Arus Listrik Searah [DC]


Pendahuluan

Listrik berasal dari kata elektron yang berarti batu ambar. Jika sebuah batu  ambar digosok dengan kain sutra, maka batu akan dapat menarik benda-benda  ringan  seperti  sobekan  kertas.  Dari  hal  tersebut  maka dikatakan batu ambar tersebut bermuatan listrik.

Arus searah dulu dianggap sebagai arus positif yang mengalir dari ujung positif sumber arus listrik ke ujung negatifnya. Pengamatan-pengamatan yang lebih baru menemukan bahwa sebenarnya arus searah merupakan arus negatif (elektron) yang mengalir dari kutub negatif ke kutub positif. Aliran elektron ini menyebabkan terjadinya lubang-lubang bermuatan positif, yang “tampak” mengalir dari kutub positif ke kutub negatif.

Berdasarkan arah alirannya, arus listrik dibagi menjadi 2 (dua) kategori, yakni :

  • Arus Searah (Direct Current/DC), dimana arus ini mengalir dari titik berpotensial tinggi menuju titik berpotensial rendah. Contoh : Arus listrik yang dihasilkan dari baterei/Aki
  • Arus Bolak-Balik (Alternating Current/AC), dimana arus ini mengalir secara berubah-ubah mengikuti garis waktu. Contoh : Arus listrik yang dihasilkan dari PLN

Pengertian Listrik Arus Searah

Arus listrik searah (Direct Current atau DC) adalah aliran elektron dari suatu titik yang energi potensialnya tinggi ke titik lain yang energi potensialnya lebih rendah.

Pada baterei terdapat beda potensial antara titik satu (positif) dan titik lain (negatif) sehingga bila dihubungkan dengan kawat penghantar ke sebuah lampu akan terjadi aliran elektron yang diindikasikan dengan lampu menyala

Arus Listrik : Pengertian, Rumus, Hambatan, Contoh Soal [ LENGKAP ]

Arus searah dulu dianggap sebagai arus positif yang mengalir dari ujung positif sumber arus listrik ke ujung negatifnya. Pengamatan-pengamatan yang lebih baru menemukan bahwa sebenarnya arus searah merupakan arus negatif (elektron) yang mengalir dari kutub negatif ke kutub positif. Tetapi dalam penggambaran aliran arus listrik dalam rangkaian dari kutub positif (+) ke arah kutub negatif (-)

Banyak muatan listrik yang mengalir per satuan waktu disebut kuat arus listrik.

Keterangan

  • i = kuat arus listrik (Ampere)
  • Q = muatan listrik (Coulomb)
  • t = waktu (sekon)

Satuan muatan listrik adalah coloumb dan satuan arus listrik adalah ampere. Dengan demikian 1ampere = 1 coloumb/sekon.

Contoh :

  1. Pada suatu penghantar mengalir muatan listrik sebanyak 60 coulomb selama 0,5 menit. Hitung besar arus listrik yang mengalir pada penghantar tersebut ?

Penyelesaian:
Diketahui:

Q = 60 C
t = 0,5 menit = 30 sekon

Ditanyakan: I = …….. ?
Dijawab:

i = 60 / 30

i = 2 ampere

2. Jika diketahui kuat arus sebuah sumber arus listrik adalah 5 A, hitunglah muatan yang mengalir selama 1 menit!

Penyelesaian

Diketahui
I = 5 A
t = 1 menit = 60 detik

Ditanya Q = …. ?

Jawab

I = Q/t
Q = Ixt
= 5 A x 60 s
= 300 C
Jadi, banyaknya muatan yang mengalir adalah 300 C.

Rangkaian Listrik Searah

Hukum Ohm

Hukum ohm digunakan untuk menentukan hubungan arus listrik dan tegangan dalam sebuah hambatan.

Hukum ohm berbunyi

kuat arus yang mengalir dalam suatu penghantar (hambatan) besarnya sebanding dengan beda potensial (tegangan) antara ujung-ujung penghantar tersebut”.

Secara sistematis hukum ohm dirumuskan sebagai berikut:

V = I .R

Keterangan:
V : beda potensial atau tegangan (volt)
I : kuat arus (ampere)
R : hambatan Iistrik (ohm)

Contoh Soal Solusi

1. Setting DC generator atau power supply untuk menghasilkan sebuah output tegangan 10 V, kemudian atur nilai hambatan 1 kiloOhm. Berapakah nilai Arus Listrik (I) ?

Diketahui
V = 10 V
R = 1 KiloOhm = 1000 Ω

Jawab :
I = V / R
I = 10 / 1000
I = 0.01 Ampere atau 10 miliAmpere
Jadi, nilai Arus Listrik (I) yaitu 0.01 Ampere atau 10 miliampere

2. Jika di nilai Tegangan di voltmeter (V) adalah 12V dan nilai arus listrik (I) di amperemeter adalah 0.5A. Berapakah hambatan listriknya ?
V = 12 V
I = 0,5 A

Jawab :
R = V / I
R = 12 /0.5
R = 24 Ohm
Jadi, nilai hambatan listrik yaitu 24 Ohm

Macam-macam Rangkaian Listrik

  • Rangkaian Hambatan Seri dan Paralel

Beberapa komponen alat-alat elektronik contohnya lampu, televisi, setrika dan lain sebagainya, dapat di rangkai secara parallel, seri, maupun gabungan antara seri dan parallel.

hambatan seri dan pararel
  • Rangkaian Seri
Rt = R1+R2+R3
Vt = V1+V2+V3
It = I1+I2+I3

Keterangan :
R = Besar Hambatan
V = Besar Tengangan
I = Besar Arus

  • Rangkaian Parallel
Rangkaian Parallel

1/Rt = 1/R1 + 1/R2 + 1/R3
Vt = V1=V2=V3
It = I1 + I2 + I3

Latihan

TTS Arus Listrik Serarah [DC] klik link berikut

https://www.xwords-generator.de/en/solve/ekmpp

Semoga bermanfaat!

Posted on 21 Juli 2020, in informasi. Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: