Author Archives: adi

Arus Listrik Searah [DC]


Pendahuluan

Listrik berasal dari kata elektron yang berarti batu ambar. Jika sebuah batu  ambar digosok dengan kain sutra, maka batu akan dapat menarik benda-benda  ringan  seperti  sobekan  kertas.  Dari  hal  tersebut  maka dikatakan batu ambar tersebut bermuatan listrik.

Arus searah dulu dianggap sebagai arus positif yang mengalir dari ujung positif sumber arus listrik ke ujung negatifnya. Pengamatan-pengamatan yang lebih baru menemukan bahwa sebenarnya arus searah merupakan arus negatif (elektron) yang mengalir dari kutub negatif ke kutub positif. Aliran elektron ini menyebabkan terjadinya lubang-lubang bermuatan positif, yang “tampak” mengalir dari kutub positif ke kutub negatif.

Berdasarkan arah alirannya, arus listrik dibagi menjadi 2 (dua) kategori, yakni :

  • Arus Searah (Direct Current/DC), dimana arus ini mengalir dari titik berpotensial tinggi menuju titik berpotensial rendah. Contoh : Arus listrik yang dihasilkan dari baterei/Aki
  • Arus Bolak-Balik (Alternating Current/AC), dimana arus ini mengalir secara berubah-ubah mengikuti garis waktu. Contoh : Arus listrik yang dihasilkan dari PLN

Pengertian Listrik Arus Searah

Arus listrik searah (Direct Current atau DC) adalah aliran elektron dari suatu titik yang energi potensialnya tinggi ke titik lain yang energi potensialnya lebih rendah.

Pada baterei terdapat beda potensial antara titik satu (positif) dan titik lain (negatif) sehingga bila dihubungkan dengan kawat penghantar ke sebuah lampu akan terjadi aliran elektron yang diindikasikan dengan lampu menyala

Arus Listrik : Pengertian, Rumus, Hambatan, Contoh Soal [ LENGKAP ]

Arus searah dulu dianggap sebagai arus positif yang mengalir dari ujung positif sumber arus listrik ke ujung negatifnya. Pengamatan-pengamatan yang lebih baru menemukan bahwa sebenarnya arus searah merupakan arus negatif (elektron) yang mengalir dari kutub negatif ke kutub positif. Tetapi dalam penggambaran aliran arus listrik dalam rangkaian dari kutub positif (+) ke arah kutub negatif (-)

Banyak muatan listrik yang mengalir per satuan waktu disebut kuat arus listrik.

Keterangan

  • i = kuat arus listrik (Ampere)
  • Q = muatan listrik (Coulomb)
  • t = waktu (sekon)

Satuan muatan listrik adalah coloumb dan satuan arus listrik adalah ampere. Dengan demikian 1ampere = 1 coloumb/sekon.

Contoh :

  1. Pada suatu penghantar mengalir muatan listrik sebanyak 60 coulomb selama 0,5 menit. Hitung besar arus listrik yang mengalir pada penghantar tersebut ?

Penyelesaian:
Diketahui:

Q = 60 C
t = 0,5 menit = 30 sekon

Ditanyakan: I = …….. ?
Dijawab:

i = 60 / 30

i = 2 ampere

2. Jika diketahui kuat arus sebuah sumber arus listrik adalah 5 A, hitunglah muatan yang mengalir selama 1 menit!

Penyelesaian

Diketahui
I = 5 A
t = 1 menit = 60 detik

Ditanya Q = …. ?

Jawab

I = Q/t
Q = Ixt
= 5 A x 60 s
= 300 C
Jadi, banyaknya muatan yang mengalir adalah 300 C.

Rangkaian Listrik Searah

Hukum Ohm

Hukum ohm digunakan untuk menentukan hubungan arus listrik dan tegangan dalam sebuah hambatan.

Hukum ohm berbunyi

kuat arus yang mengalir dalam suatu penghantar (hambatan) besarnya sebanding dengan beda potensial (tegangan) antara ujung-ujung penghantar tersebut”.

Secara sistematis hukum ohm dirumuskan sebagai berikut:

V = I .R

Keterangan:
V : beda potensial atau tegangan (volt)
I : kuat arus (ampere)
R : hambatan Iistrik (ohm)

Contoh Soal Solusi

1. Setting DC generator atau power supply untuk menghasilkan sebuah output tegangan 10 V, kemudian atur nilai hambatan 1 kiloOhm. Berapakah nilai Arus Listrik (I) ?

Diketahui
V = 10 V
R = 1 KiloOhm = 1000 Ω

Jawab :
I = V / R
I = 10 / 1000
I = 0.01 Ampere atau 10 miliAmpere
Jadi, nilai Arus Listrik (I) yaitu 0.01 Ampere atau 10 miliampere

2. Jika di nilai Tegangan di voltmeter (V) adalah 12V dan nilai arus listrik (I) di amperemeter adalah 0.5A. Berapakah hambatan listriknya ?
V = 12 V
I = 0,5 A

Jawab :
R = V / I
R = 12 /0.5
R = 24 Ohm
Jadi, nilai hambatan listrik yaitu 24 Ohm

Macam-macam Rangkaian Listrik

  • Rangkaian Hambatan Seri dan Paralel

Beberapa komponen alat-alat elektronik contohnya lampu, televisi, setrika dan lain sebagainya, dapat di rangkai secara parallel, seri, maupun gabungan antara seri dan parallel.

hambatan seri dan pararel
  • Rangkaian Seri
Rt = R1+R2+R3
Vt = V1+V2+V3
It = I1+I2+I3

Keterangan :
R = Besar Hambatan
V = Besar Tengangan
I = Besar Arus

  • Rangkaian Parallel
Rangkaian Parallel

1/Rt = 1/R1 + 1/R2 + 1/R3
Vt = V1=V2=V3
It = I1 + I2 + I3

Latihan

TTS Arus Listrik Serarah [DC] klik link berikut

https://www.xwords-generator.de/en/solve/ekmpp

Semoga bermanfaat!

Momen Gaya (Torsi)

Materi Keseimbangan Benda Tegar (Fisika Kelas XI MIPA)


Pendahuluan

Dalam cabang ilmu fisika kita mengenal MEKANIKA. Mekanika ini dibagi dalam 3 cabang ilmu yaitu :

  1. KINEMATIKA = Ilmu gerak. Ilmu yang mempelajari gerak tanpa mengindahkan penyebabnya
  2. DINAMIKA = Ilmu gaya. Ilmu yang mempelajari gerak dan gaya-gaya penyebabnya.
  3. STATIKA = Ilmu keseimbangan.Ilmu yang mempelajari tentang keseimbangan benda.

Definisi-definisi yang harus difahami dalam statika (keseimbangan)

  • Keseimbangan / benda seimbang artinya benda dalam keadaan diam atau pusat massanya bergerak dengan kecepatan tetap.
  • Benda tegar adalah suatu benda yang tidak berubah bentuk bila diberi gaya luar.
  • Partikel adalah benda dengan ukuran yang dapat diabaikan, sehingga benda dapat   digambarkan sebagai titik dan gerak yang dialami hanyalah gerak translasi.

MOMEN GAYA (TORSI)

Apakah Torsi/Momen Gaya itu?

Momen gaya adalah kemampuan suatu gaya untuk dapat menyebabkan gerakan  rotasi (berputar). Besarnya momen gaya terhadap suatu titik sama dengan perkalian gaya dengan lengan momen.  

                   τ = F . d

  • τ = momen gaya (N.m)
  • F = gaya (N)
  • d = lengan momen (m)

Lengan momen adalah panjang garis yang ditarik dari titik poros sampai memotong tegak lurus garis kerja gaya.

Sehingga besar momen gaya

τ = F . d

τ = F . l sin α

Perjanjian tanda untuk momen gaya.

  • Momen gaya yang searah jarum jam bertanda POSITIF.
  • Momen gaya yang berlawanan arah jarum jam bertanda NEGATIF.

Contoh Soal Pembahasan

Batang AB = 2 meter dengan poros titik A dengan gaya F sebesar 12 N membentuk sudut 60°.

Tentukan besar momen gaya yang terjadi pada batang AB.

Pembahasan
Beberapa cara biasa digunakan diantaranya:
τ = F d sin α
τ = 12 (2) sin 60°
τ = 12 (2)(1/2 √3) = 12√3 Nm

Atau diuraikan dulu gaya F,

Yang menimbulkan torsi adalah F sin 60° dengan jaraknya ke A adalah 2 m, sementara F cos 60° mengakibatkan torsi sebesar NOL, karena jaraknya ke poros A adalah nol.

τ = F sin 60° (AB)
τ = 12 (1/2 √3)(2) = 12√3 Nm

Contoh Soal Pembahasan

Empat buah gaya masing-masing :
F1 = 10 N
F2 = 10 N
F3 = 10 N
F4 = 10 N
dan panjang AB = BC = CD = DE = 1 meter

Dengan mengabaikan berat batang AE, tentukan momen gaya yang bekerja pada batang dan arah putarannya jika:
a) poros putar di titik A
b) poros putar di titik D

Pembahasan
a) poros putar di titik A

Putaran searah jarum jam.

b) poros putar di titik D

Putaran berlawanan arah dengan jarum jam

Contoh Soal Pembahasan

Batang AC = 4 meter dengan poros titik A dengan gaya F1 sebesar 20 N dan F2 sebesar 12 N. Sudut-sudut ditunjukkan gambar berikut:

Jika titik B berada di tengah batang AC, tentukan besar momen gaya yang terjadi pada batang AC, dalam kasus ini massa batang diminta untuk diabaikan.

Pembahasan
Momen gaya dengan poros di titik A:
τ = F1 AC sin 60° − F2 AB sin 60°
τ = 20 (4) (1/2 √3) − 12 (2) (1/2 √3)
τ = 28√3 Nm

Latihan Soal Teka Teki Silang (TTS) Momen Gaya

Solve crossword puzzle online

Semoga bermanfaat

Menautkan Link Materi-Video-Tugas pada Jadwal BDR di Website

Alhamdulillah, Jadwal Belajar Dari Rumah (BDR) di website sudah selesai dibuat dan bisa dilihat di link https://adiwarsito.wordpress.com/2020/07/10/membuat-jadwal-di-website/ ). Tahap berikutnya saat proses pembelajaran agar peserta didik bisa mengakses atau membuka materi – video -tugas maka linknya perlu diakifkan, yaitu dengan menautkan materi-video-tugas dari google drive atau sumber media lainnya ke Jadwal BDR di website


Tutorial Menautkan Link Materi – Video – Tugas pada Jadwal BDR di Website

Sebagai contoh Materi Pelajaran Penjaskes didapat di situs kesehatan di internet, Video dari Youtube dan Tugas dibuat di google forms dan simpan di Google Drive. Maka langkah-langkah menautkan sebagai berikut:

  • Login ke Website, maka akan terbuka tampilan Control Panel/ Beranda seperti dibawah

Untuk mencari Jadwal Penjaskes [Edy Mahmud] maka

  • Cari di daftar TULISAN TERBARU (panah bawah) dimana beberapa tulisan terbaru terdaftar, bila tidak ditemukan maka
  • Klik TULISAN (panah atas), maka akan terbuka jendela berupa daftar tulisan
  • Untuk mencari silahkan klik pada panah navigasi yang ditunjuk panah merah dibawah

Apabila sudah ditemukan Jadwal BDR Penjaskes maka bisa dibuka untuk di edit

Membuka dan mengedit Jadwal BDR

  • Klik pada simbol edit seperti gambar dibawah

Maka akan terbuka tampilan Tulisan PENJASKES SMA [EDY MAHMUD]

Menautkan Link Materi Pelajaran dari Internet Jadwal di Website

Tanpa menutup website, kita mengambil materi penjaskes terkait covids-19 dari pencarian di google (contoh pada gambar dibawah)

Copy link materi covids-19 diatas dengan

  • klik kanan mouse dan klik Copy
  • kembali Jadwal BDR di website dan blok Link Materi
  • Klik ikon link bersimbol maa rantai (tanda panah)
  • terbuka Insert link
  • Arahkan kursor ke kotak insert link di url
  • Klik kanan mouse, Klik paste
  • Klik Ok

Maka pada link materi di jadwal BDR di website akif. Agar ada pembeda link sudah aktif dengan yang belum maka tulisan Link Materi bisa di bold (tebal) dan beri warna biru sehingga tampilan berubah

Link Materi Penjaskes sudah selesai diaktifkan


Demikian juga langkah menautkan video misalkan dari youtube maka dicopy link di youtube lalu dipastekan di Jadwal BDR di Website

Link Video dari Youtube di copy dan di pastekan pada kotak url pada Inser Link di Jadwal

Untuk mengambil link Tugas Penjaskes yang disimpan di google drive, maka login dulu di google drive kemudian pada file Tugas Penjaskes di klik (panah bawah) dan untuk mendapatkan linknya klik ikon link (panah atas)

setelah diklik ikon link maka terbuka tampilan layar

Langkah selanjutnya salin link (ada panah) da dipastekan di Jadwal BDR di Website untuk Link Tugas.

Jadi pada pembelajaran Penjaskes hari itu sudah aktif semua link materi-video dan tugas. Langkah terakhir adalah menyimpan semua edit yang dilakukan pada Jadwal BDR denga Klik SIMPAN.

Semoga bermanfaat

Membuat Jadwal BDR di Website

Sejak pertengahan bulan Maret 2020 semenjak kondisi darurat diberlakukan sebagai upaya pencegahan covids-19 proses pembelajaran mengalami pergeseran, yaitu dari pembelajaran di kelas dengan tatap muka mejadi pembelajaran non tatap muka memanfaatkan jaringan internet atau biasa disebut daring (dalam jaringan).

Salah satu platform yang digunakan dalam pembelajaran daring adalah website. Di website guru mata pelajaran mengupload materi-materi pelajaran, video pembelajaran dan tugas-tugas yang dibutuhkan peserta didik dalam pembelajaran mereka. Disinilah diperlukan kerampilan para guru yang harus dikembangkan dalam era Edukasi 4.0 dimana fleksibilitas dan kreativitas lintas bidang secara jarak jauh (Tele Learning)

Bagaimana cara agar materi pelajaran, video atau tugas bisa disematkan di website agar dalam pembelajaran daring peserta didik dapat mengaksesnya? Bagi sekolah yang meggunakan website platform wordpress.com mungkin tidak terlalu jauh berbeda cara membuat postingan artikel berisi teks, gambar ataupun tabel. Berikut adalah tutorial singkat membuat postingan di website.


