sifat kebersamaan, kesabaran, kehati-hatian, dan rasa berbagi.

Mudik bareng keluarga, tentunya barang bawaan atau bekal lebih banyak daripada bepergian sendiri-sendiri. Tetapi justru kemanfaatannya juga lebih banyak. Masing-masing anggota bakal bekerja sama dan menjalankan perannya masing-masing agar bisa tiba di tempat tujuan dengan selamat. Dengan kata lain, seseorang bisa menemukan teman sekaligus jati dirinya di dalam perjalanan.

IMG20160709155401

~Mengukur Kekuatan~

Pulang kampung juga membawa manfaat labih bagi para pedagang, pelaku bisnis layanan dan juga sebagai informasi kepada pemerintah sejauh mana kesiapan dalam menyediakaan sarana prasarana transportasinya. Lebih kerennya lagi orang-orang yang mudik  secara tidak langsung membantu pemerintah mengevaluasi lalu-lintasnya.

Soalnya, ketahanan fasilitas, daya tampung jalan, kesiapan polisi lalu-lintas, efektifitas rekayasan lalu-lintas, keamanandan layanan transportasi yang dibuat bakal teruji dengan adanya serbuan pemudik.

 

IMG_20160708_102301

~Bersiap Menerima Wejangan Orang Tua~

Sekarang kami masing-masing sudah kembali bertebaran ke tiga Zona Waktu yang berbeda, ada yang sudah sampai beberapa hari lalu dan melanjutkan aktivitas rutin hariannya. Ada yang sementara masih perjalanan untuk kembali ke ‘kampung halaman’nya. Mudah-mudahan kita semua dapat berkumpul lagi untuk merasakan kebahagiaan dan ingat selalu pesan Orang Tua saat itu,” Alhamdulillah, anak cucu sudah cukup berhasil semua di pendidikan, pekerjaan dan jangan lupa kumpulkan bekal untuk akhiratnya supaya selamat Dunia dan Akhirat”, Aamiin

IMG_0234

~Foto Bersama Selesai Pertemuan~

Menyadari bahwa kami semua sudah cukup berhasil jadi ‘orang’ meski definisi sukses itu relatif, jelas momentum ini sangat membahagiakan terutama kesyukuran kami semua kepada Sang Pencipta. Hal ini pula yang sempat membuat diri terharu yang sempat terluap dalam isak tangisan. Bukan tangisan kesedihan tetapi tangisan kebahagiaan, kesyukuran yang Allah limpahkan kepada keluarga kami semua. Alhamdulillah…

Kesabaran, keuletan, ketegasan, kearifan, dan kesetiaannya dengan amanah yang tiada terkira dalam mendidik dan mengasihi kami anak anaknya bertujuh, enam laki-laki dan seorang perempuan. Semoga Allah SWT selalu menjaga, menyayangi dan mengasihi orang tua kami. Aamiin

Posted on 13 July 2016, in informasi. Bookmark the permalink. Leave a comment.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: