Catatan Akhir Tahun 2011 : Belajar Profesionalisme Dari Pekerja Bangunan

31 December 2011

Ada duabelas- an orang pekerja yang sudah sekitar hampir 4 bulan tinggal di lingkungan kami untuk melakukan rehab bangunan di kampus kami. Sasarannya adalah penggantian konstruksi atap/plafon dari kayu, tripleks dan asbes diganti total dengan konstruksi atap baja ringan, seng dan gift. Terbagi menjadi 4 tim, tim pembongkar atap/plafon serta membereskannya, tim pemasang kerangka baja dan atap, tim pemasang plafon serta pengecatannya dan tim instalasi listrik. Beberapa blok bangunan besar terdiri atas dua blok asrama dua lantai, 7 unit perumahan pembina/pengasuh telah selesai. Sementara sedang dikerjakan ruang makan putra/putri, dapur dan auditorium (aula) dan akan menyusul masjid serta kompleks perkantoran dan ruang pembelajaran berlantai dua.

Fokus saya pada tim pemasang konstruksi rangka baja ringan dan atap. Luar biasa semangat kerja mereka. Totalitasnya utuh ! Hujan rinti-rintik bukan halangan, kecuali hujan mulai deras mereka akan turun perlahan dari atap untuk istirahat sejenak sambil menunggu redanya hujan. Begitu hujan reda mereka mulai naik ke atap untuk melanjutkan kerja. Padahal proyek rehab ini tidak diburu waktu penyelesaian walaupun juga bila dikerjakan lamban juga mengganggu proses pembinaan di Kampus.

Mereka terbilang sabar dan tegar. Cobaan sempat juga menemani sesekali pada mereka. Salah satu pekerja yang semangat melanjutkan kerja terlupa kalau kondisi tangannya basah dan saat memasang stekker ke stopkontak tersengat listrik 1300 Watt. Beruntung kecekatan temannya yang segera mencabut kabel dari sumber tegangan sehingga selamat wakaupun sempat jatuh dari ketinggian 3 meter. Setelah sehari semalam istirahat, sang pekerja menyatakan siap kembali bekerja.

Suatu sore di saat hujan turun saya hampiri mereka yang sedang istirahat. “ Hujan lagi, mas “, sekalimat sapaan untuk membuka pembicaraan. Bukan kalimat tanya, bukan juga kalimat penegasan karena kita semua sudah mengetahui bahwa air yang turun dari langit di musim sekarang ini yang hujan namanya.

“Ya, mas. Yaa..disyukuri saja keadaan, sabar”, jawab salah seorang dari mereka.

Luas atap keseluruhan yang mereka akan tangani sekitar 6500 m2 dan 50%nya hampir selesai. Sekitar 3 bulanan lagi, bahkan lebih mereka masih akan tinggal. Jauh dari keluarga, menikmati konsumsi seadanya bahkan seringkali tidak sesuai dengan selera lidah mereka kesehariannya. Maklum mereka berada di  daerah yang memang berbeda menu kesehariannya.

Walaupun berat pekerjaan mereka, rupanya masih ada keselarasan antara ucapan dan tindakannya. Kalimat ‘disyukuri’ yang sempat mereka ucapkan mereka implementasikan dalam aktivitas kesehariannya, karena mereka sering terlihat mengikuti shalat berjama’ah di masjid.

Ada sebuah pertanyaan saya lontarkan kepada mereka disebabkan rasa penasaran saya atas ketrampilan, kecekatan, kesabaran, totalitas dan kualitas semangat kerjanya. Bagaimana mereka dulu mendapatkan ilmunya, jawab mereka mereka sudah mendapatkan sertifikat sebagai pemasang konstruksi rangka baja !

Dan, …bagaimana dengan kita yang berprofesi sebagai pendidik ? Sudahkah profesional atau akan berusaha profesional setelah mendapatkan sertifikat ?

Menjadi profesional adalah salah satu kompetensi yang memang harus dimiliki oleh pendidik, jadi tidak harus menunggu ada sertifikasi. Begitu kita sudah profesional kemudian mendapatkan sertifikat, kita tidak harus belajar menjadi profesional, karena kita sudah profesional ! Insya’Allah


Berat Di Kayu, Ringan Di Baja.

20 October 2011

Terperas habis kayu-kayu yang berasal dari pohon yang merupakan paru-paru dunia karena pepohonan mendaur ulang polusi-polusi yang dihasilkan oleh manusia sendiri. Seringkali kita jumpai lahan yang dulunya lebat oleh pepohonan menjadi gundul karena sebagian besar kayu-kayunya dipakai sebagai bahan dasar konstruksi rumah, furniture, mebel serta aksesoris. Harga kayu yang bagus sekarang sudah demikian mahal karena pohonnya juga semakin jarang. Sekarang, dengan perkembangan teknologi terbangun perubahan yang baik dan benar terhadap kemajuan di bidang konstruksi dan pembangunan infrastruktur. Maka kita dapat sedikit bersyukur bahwa beberapa tekologi baru dapat membantu mengurangi penggundulan hutan. Hal ini terlihat pada perkembangan penggunaan bahan konstruksi atap yang saat ini lebih banyak menggunakan rangka atap dengan bahan dasar baja ringan dan bukan lagi menggunakan bahan dasar kayu.


Perkembangan pada bidang ini sebenarnya sudah lama dilakukan oleh para ahli konstruksi, tetapi pada waktu sebelumnya masyarakat belum mengenal atau belum memperdalam pengetahuan akan konstruksi baja ringan yang ternyata mempunyai sifat lebih efisien daripada menggunakan bahan dasar rangka kayu sebagai penopang konstruksi atap rumah mereka. Setiap bahan konstruksi yang digunakan pada rumah anda pasti mempunyai kelebihan dan kekurangannya baik dari kekuatan, estetika bentuk atau hal lainnya. Seperti halnya dalam penggunaan rangka atap baja pada rumah anda. Konstruksi baja ringan ini sudah mengalami uji coba dan penelitian yang dilakukan oleh para ahli bertahun-tahun dan telah lolos uji kekuatan serta lolos pengujian hal-hal lainnya yang berhubungan dengan keselamatan manusia.

Kelebihan dan kekurangan bisa berbeda dari segi cara pandang setiap penggunanya, bisa dikatakan tergantung akan lokasi dan biaya produksi untuk mendatangkan material tersebut atau estetikanya. Sedangkan kelemahan atap baja ringan dibandingkan dengan konstruksi atap kayu seperti dalam hal terhadap suhu yang cenderung menyerap panas lebih banyak dibandingkan dengan kayu dan hal itu juga bergantung terhadap lokasi rumah, yaitu pada daerah iklim tropis atau bukan tropis dan bagaimana konstruksinya.

Tulisanku Tersendat

Kita berjumpa lagi ini…., sebentar ya ..entar dilanjut ceritanya


Selamat Hari Raya ‘Idul Fitri 1432 H

30 August 2011

Penentuan Tarikh 1 Syawal 1432 H sudah diumumkan. Dari Muhammadiyah 1 Syawal 1432 H  bertepatan  hari senin petang (matahari tenggelam) sehingga berlebaran pada Selasa, 30 Agustus 2011 sedangkan Pemerintah dari sidang Istbat  hilal belum memenuhi syarat masuk bulan baru sehingga puasa digenapkan dan berlebaran pada Rabu, 31 Agustus 2011.

Kenapa bisa berbeda ya ?


Di media elektronik ramai perdebatan tentang perbedaan penentuan 1 Syawal 1432 H. Masing-masing mengeluarkan dasar penentuan untuk memperkuat argumentasinya. Ada yang cukup berdasarkan Hisab dengan wujudul hilalnya, ada yang menggunakan Hisab dan Rukyah dan sering terdengar istilah Wujudul HilalRukyatul Hilal,Imkanur Rukyat MABIMS dengan 2 derajatnya. Tentu masyarakat awam yang menyaksikan perdebatan yang terus berkelanjutan pada siaran berita pada pagi, siang, sore dan petang bahkan sampai malam menambah jam perdebatan. Ada seorang pengusul dalam sidang Istbat, agar disepakati bersama kriteria baku yang menjadi pegangan oleh semua ormas dan yang berkewenangan dalam penentuan kalender Islam untuk menghindari perbedaan. Setuju !!!

Lebaran bersamaan tentu keinginan semua keluarga, masyarakat. Terasa lebih semarak, ramai, gembira bersama dan bisa saling mengunjungi tanpa menunda hari karena ada perbedaan. Tetapi kalaupun terjadi perbedaan tentu ada hikmahnya. Ada hadits yang sangat populer dikalangan penceramah, aktivis dakwah, penulis bahkan masyarakat luas   اخْتِلاَفُ أُمَّتِيْ رَحْمَةٌ  yang artinya “Perselisihan umatku adalah rahmat” walaupun ada pendapat ahli hadits bahwa hadits ini ‘tidak ada asalnya’ dan belum mendapatkannya baik dengan sanad shahih, dha’if (lemah), maupun maudhu’ (palsu).

Tulisan yang sedang pembaca simak itupun salah satu sisi positip dari perbedaan penentuan 1 Syawal 1432 H. Dari perdebatan sidang Istbat dan kelanjutannya di acara berbagai station televisi saya jadi ingin lebih tahu tentang  Wujudul Hilal, Rukyatul Hilal dan Imkanur Rukyat MABIMS dengan 2 derajatnya bahkan yang terkait dengan ilmu astronominya sendiri. Sungguh menarik apa yang dipresentasikan pakar dari BOSSCA Observatory, LAPAN yang menyatakan tidak mungkin melihat hilal untuk kawasan Saudi, Malaysia, Singapura dan Indonesia berada digrafis putih sehingga kemungkinan belum masuk 1 Syawal 1432 H. Tetapi berita televisi tadi pagi di Saudi, Malaysia, Singapura dan Brunei sudah berlebaran…naah, menarik bukan ? Atau di negara -negara tersebut juga banyak ormas sehingga masing-masing memiliki perbedaan dasar penentuan tarikhnya ? Read the rest of this entry »


Cara Belajar Yang Efektif

27 July 2011

Banyak cara dan metode yang bisa diterapkan agar belajar kita menjadi efektif dan semua cara/metode tergantung kepada masing-masing. Jadi bagaimana agar belajar kita bisa efektif ? Pada kesempatan apel sabtu pagi untuk pertama kali beberapa hari lalu, selaku penanggungjawab pengelolaan pendidikan yang bertugas memberikan amanah sengaja saya pilih tema bagaimana cara belajar yang baik dan efektif. Cara belajar yang efektif saya singkat dengan IR5 (Intention, Read, Record, Review, Repeat dan Refreshing). Dengan bahasa sederhana saya sampaikan melalui apel waktu itu. Dan dari situlah kemudian saya coba susun artikel berikut setelah saya coba kumpulkan bahan dari berbagai sumber, apakah buku, dari artikel di internet bahkan dari handphone sederhana yang mengiringi setiap waktu. Mudah-mudahan bermanfaat !


1. Intention (Niat)

Dari fasilitas dictionary dari handphone Samsung S-5650 saat diketikkan intention, muncul kalimat ‘Intention is an idea or plan of what you are going to do’ yang bila di translate menggunakan indopreterpro intention adalah suatu ide atau rencana dari apa yang kamu rencanakan. Dalam islam niat menurut istilah syar’i adalah bermaksud kepada sesuatu yang disertai perbuatan. Jika bermaksud kepada sesuatu tetapi tidak disertai perbuatan maka ini dinamakan azzam. Imam Nawawi menjelaskan bahwa sabda Rasulullah shalallahu wa ‘alaihi wa sallam Setiap amalan tergantung niatnya dibawa pada sihhatul a’mal (sahnya amalan) atau tashhihul a’mal (pembenaran amal) atau qabulul a’mal (diterimanya amalan) atau kamalul a’mal (sempurnanya amalan).

Dari Amirul Mu’minin Abu Hafs ‘Umar ibnu Al-Khathab radhiyalallahu ta’ala ’anhu berkata: “Saya mendengar Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: ‘Sesungguhnya setiap amalan tergantung niatnya, dan setiap orang akan mendapat balasan amal sesuai dengan niatnya… (HR. Bukhari dan Muslim) Read the rest of this entry »


Evaluasi Diri Sekolah (School Self Evaluation)

26 July 2011

Istirahat Penuh Aktivitas. Istirahat yang dimaksudkan disini adalah hampir 2 bulan (pasnya 54 hari) sejak 3 Juni 2011 tidak satupun artikel/informasi edukasi saya buat untuk di’posting’ di ASaFN2 ini. Sebenarnya bahan justru luar biasa banyaknya tetapi aktivitas yang demikian padat , mulai dari tahap perencanaan, seleksi dan penempatan santri mondok, selanjutnya kegiatan pembetahan awal yang harus dipantau dan dicari solusi pemecahan segera kalau ditemui kendala. Sudah 5 tahun lebih amanah sebagai direktur di salah satu ponpes di sulawesi selatan saya emban. Sebagai PNS yang ditempatkan juga di SMA memegang kurikulum dan mengajar dengan jumlah jam tertentu terkait sertifikasi  merupakan aktivitas utama yang begitu menyita waktu, apalagi di awal Tahun Ajaran serti saat ini. Alhamdulillah, semua dapat berjalan dengan lancar. Yang terakhir adalah kegiatan evaluasi diri sekolah (EDS)


Menjadi bagian dari Tim Pengembang Sekolah (TPS) kaitannya dengan Evaluasi Diri Sekolah (EDS)  harus membiasakan diri berfikir, bertindak dan mengambil keputusan yang obyektif (jujur) terhadap 8 standar pada Instrumen EDS dengan tujuan kondisi riil di sekolah/Madrasah hasilnya menjadi  masukan dan dasar penyusunan  Rencana  Pengembangan Sekolah (RPS) dalam upaya peningkatan kinerja sekolah.

Beberapa informasi ringkas tentang EDS dibawah sebagai pengingat bagi TPS dapat dilihat di bawah ini:

 1.  Apakah yang dimaksud dengan Evaluasi Diri Sekolah?

  •  Evaluasi diri sekolah adalah proses yang mengikutsertakan semua pemangku kepentingan  untuk membantu sekolah dalam menilai mutu penyelenggaraan pendidikan berdasarkan indikator-indikator kunci yang mengacu pada 8 Standar Nasional Pendidikan (SNP).
  • Melalui EDS kekuatan dan kemajuan sekolah dapat diketahui dan aspek-aspek yang memerlukan peningkatan dapat diidentifikasi.
  • Proses evaluasi diri sekolah merupakan siklus, yang dimulai dengan pembentukan TPS, pelatihan penggunaan Instrumen, pelaksanaan EDS di sekolah dan penggunaan hasilnya sebagai dasar penyusunan RPS/RKS dan RAPBS/RKAS. Read the rest of this entry »

Kritik Sosial Sebagai Respon Tindakan ‘Asosial’

3 June 2011

Sehari setelah selesai mengikuti Seminar Internasional ‘Gerakan Anti Radikalisme’ Di Makassar, 25 Mei 2011 di Balai Prajurit Jenderal M. Yusuf saya membuat artikel yang sempat pula saya sampaikan dalam sebuah apel pagi yang berjudul ‘Antara Ada Dan Tiada’.  Saya kembali teringat karena ketiadaan sesuatu sehingga memunculkan sesuatu yang lain. Dalam sebuah forum rapat di negeri beragam suku budaya, seorang dengan inisial elpe ( he.he, bukan lauk-pauk lho) yang berpendidikan ‘level tinggi’ mengatakan kalimat perbandingan ber‘level rendah’. Saya katakan ber’level rendah’ karena ada kalimat lontarannya yang (1). sangat diskriminatif dan cenderung menyerang kelompok, suku tertentu, (2). tidak mencermati siapa-siapa yang hadir dan kalimat apa yang seharusnya cocok dan tepat untuk diucapkan sehingga dapat menyinggung orang/suku lain, (3) beberapa kalimatnya saling bertentangan, disaat tertentu mengatakan ‘pluralis’ di saat yang lain pedas terucap kalimat-kalimat diskriminatifnya. Atau mungkin sudah menjadi kebiasaan sehingga walaupun tahu keberagaman yang hadir tetapi karena dorongan dari dalam sehingga kalimat diskriminatifnya tetap meluncur deras keluar. Saya sebut kebiasaan karena saya sudah beberapa kali merasakan semburan dikriminatifnya.


Bhinneka Tunggal Ika adalah sebuah kodrat. Allah sudah mengingatkan kita semua akan hal itu, bahkan  diciptakan-Nya dengan sebuah tujuan, mudah-mudahan yang bersangkutan mengingat kembali ayat berikut. Dalam QS.Al Hujuraat  13 yang artinya :

 يَا أَيُّهَا النَّاسُ إِنَّا خَلَقْنَاكُم مِّن ذَكَرٍ وَأُنثَى وَجَعَلْنَاكُمْ شُعُوباً وَقَبَائِلَ لِتَعَارَفُوا إِنَّ أَكْرَمَكُمْ عِندَ اللَّهِ أَتْقَاكُمْ إِنَّ اللَّهَ عَلِيمٌ خَبِيرٌ

 Artinya : “Hai manusia, sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling kenal mengenal. Sesungguhnya orang yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah ialah orang yang paling bertakwa di antara kamu. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha MengenalRead the rest of this entry »


Soal & Materi Flash : Olimpiade Sains Nasional Tingkat Propinsi Ilmu Kebumian

3 June 2011

Semakin dekat ya OSP bagi adik siswa/siswi yang akan mewakili masing-masing Kabupaten/Kotanya. Barangkali perlu diketahui juga ketentuan-ketentuan dan mengerjakan Soal Seleksi Tingkat Propinsi untuk Olimpiade Dains Nasional Bidang Ilmu Kebumian. Mengacu ke Seleksi Tahun 2010, kurang lebih ketentuan nantinya juga tidak jauh berbeda ( mungkin..)


Ketentuan yaitu :

  1. Tes terbagi 2 tahap, yaitu pilihan berganda dan esai
  2. Waktu mengerjakan tes total 2 jam 30 menit (150 menit) tanpa istirahat
  3. Test pilihan ganda : 1 jam 30 menit (90 menit)
  4. Test esai : 1 jam (60 menit)
  5. Nilai pilihan ganda : untuk setiap soal jawaban benar bernilai 1 (satu), jawaban salah bernilai – 0,5 (minus setengah), jawaban kosong bernilai 0 (nol)
  6. Nilai untuk esai : untuk setiap soal berkisar 0 – 8
  7. Peserta diperbolehkan membawa kalkulator

Nah, buat menunjang, saya uplaod di Ziddu.com materi kaitannya dengan OSP Kebumian dalam format file .swf mudah-mudahan bermanfaat dan silahkan di download !

Minerals
Rocks
Magmatism
Metamorphism
Earthsinterior
Plate Tectonics
Structure
Mountains
Volcanoes
Earthquakes
Geol-Time-Eng
Dating
Ress-Eng

Untuk Soal Seleksi Tingkat Propinsi Olimpiade Sains Nasional 2010 Bidang Ilmu Kebumian silahkan download dibawah ini.

Soal Seleksi Tingkat Propinsi Olimpiade Sains Nasional 2010 Bidang Ilmu Kebumian

Selamat Berlomba !


Olimpiade Sains Propinsi (OSP) : Materi Kebumian

2 June 2011

Selamat saya ucapkan buat adik-siswa SMA yang lolos mewakili masing-masing Kabupaten/Kotanya untuk kembali berlomba pada Olimpiade Sains Nasional Tingkat Propinsi. Insya’Allah, 2-3 hari lagi akan berjuang menyelesaikan soal OSP. Saya tampilkan materi-materi Ilmu Kebumian pada Olimpiade Sains Nasional Tingkat Propinsi.


A. Konsep Ilmu Kebumian

  1. Teori terjadinya alam semesta
  2. Evolusi Tata Surya
  3. Pemadatan Bumi
  4. Sayatan/struktur dalam bumi, komposisi bumi.
  5. Lithosfer, atmosfer, hidrosfer & sistem planet

B. Mineralogi Dan Petrologi

  1. Sistem Kristal
  2. Definisi Mineral
  3. Sifat Kimia Mineral
  4. Sifat Fisik Mineral
  5. Klasifikasi Mineral
  6. Batuan beku dan metamorf seperti granit, riolit, basalt, andesit, gabro, sekis, genes, marmer, kuarsit, dll, beserta struktur dan teksturnya seperti lineasi, foliasi, skoria, pegmatit, porfiri, dll.
  7. Mineral hasil proses pembekuan magma dan metamorfisme seperti kuarsa, ortoklas, plagioklas, biotit, muskovit, garnet, dll.
  8. Tubuh batuan beku seperti lava, korok (dike, sill), dll.
  9. Pembentukan batuan beku dan metamorf dalam konteks tektonik lempeng
  10. Batuan sedimen seperti batupasir, batulempung, batugamping, batukapur, batudolomit, batugaram, dll,
  11. Siklus batuan dalam konsep tektonik lempeng. Read the rest of this entry »

Ada Dan Tiada

29 May 2011

Dalam sebuah perkuliahan perdana seorang Profesor bertanya kepada para mahasiswanya, “Hai mahasiswa, apakah Tuhan menciptakan seluruh yang dimuka bumi ini ?” Seorang mahasiswa berkata,” Betul, Tuhan menciptakan semua yang dimuka bumi ini.” Sang Profesor bertanya lagi kepada mahasiswanya, “Kalau memang Tuhan menciptakan semua yang dimuka bumi ini, berarti apakah Tuhan juga menciptakan kejahatan ?“ Para mahasiswa bingung. Lalu ada seorang mahasiswa yang nyeletuk, “Profesor, bisakah saya bertanya ?”

Profesor berkata, “Silahkan .” Apakah dingin itu ada ? tanya mahasiswa itu. “Ya, dingin itu ada”  jawab Profesor. “Ini kesalahan Profesor, dingin itu tidak ada, yang ada adalah ketiadaan panas. Pada suhu 400 F, suhu dalam posisi konstan sehingga tidak mungkin terjadi panas dan tidak dingin. Orang di dunia ini menggunakan kata dingin untuk mendeskripsikan akan ketiadaan panas” sahut mahasiswa menjawab pertanyaannya sendiri. Read the rest of this entry »


Kompetensi Guru Dalam Mewujudkan Tujuan Pendidikan Nasional

21 May 2011

Sorak sorai, gegap gempitanya siswa SMA/SMK diiringi raungan pawai motor dengan mengenakan seragam ‘baru’ khas akhir tahunan yang telah disemprot warna-warni terjadi dihampir seluruh daerah di Indonesia, setelah Nilai Akhir (NA) yang berkomposisi 60%Nilai Sekolah(NS) dan 40% Nilai Ujian Nasional (NUN) memenuhi kriteria untuk lulus. Siswa senang, Guru tenang, Dinas tidak meradang, Daerah melayang naik prestasinya. Insya’Allah, hari senin depan giliran siswa SMP/MTs, para Guru, Dians/Instansi terkait, Daerah barangkali ikut penasaran untuk mengetahui kelulusan/tingkat kelulusan.


Diluar itu semua ada hal yang tidak boleh terlupakan, hasil yang kita capai hari ini barangkali sebagian belumlah sebagai hasil ‘nyata’ nya siswa. Adanya temuan dari berita-berita yang tersebar dan adanya peringkat kejujuran yang dapat kita lihat akses di dunia maya sebagai indikator belum jalannya sistem yang diharapkan. Dan hal tersebut menjadi tugas kita bersama bagaimana mewujudkan sebuah sistem pendidikan yang baik, tidak hanya dari sisi prestasi akademik tetapi juga dilandasi dengan budi pekerti dan akhlak yang mulia. Sistem yang jujur, obyektif, semua elemen percaya diri dalam menjalankan tugas pokok dan fungsi masing-masing dari awal proses sampai Ujian, maka prestasi yang diharapkan bisa dicapai. Nilai yang didapatpun menjadi tidak ‘palsu’ sehingga pada diri siswapun terpupuk jiwa kompetisi prestasi yang sesungguhnya pada tingkat pendidikan lebih tinggi.

Guru berperan besar dalam mewujudkan hal tersebut. Di facebook, juga di blog-blog juga dapat ditemukan keprihatinan tersebut yang muncul dalam istilah-istilah lucu menggelitik yang bisa menjadi motivasi perbaikan. Istilah ‘penyakit-penyakit’ yang harus diketahui oleh para Guru, yaitu :

FLU(Facebookkan mLUlu), TIPES(TIm PEngejar Sertifikasi), MUAL(MUtu Agak Lemah), KUDIS(KUrang DISplin), ASMA (ASal Masuk Kelas), KUSTA (KUrang StrAtegi), TBC (Tidak Bisa Computer), KRAM (Kurang tRAMpil), ASAM URAT (Ambil SAMpingan Untuk BayaR Angsuran krediT), LESU (LEmah Sumber), DIARE (DI kelas Anak-anak REmehkan), GINJAL (Gaji Ingin Naik tapi kerJA Lamban), RADANG PARU (RAjin DAtaNG PulAng pun buRu-bUru), BATUK (BawaAnnya nganTUK), JANTUNG (Jarang mAsuk Ngajar Tapi terUs Ngarep Gaji). Read the rest of this entry »


Follow

Get every new post delivered to your Inbox.