Tutorial Membuat Jadwal Belajar Dari Rumah (BDR) Daring di Website

Login ke website

Dalam kotak pencarian google ketikkan ppmdarulfalahenrekang.com/login (bagi sekolah lain maka memasukkan sesuai nama website masing-masing)

setelah kita enter maka tampilan berubah sebagai berikut

Ketikkan username ……….. dan passwordnya ………. (username dan password sesuai website di sekolah masing-masing) kemudian klik Sign in. Berikutnya akan terbuka beranda website

Membuat Tulisan ( Judul-Isi-Penutup)

Untuk membuat tulisan baru maka pada sidebar sebelah kiri (dibawah beranda) klik BLOG > Tulisan > Tambah Baru sehingga tampilan berikutnya

Ketikkan judul tulisan, contoh PENJASKES SMA [EDY MAHMUD], selanjutnya buat tulisan di lembar utama. Diatas adalah contoh prakata sebelum tabel jadwal BDR dibuat.

Kemudian pada menu diatas klik Table kemudian pilih rancangan tabel yang akan dibuat berapa baris (row) dan berapa kolom (column) dengan cara menge blok kotak tersedia lalu tekan klik pada mouse

Misal rancangan tabel 4 x 5 akan muncul tampilan sebagai berikut

Tampak kursor berada pada kotak paling bawah kanan selanjutnya menggunakan tombol panah pada keyboard diarahkan kursor ke posisi atas kiri. Selanjutnya bisa diketikkan Hari/Tanggal, tekan panah ke kanan sekali diketikkan Kelas, kursor ke kanan lagi diketik Materi / Video, dan paling kanan Tugas / Kuis. Demikian juga kita mulai ketik jadwal pembelajaran daring

Apabila baris Tabel penuh maka dapat ditambahkan dengan klik pada toolbars yang diperlukan. Demikian juga untuk penambahan baris kolom atau menghapusnya

Keterangan Toolbar

  • Table Properties : membuat garis tabel, warna garis tabel dan pengaturan letak tabel
  • Delete Tabel : menghapus tabel
  • Insert Row Before : menambahkan baris diatas baris posisi kursor berada
  • Insert Row After : menambahkan baris dibawah baris posisi kursor berada
  • Delete Row : menghapus baris dimana posisi kursor berada
  • Insert Column Before : menambahkan kolom sebelah kiri kolom posisi kursor berada
  • Insert Column After : menambahkan kolom sebelah kanan kolom posisi kursor berada
  • Delete Column : menghapus kolom dimana posisi kursor berada

Setelah ditambah baris dan jadwal pembelajaran maka tabel diberi garis tabel dengan cara blok seluruh tabel

Klik pada Table Properties, ketikkan yes pada border dan centang caption apabila mau menambahkan keterangan pada tabel. Pengaturan letak tabel posisikan di tengah dengan klik Alignment pada Center

Publikasi

Sebelum melakukan publish tulisan ditentukan dulu kategori tulisannya. Pada sidebar sebelah kanan pada Kategori dipilih centang dimana unit jadwal dipasang (misal SMA) dan pada Publikasi, klik Status diterbitkan, Akses Publik, Komentar Diijinkan, dan pada Gambar silahkan upload gambar pilihan.

Setelah selesai semua maka jadwal yang dibuat simpan dengan meng klik SIMPAN.

Untuk melihat hasil pembuatan jadwal maka pada beranda kiri atas klik Lihat Situs maka tampilan jadwal sebagai berikut

Maka pembuatan Jadwal Belajar Dari Rumah (BDR) Daring di Website sudah selesai tinggal mengaktifkan link Materi-Video-Tugas dari google drive atau sumber media lain ke jadwal BDR di website tersebut.
Semoga bermanfaat.

Hujan dalam Al Qur’an & Sains (2)

Bagian 2. Proporsi Air Hujan


Allahumma shoyyiban nafi’an” Alhamdulillah sejak jam 03.00 WITA dini hari tadi hujan mengguyur ditempatku, sempat berhenti sejenak kemudian berlanjut lagi sampai saat saat meng ‘upload konsep tulisan ini. Air hujan yang jatuh menyentuh atap dan mengusap dedaunan terdengar ritmis ‘pink noise’ sehingga nyaman dirasakan dan kepingin terus berbaring di tempat tidur. Aku coba lawan kenyamanan suasana dengan bangun membuat tulisan ini. Ternyata fenomena ini pernah dijelaskan oleh Naomi Rogers, ahli kronobiologi dari Central Queensland University. Dikutip dari qc.com, kepada koran Sydney Morning Herald sang ilmuwan pernah menuturkan penjelasan secara sains mengapa hujan membuat manusia mudah mengantuk.

Pertama, adalah terkait sinar matahari. Rogers menjelaskan bahwa sinar matahari memicu tubuh manusia untuk menghentikan produksi melatonin. Melatonin sendiri adalah hormon yang membuat kita mengantuk seperti saat di malam hari. Sehingga ketika kita tidak melihat sinar matahari pertama di pagi hari, tubuh kita tidak akan pernah mendapatkan sinyal yang membuatnya perlu diubah ke mode siang hari,” terang Rogers.

Kedua, adalah terkait dengan aroma hujan yang begitu menyenangkan, menenangkan, dan menyejukkan. Hal ini disebabkan oleh reaksi kimia yang terjadi ketika hujan. Selama musim kering, ada beberapa jenis tumbuhan yang mengeluarkan minyak yang kemudian terserap ke dalam tanah. Ketika hujan turun, minyak tersebut akhirnya terbawa oleh air dan tercampur dengan senyawa kimia yang disebut geosemin. Geosemin ini dihasilkan oleh bakteri di dalam tanah. Bercampurnya minyak dari tumbuhan dan geosemin dari bakteri tanah akan menghasilkan aroma “musky”. Aroma “musky” inilah yang menjadi salah satu penyebab orang-orang mudah menguap dan mengantuk.

Ketiga, adalah terkait dengan suara rintik hujan yang memiliki pola ritmis tertentu. Pola ritmis tetes-tetes air hujan yang membentur atap, jendela, payung, ataupun tanah ini disebut juga sebagai “pink noise”. Pink noise merupakan sebuah kategori kebisingan yang berada di rentang frekuensi pendengaran manusia, yakni antara 20 Hz sampai 20.000 Hz. Pink noise ini mempunyai karakter khusus, yakni memiliki volume yang lebih rendah pada frekuensi-frekuensi suara yang lebih tinggi. Berdasarkan beberapa riset, karakter pink noise ini dapat meningkatkan kualitas tidur manusia. Sebab, pink noise dapat menurunkan tingkat aktivitas di dalam otak manusia. Jadi, wajar saat turun hujan apalagi matahari tidak muncul kita merasa lebih mudah mengantuk dan lebih terdorong untuk bermalas-malasan.[1]

Setelah tulisan bagian 1 tentang tahapan terjadinya hujan maka pada bagian 2 mencoba membuat tulisan tentang proporsi hujan atau keteraturan, kesesuaian ukuran (volume-diameter-kecepatan) air hujan. Semoga bermanfaat


Hujan didefinisikan sebagai air yang diturunkan dengan “ukuran yang sesuai” sebagaimana QS Surat Az-Zukhruf 11

“ Ia menurunkan (dari waktu ke waktu) hujan dari langit sesuai dengan ukuran, dan Kami hidupkan dengan itu daerah yang sudah mati. Demikian juga kamu akan dibangkitkan (dari kematian)

“Ukuran” yang disebutkan di ayat ini berkaitan dengan sepasang sifat hujan

Pertama, Keseimbangan Volume Air Hujan dan Air Menguap.

Diperkirakan, dalam satu detik, 16 juta ton air menguap dari bumi. Angka ini sama dengan curah air yang jatuh ke bumi dalam satu detik. Ini berarti bahwa air beredar terus-menerus di suatu daur yang seimbang menurut suatu “ukuran”.[2]

Menurut Siklus Hidrologi, dengan adanya penyinaran matahari, maka semua air yang ada dipermukaan bumi baik air laut, danau, jaringan sungai besar kecil, akan berubah wujud berupa gas/uap akibat panas matahari dan disebut dengan penguapan atau evaporasi dan transpirasi. Uap ini bergerak di atmosfer (udara) kemudian akibat perbedaan temperatur di atmosfer dari panas menjadi dingin maka air akan terbentuk akibat kondensasi dari uap menjadi cairan (from air to liquid state). Bila temperatur berada di bawah titik beku (freezing point) kristal-kristal es terbentuk. Tetesan air kecil (tiny droplet) terbentuk oleh kondensasi dan berbenturan dengan tetesan air lainnya dan terbawa oleh gerakan udara turbulen sampai pada kondisi yang cukup besar menjadi butir-butir air. Apabila jumlah butir air sudah cukup banyak dan akibat berat sendiri (pengaruh gravitasi) butir-butir air aka turun ke bumi. Proses turunnya butiran air ini disebut dengan hujan atau presipitasi.[3]

Siklus Air

Kedua, Ukuran dan kecepatan air hujan

Suatu ukuran lain yang terkait dengan hujan adalah mengenai ukuran air hujan dan kecepatan jatuhnya. Ketinggian minimal awan mendung adalah 1.200 meter. Bila jatuh dari ketinggian ini, suatu obyek yang bobot dan ukurannya sama dengan air hujan akan semakin cepat dan jatuh ke tanah dengan kecepatan 558 km/jam. Tentu saja, obyek apa pun yang membentur tanah dengan kecepatan itu akan menyebabkan kerusakan besar. Jika hujan yang terjadi itu jatuh dengan cara seperti itu, semua lahan panenan akan hancur, kawasan pemukiman, perumahan, dan mobil-mobil akan remuk, dan orang-orang tidak bisa berjalan-jalan tanpa perlindungan ekstra. Padahal, perhitungan ini hanya untuk awan setinggi 1.200 meter; ada juga awan mendung setinggi 10.000 meter. Air hujan dari tempat setinggi ini bisa memiliki kecepatan yang amat merusak.

Akan tetapi, kenyataannya tidak begitu. Dari ketinggian berapa pun, kecepatan air hujan hanya 8-10 km/jam kala menimpa tanah. Alasan untuk hal ini adalah bentuk istimewa yang mereka ambil. Bentuk istimewa ini meningkatkan pengaruh pemecah di atmosfir dan mencegah pemercepatan kala air hujan mencapai “batas” kecepatan tertentu.[2]

Bentuk Air Hujan

Butiran hujan memiliki beragam ukuran mulai dari diameter rata-rata 0,1 milimeter (0,0039 in) hingga 9 milimeter (0,35 in), di atas itu butiran akan terpisah-pisah. Butiran kecil disebut butiran awan dan berbentuk bola. Butiran hujan besar semakin pepat di bawah seperti roti hamburger, butiran terbesar berbentuk mirip parasut. Berbeda dengan kepercayaan masyarakat, bentuk butir hujan yang asli justru tidak mirip air mata. Butiran hujan terbesar di Bumi tercatat di Brasil dan Kepulaua Marshall pada tahun 2004—beberapa di antaranya sebesar 10 milimeter (0,39 in). Ukuran besar ini disebabkan oleh pengembunan partikel asap besar atau tabrakan antara sekelompok kecil butiran dengan air tawar yang banyak.

Intensitas dan durasi hujan biasanya berkaitan terbalik yang berarti badai intensitas tinggi memiliki durasi pendek dan badai intensitas rendah memiliki durasi panjang. Butir hujan pada hujan es cair cenderung lebih besar daripada butiran hujan lain. Butir hujan jatuh pada kecepatan terminal, lebih besar untuk butiran besar karena massanya yang lebih besar terhadap rasio tarikan. Di permukaan laut tanpa angin, gerimis 0,5 milimeter (0,020 in) jatuh dengan kecepatan 2 meter per detik (4,5 mph), sementara butiran besar 5 milimeter (0,20 in) jatuh pada kecepatan 9 meter per detik (20 mph) [4]

Jadi ukuran air hujan bila sudah diatas 5 – 10 milimeter akan terpecah menjadi butiran air yang ukuran lebih kecil lagi demikian juga kecepatan maksimalnya sekitar 10 m/s sehingga kehidupan di bumi, tanam-tanaman, hewan da makhluk hidup lainnya tetap terlindungi. Merupakan bukti nyata bahwa terkait hujan membuktikan sebuah rancangan yang menakjubkan terutama proporsi atau kesesuaian ukuran, volume, kecepatan sehingga semuanya dalam keseimbangan dan keteraturan dan semua diciptakan untuk kepentingan manusia sehingga manusia dapat merenungkannya serta memahami kebesaran Allah dan bersyukur atas nikmat-Nya

“Allah Yang telah menciptakan tujuh langit berlapis-lapis, kamu sekali-kali tidak melihat pada ciptaan Tuhan Yang Maha Pemurah sesuatu yang tidak seimbang. Maka lihatlah berulang-ulang, adakah kamu lihat sesuatu yang tidak seimbang? Kemudian pandanglah sekali lagi niscaya penglihatanmu akan kembali kepadamu dengan tidak menemukan sesuatu cacat dan penglihatanmu itu pun dalam keadaan payah.” [QS Al-Mulk 3-4]

Bagaimana dengan terjadinya hujan es seukuran bola tenis, hujan batu yang menghancurkan, hujan asam? Kita aka coba menuliskannya di bagian 3 tulisan ini. InshaAllah

Taqabballahu minna waminkum, Selamat HR Idul Fitri 1441 H Minal Aidin wal Faizin Moho Ma’af Lahir & Batin

Talaga Enrekang, 06 Juni 2020

Sumber :

[1] https://kumparan.com/kumparansains/ [2] www.pakdenono.com [3] https://dinus.ac.id/repository/docs/ajar/MODUL_HIDROLOGI_ HIDROLIKA_TERAPAN.pdf [4] https://www.youtube.com/watch?v=6G6omXLTAj0&feature=emb_logo [5] https://id.wikipedia.org/wiki/Hujan

Hujan dalam Al Qur’an dan Sains (1)

(Bagian 1. Tahapan Terjadinya Hujan)


Alhamdulillah, saat mulai mengetik tulisan ini turun hujan lagi di tempat tinggalku Enrekang Sulawesi Selatan, “Allahumma shoyyiban nafi’an”(Ya Allah turunkanlah pada kami hujan yang bermanfaat). Analisis Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) di https://www.bmkg.go.id/iklim/prakiraan-musim.bmkg musim kemarau akan dimulai April di sebagian kecil Nusa Tenggara, menyusul bulan Mei sebagian Bali, Jawa, dan Sumatra. Sejumlah 27,5% di Sumatra, Jawa, Kalimantan, Sulawesi, Maluku dan Papua akan masuk awal musim kemarau di bulan Juni 2020.

Kondisi saat ini dimasa darurat Covid-19 kita semua sekarang lebih banyak beraktivitas di rumah, Work From Home tentunya lebih berpeluang untuk kembali banyak belajar dengan membaca atau menulis. Kembali tentang hujan, menarik sekali untuk dikaji apakah tentang bagaimanakah tahapan terjadinya hujan, macam hujan dan ukurannya, juga manfaatnya dari sudut pandang sains dan Agama. InshaAllah sebagai langkah awal dicoba menulis tentang tahapan terjadinya hujan.

Hujan adalah rahmat. Bagaimana hujan terbentuk masih merupakan misteri besar bagi orang-orang dalam waktu yang lama. Baru setelah ilmu pengetahuan berkembang dan radar cuaca ditemukan, kebenaran Firman Allah dalam Al Qur’an tentang tahap-tahap pembentukan hujan bisa dijelaskan secara ilmiah dari sudut pandang sains. Pembentukan hujan berlangsung dalam tiga tahap, yaitu pertama, “bahan baku” hujan naik ke udara oleh angin, lalu awan terbentuk dam akhirnya curahan hujan terlihat.

Sebelum sains bisa menjelaskan fenomena terjadinya hujan, Al Qur’an 14 abad yang lalu sudah memberikan gambaran.

“Dialah Allah Yang mengirimkan angin yang menggerakkan awan; lalu Ia membentangkannya di langit sesuai dengan kehendak-Nya, dan menjadikannya bergumpal-gumpal, lalu kau lihat air hujan keluar dari celah-celahnya; maka bila Ia menurunkannya kepada siapa saja dari hamba-hamba-Nya yang Ia kehendaki, mereka pun bergembira ria” [QS Ar Ruum ayat 48]

Dan kita bisa amati tiga tahap yang disebutkan dalam ayat ini.

Tahap 1: Dialah Allah Yang mengirimkan angin…”

Matahari yang memancarkan sinarnya tidak bisa menyinari dengan intensitas penyinaran yang sama antara satu tempat dengan tempat yang lainnya, kalaupun suatu daerah mendapat intensitas yang hampir sama antara lautan dan daratan daya serap panasnya juga berbeda sehingga menyebabkan perbedaan tekanan udara. Selain rotasi bumi, perbedaan tekanan udara juga menyebabkan terjadinya angin. Angin merupakan udara yang bergerak dari daerah yang mempunyai tekanan tinggi ke daerah yang mempunyai tekanan rendah, atau dari daerah yang bersuhu rendah ke daerah yang bersuhu tinggi. Angin tidak dapat kita lihat, namun dapat dengan mudah kita rasakan.

Kalau kita amati angin akan datang berhembus sebelum turun hujan. Hal ini sesuai QS Al A’raf ayat 57

“Dan Dialah yang meniupkan angin sebagai pembawa berita gembira sebelum kedatangan rahmat-Nya (hujan); hingga apabila angin itu telah membawa awan mendung, Kami halau ke suatu daerah yang tandus, lalu Kami turunkan hujan di daerah itu…”

Angin darat dan angin laut terjadi karena perbedaan tekanan udara

TAHAP 2: “…dan yang menggerakkan awan; lalu Ia membentangkannya di langit sesuai dengan kehendak-Nya, dan menjadikannya bergumpal-gumpal…”

Saat matahari bersinar memancarkan cahaya ke daratan dan lautan terjadi penguapan dari laut, danau dan sungai-sungai. Gelembung-gelembung udara yang tak terhitung yang dibentuk dengan penguapan yang pecah terus-menerus dan menyebabkan partikel-partikel air tersembur menuju langit. Partikel-partikel ini, yang disebut aerosol yang kaya akan garam, lalu diangkut oleh angin dan bergerak ke atas di atmosfir. Partikel-partikel ini, yang disebut aerosol, membentuk awan dengan mengumpulkan uap air di sekelilingnya, yang naik lagi dari laut, sebagai titik-titik kecil dengan mekanisme yang disebut “perangkap air”. Awan-awan terbentuk dari uap air yang mengembun di sekeliling butir-butir garam atau partikel-partikel debu di udara. Karena air hujan dalam hal ini sangat kecil (dengan diameter antara 0,01 dan 0,02 mm), awan-awan itu bergantungan di udara dan terbentang di langit. Jadi, langit ditutupi dengan awan-awan. Macam awan yang menimbukan hujan baca link https://ilmugeografi.com/ilmu-bumi/meteorologi/jenis-awan-yang-menimbulkan-hujan

Macam-macam Awan.

TAHAP 3: “…lalu kau lihat air hujan keluar dari celah-celahnya.”

Partikel-partikel air yang mengelilingi butir-butir garam dan partikel-partikel debu itu mengental dan membentuk air hujan. Jadi, air hujan ini, yang menjadi lebih berat daripada udara, bertolak dari awan, dan mulai jatuh ke tanah sebagai hujan.

Demikian juga di QS An Nur Ayat 43 “Tidaklah kamu melihat bahwa Allah mengarak awan, kemudian mengumpulkan antara (bagian-bagian)nya, kemudian menjadikannya bertindih-tindih, maka kelihatanlah olehmu hujan keluar dari celah-celahnya …”

Semua tahap pembentukan hujan telah diceritakan dalam ayat-ayat Al-Qur’an. Selain itu, tahap-tahap ini dijelaskan dengan urutan yang benar. Sebagaimana fenomena-fenomena alam lain di bumi, lagi-lagi Al-Qur’an-lah yang menuntun kita sehingga fenomena alam bisa dijelaskan secara ilmiah dengan fakta-fakta yang rasional. Semua atas ijin dan kehendak Allah Sang Maha Pencipta.

Talaga Enrekang, 13 Ramadhan 1441 Hijriah

Disusun dari berbagai sumber https://www.pakdenono.com/home.htm https://ilmudasar.id/pengertian-angin-darat-dan-angin-laut/ https://archive.kaskus.co.id/thread/7028263/1

Equinox & Air

Bada shalat dhuhur siang tadi, ada salah siswa saya minta menyiram bunga di pot yang masih terlindungi atap di teras depan auditorium sekolah. “Pak, katanya orang, tidak bagus menyiram tanaman pada siang hari?,” tanya sang murid sambil menyiram bunga dengan air dari sebuah timba.”Betul, sebenarnya tidak tepat menyiram pada siang hari tetapi bunga ini kan terlindungi dari teriknya cahaya matahari langsung, InsyaAllah tidak mati daripada tidak disiram seharian bisa jadi besok berpeluang mati!”, saya berargumen.

Sorang botanis dari Inggris, Alastair Culham, PhD menjelaskan bahwa temperatur dan kondisi luar ruangan yang terlalu panas bisa menjadi malapetaka pada tanaman kesayangan anda. Pemikiran bahwa menyiram tanaman supaya daun-daun segar saat cuaca panas tidak benar, justru daun bisa kering karena air menguap sebelum masuk ke dalam tanah dan tumbuhan kehilangan kelembapan.

Menyiram Bunga Pucuk Merah

Jadi kapan waktu yang tepat untuk menyiram tanaman? Culham menyarankan waktu terbaik untuk menyiram tanaman saat musim panas adalah pagi dan sore hari ketika matahari tidak terlalu panas dan tanaman berkesempatan melakukan penyerapan air hingga ke akar. Hindari juga menyiram tanaman pada malam hari, karena membuat daun dalam kondisi berair dan lembab terlalu lama sehingga kemungkinan diserang jamur dan sedikit waktu tanaman menyerap air dan mengeringkannya.

Beberapa hari ini kita semua rasakan cuaca panas pada siang hari, bahkan malam hari. Lumrah banyak orang bertanya-tanya fenomena perubahan cuaca yang dirasakan. Sekitar bulan maret dan bulan september fenomena equinox atau dikenal dengan hari tanpa bayangan karena matahari tepat di atas garis katilistiwa dalam gerak semunya adalah penanda titik balik perubahan musim.

Beredar informasi di media sosial agar masyarakat jangan lupa minum lebih banyak air, makan lebih banyak buah dan mengurangi aktivitas di luar rumah dari tanggal 22 s/d 28 Maret 2019. Tidak salah juga apa yang disarankan di media sosial karena toh tidak ada ruginya, kecuali menjadi penghalang beraktivitas di luar rumah.

Dan memang solusi cuaca panas yang sederhana adalah banyak minum air dan menyiram tanaman atau lingkungan kita dengan air agar dirasakan kesegaran kembali. Sehingga lumrah air disebut juga dengan sumber kehidupan. Bagaimana air menurut Al Qur’an?. Penyebutan air dalam Al Qur’an terdapat di banyak surat dan ayat dengan kandungan isyarat makna yang beragam. Salah satunya pada QS Al Anbiya 30

Tanaman Anggur

“…Dan Kami jadikan segala sesuatu yang hidup berasal dari air; maka mengapa mereka tidak beriman?”

Ibu Katsir menafsirkan ayat diatas dengan mengatakan “ Asal mula segala sesuatu yang hidup adalah air”. Dalam HR Ahmad, Abu Hurairah RA berkata kepada Rasulullah SAW,” Wahai Rasulullah, ketika melihatmu, aku merasakan kebahagiaan dan kepuasan di dalam diriku. Beri tahu aku tentang segala sesuatu,” Rasulullah SAW bersabda,” Segala sesuatu diciptakan dari air,” …

Implikasi saintifik menurut Dr. Zaghlul an-Najjar  bahwa air sumber kehidupan dari fakta penciptaan, yaitu Keberadaan air mendahului keberadaan seluruh organisme hidup. Penelitian geologis membuktikan usia bumi sekitar 4,6 miliar tahun dengan fosil makhluk hidup tertua yang ditemukan berusia 3,8 miliar tahun. Artinya, waktu untuk mempersiapkan permukaan bumi siap ditempati makhluk hidup sekita 800 juta tahun.

Alah menciptakan jenis kehidupan pertama dalam air. Penelitian di bidang geologi membuktikan penciptaan tumbuhan berlangsung sebelum penciptaan berbagai jenis binatang. Tumbuhan dan binatang diciptakan terlebih dahulu sebelum manusia. Alasan urutan penciptaan ini sangat jelas, manusia membutuhkan tumbuhan dan hewan sebagai nutrisi. Fakta ilmiah modern menemukan bahwa tumbuhan memainkan peran kunci dalam mensuplai atmosfer bumi dengan oksigen yang sangat dibutuhkan makhluk hidup.